Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Penerapan Full Day School Dalam Mengembangkan Budaya Religius di Sekolah Dasar Muhammadiyah 1 Menganti Gresik Jesica Dwi Rahmayanti; Muhamad Arif
eL Bidayah: Journal of Islamic Elementary Education Vol. 3 No. 1 (2021): el Bidayah, March 2021
Publisher : Institut Agama Islam Tribakti Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33367/jiee.v3i1.1551

Abstract

In general, elementary school-age children will feel bored when they are in school for longer, in contrast to the phenomenon that occurred at SD Muhammadiyah 1 Menganti. Students in this school actually look comfortable and very disciplined when they are at school, especially in terms of worship. Starting from this phenomenon, researchers want to know in depth about the application of full day schools in developing religious culture at SD Muhammadiyah 1 Menganti, with a focus on the problem of how to implement full day schools in developing religious culture at SD Muhammadiyah 1 Menganti ?. This study uses a qualitative method with a case study approach. Data collection techniques with observation, interviews, and documentation. The data analysis technique used the analysis of Miles and Huberman. Test the validity of the data by triangulation and reference adequacy. The results showed that full day school learning at SD Muhammadiyah 1 Menganti starts at 07.00 until 16.00. The learning is combined with Islamic habituation which becomes an effort in developing religious culture in schools, and is formed in several activities, namely: shaking hands and saying greetings to teachers, congregational prayers (dhuha prayer, midday prayer, Asr prayer, Friday prayer) , Koran morning, mutual respect and tolerance, tahfiz juz 30, Thursday morning study, study of women, Darul Arqom, MABIT, habituation of daily prayer, PHBI, social service, and habituation of giving. [Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan full day school dalam mengembangkan budaya religious di SD Muhammadiyah 1 Menganti Gresik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis dari Miles dan Huberman. Uji keabsahan data dengan triangulasi dan kecukupan referensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran full day school di SD Muhammadiyah 1 Menganti Gresik dimulai pukul 07.00 sampai pukul 16.00. Pembelajarannya dipadukan dengan pembiasaan Islami yang menjadi suatu upaya dalam mengembangkan budaya religius di sekolah, dan terbentuk dalam beberapa kegiatan yaitu: berjabat tangan dan mengucapkan salam kepada guru, sholat berjama’ah (sholat dhuha, sholat dhuhur, sholat ashar, sholat jum’at), ngaji morning, saling hormat dan toleran, tahfiz juz 30, kajian kamis pagi, kajian keputrian, darul arqom, MABIT, pembiasaan doa sehari-hari, PHBI, bakti sosial, dan pembiasaan berinfaq]
Penanaman Karakter Peduli Sosial Pada Siswa Sekolah Dasar Muhamad Arif; Jesica Dwi Rahmayanti; Fitri Diah Rahmawati
QALAMUNA: Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama Vol 13 No 2 (2021): Qalamuna - Jurnal Pendidikan, Sosial, dan Agama
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Program Pascasarjana IAI Sunan Giri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37680/qalamuna.v13i2.802

Abstract

The character of social care is one of the characters that must be developed in the State of Indonesia, strengthening the character (character) in students must be done optimally so that it supports in strengthening the national identity that cares regardless of race and culture or even religion. Several cases of the lack of social care around the community, as Tabi'in explained that the all-digital era encourages individualism, this can be seen when an incident occurs, such as when a friend or other person falls (hit by a disaster), the first thing to do is not help him. However, on the contrary, some individuals are more busy capturing these moments by taking pictures or sharing on social media networks. This study used a qualitative method with an empirical background case study approach at the Muhammadiyah 1 Menganti Gresik Elementary School. The primary data sources in this study were class teachers ranging from grades 1-6. Methods of data collection using participatory observation, semi-structured interviews and documentation at the Muhammadiyah 1 Menganti Gresik Elementary School. In the process of collecting data, researchers used data analysis techniques from Miles and Hubarman, data condensation, display data and recording conclusions. The process of cultivating the character of social care in students, there are two stages carried out by the Muhammadiyah 1 Menganti Gresik Elementary School. First, is the example of the teacher. Second, is habituation that must be carried out continuously. Meanwhile, in strengthening the two stages, Muhammadiyah 1 Menganti Gresik Elementary School, several programs, namely: philanthropy, takjil on the road, donations for victims of natural disasters, social services, distribution of qurban meat and qurban for food safety.
Penggunaan Metode Jarimatika dalam Meningkatkan Kemampuan Berhitung Pada Materi Perkalian Dasar di SD Muhammadiyah 1 Menganti Gresik Jesica Dwi Rahmayanti
Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Al-Amin Vol. 2 No. 1 (2023): April
Publisher : STAI AL-AMIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54723/ejpgmi.v2i1.43

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan berhitung siswa pada materi perkalian dasar melalui metode jarimatika di kelas II SD Muhammadiyah I Menganti Gresik. Penelitian ini dilaksanakan di kelas II SD Muhammadiyah 1 Menganti Gresik. yang berjumlah 26 siswa, terdiri dari 15 siswa laki-laki, dan 11 siswa perempuan. Penelitian berlangsung selama satu bulan yakni mulai tanggal 10 Januari – 10 Februari 2023. Dalam mengumpulkan data, peneliti menggunakan teknik observasi, tes, dan dokumentasi. Instrumen yang digunakan berupa lembar observasi dan lembar tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode jarimatika dapat meningkatkan kemampuan berhitung siswa pada materi perkalian dasar di kelas II Sekolah Dasar Muhammadiyah 1 Menganti Gresik. Hal ini dapat dibuktikan berdasarkan hasil presentase siklus I hingga siklus II. Pada pra siklus hanya terdapat 12 siswa yang mencapai kriteria ketuntasan minimal dengan presentase 46 %, sedangkan yang tidak tuntas terdapat 14 siswa dengan presentase 54 %. Pada siklus I terdapat 16 siswa yang berhasil mencapai ketuntasan minimal dengan presentase sebesar 65%, dan siswa yang belum tuntas sebanyak 10 siswa sehingga mencapai presentase sebesar 38%. Dari hasil pra siklus ke siklus I mengalami kenaikan dengan presentase sebesar 16%. Sedangkan pada siklus II, terdapat 23 siswa dari total keseluruhan siswa sebanyak 26 orang yang mencapai kriteria ketuntasan minimal, maka presentase siswa yang tuntas sebesar 88%, sedangkan jumlah siswa yang belum mencapai kriteria ketuntasan minimal sebanyak 3 siswa dengan presentase sebesar 12%. Maka, hasil belajar dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan sebanyak 62%