Nirwan Wahyudi Ar
Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Majene

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

DAKWAH KULTURAL MELALUI TRADISI AKKORONGTIGI (Studi pada Masyarakat Kelurahan Limbung, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa) Nirwan Wahyudi Ar; Asmawarni
AL-MUTSLA Vol. 2 No. 1 (2020): Jurnal Al Mutsla Juni 2020
Publisher : STAIN MAJENE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (446.951 KB) | DOI: 10.46870/jstain.v2i1.32

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan tradisi akkorongtigi di Kelurahan Limbung, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, serta menginterpretasikan dakwah simbolik yang terdapat di dalam prosesinya. Penulis mengumpulkan data melalui penelusuran pustaka, observasi lapangan, dan wawancara dengan tokoh agama dan tokoh adat setempat. Akkorongtigi merupakan salah satu rangkaian tradisi pernikahan suku Makassar. Prosesinya diawali dengan appassili (mandi uap) di pagi hari, lalu pada malam hari dilaksanakan appatamma (khatam Alquran), dilanjutkan dengan acara inti yakni akkorongtigi dan ditutup dengan anynyori/annangra (pemberian sumbangan kepada keluarga calon mempelai). Setidaknya terdapat tujuh macam elemen atau bahan yang harus disiapkan pada prosesi akkorongtigi yang semuanya mengandung pesan-pesan dakwah simbolik. Dengan memahami pesan-pesan tersebut, masyarakat diharapkan melaksanakan tradisi akkorongtigi tidak sebatas seremonial belaka, namun juga bisa menghayati dan mengaktualisasikannya sehingga misi dakwah kultural melalui tradisi akkorongtigi bisa terlaksana dan efektif.
Trilogi Dakwah Rhoma Irama: Dakwah, Tablig, dan Politik: Rhoma Irama’s Preaching Trilogy: Preaching, Tablig, and Politics Nirwan Wahyudi AR
Dirasat Islamiah: Jurnal Kajian Keislaman Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : FAI UIM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56324/drs.v5i2.133

Abstract

Music has the potential to become an instrument to invite listeners to do good as music also has the potential to become a means of inviting listeners to badness. Rhoma Irama as an artist, cultural observer, as well as a religious figure, realizes the strategic position of the art of music in da’wah. Rhoma's role as a da'i-musician has been going on for half a century with various romances and controversies, has become a separate treasure in the world of da'wah. It is a fact that is etched in history that Rhoma is one of the actors who advocate the da'wah movement through music, especially in the modern era. His legendary artworks are studied academically and non-academically both at home and abroad. However, it’s still difficult to trace the literature, especially the scientific literature that broadcasts about Rhoma's da'wah activities as da'i-preacher and da'i-politician. Whereas in fact, dangdut, tablig, and politics have become a trilogy or three in one in their da'wah struggle. This article is intended to describe and review Rhoma's trilogy descriptively by interactive qualitative research.