Shafira Aura Ramadhani
Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Nusa Cendana

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Government’s Commitment to Spending the Clean Water and Sanitation in Reducing Stunting in Rote Ndao Regency Shafira Aura Ramadhani
Pancasakti Journal Of Public Health Science And Research Vol 2 No 2 (2022): PJPHSR
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Pancasakti, Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/pjphsr.v2i2.419

Abstract

Penurunan stunting pada tahun 2020 menjadi 25.83% yang membuat Kabupaten Rote Ndao mendapat peringkat kategori terbaik 1 untuk aksi penurunan Stunting tingkat Nasional, sekaligus terbaik 1 untuk kategori penurunan prevalensi Stunting se-provinsi NTT. Komitmen pemerintah sangat diperlukan dalam pelaksanaan penurunan stunting terintegrasi salah satunya pada intervensi sensitif air bersih dan sanitasi. Komitmen tersebut dapat diukur dari indikator hukum, kebijakan, serta anggaran, dan dalam menganalisis komitmen berdasar belanja kesehatan diperlukan instrumen District Health Account (DHA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komitmen pemerintah yang berkaitan dengan belanja program air bersih dan sanitasi dalam penanggulangan stunting di Kabupaten Rote Ndao. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yaitu dengan melakukan telaah dokumen terkait anggaran yang dibelanjakan untuk keperluan air bersih dan sanitasi dalam penurunan angka stunting. Analisis data dalam bentuk deskriptif menggunakan fitur pivot table dalam microsoft excel dengan empat dimensi DHA yaitu sumber pembiayaan, pengelola pembiayaan, jenis kegiatan, serta mata anggaran. Hasil penelitian menunjukkan total belanja air bersih dan sanitasi dalam penanggulangan stunting berjumlah Rp. 12.193.683.350,- dan diketahui bahwa pemerintah Kabupaten Rote Ndao berkomitmen dengan tersedianya 5 indikator antara lain tersedianya anggaran, kerjasama lintas sektor, adanya kegiatan air bersih dan sanitasi, serta tersedianya regulasi.