This Author published in this journals
All Journal TEKNO
Ronny E. Pandeleke
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KAJIAN EXPERIMENTAL SIFAT KAREKTERISTIK MORTAR YANG MENGGUNAKAN ABU AMPAS TEBU SEBAGAI SUBSTITUSI PARSIAL SEMEN Pandeleke, Ronny E.
TEKNO Vol 12, No 60 (2014): JURNAL TEKNO-SIPIL
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abu Ampas Tebu umumnya belum dimanfaatkan secara optimal sehingga hanya menjadi limbah.Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemungkinan pemanfaatan Abu AmpasTebu sebagai bahan campuran beton. Kandungan Silika Abu Ampas Tebu yang tinggi, memberikan kemungkinan yang besar untuk dimanfaatkan sebagai bahan tambahan pengganti (substitusi parsial) semen, dengan cara mencampurkan Abu Ampas Tebu kedalam campuran mortar. Dalam penelitian ini diselidiki pengaruh pemanfaatan Abu Ampas Tebu terhadap sifat mekanik mortar yaitu kuat tekan mortar dengan variasi campuran presentasi berat semen diganti dengan Abu AmpasTebu 0%, 5%, 10%, 15%, 20% dan 25%. Pengujian kuat tekan yang dilakukan menggunakan benda uji berbentuk kubus 50x50x50 mm³ yang dilakukan pada umur 7, 14 dan 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa benda uji yang tidak menggunakan abu ampas tebu (AT 0%) dari prosentase 5 sampai dengan 20 % abu ampas tebu melebihi nilai kuat tekannya. Pada umur 7 hari kuat tekan yang didapat untuk 5 %, 10%, 15%, 20%  abu ampas tebu melebihi nilai kuat tekan pada campuran 0% abu ampas tebu. Begitu pula dengan umur 21 dan umur 28 hari semuanya melewati nilai kuat tekan yang dihasilkan oleh AT1 0 % abu ampas tebu. Untuk campuran dengan menggunakan abu ampas tebu sebanyak 25 % lebih kecil nilainya dibandingkan dengan abu ampas tebu dengan kandungan 0 % abu ampas tebu ( AT1). Kata Kunci : Mortar, Abu Ampas Tebu, Kuat Tekan
KAJIAN MANFAAT TAILING UNTUK BAHAN BANGUNAN KONSTRUKSI Pandeleke, Ronny E.
TEKNO Vol 8, No 52 (2010): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan akan material baru yang ramah lingkungan, tersedia serta biayanya terjangkau, merupakanlangkah maju dari ilmu teknologi beton. Didaerah ini (Sulawesi Utara) banyak beroperasi tambang emas, baik yangmempunyai ijin maupun tidak. Dampak yang diakibatkan oleh pengolahan tambang tersebut menghasilkan limbahatau tailing .Kecamatan Tatelu merupakan salah satu yang menghasilkan tailing dari tambang emas yang produksinyamencapai 4320 ton dalam satu bulan.Hal ini membuat peneliti tertarik untuk melaksanakan kajian manfaat tailing untuk bahan bangunankonstruksi.Metode yang digunakan yaitu metode experimental, tailing berasal dari KecamatanTatelu, agregat halus(pasir) dari Girian, agregat kasar (batu pecah) dari Tateli, air dan semen tonasa tipe I. Komposisi campuran didapatdari hasil mix design material pasir, batupecah, semen dan air. Hasil komposisi campuran ini dibuat variasi denganmenggantikan persentasi berat semen secara bertahap 5 %, 10%, 15% dan 20% dengan tailing. Variasi campuran inidilakukan untuk mencari kuat tekan beton dan mortar, modulus elastisitas pada umur 3, 7, 14, 28 hari serta kuat tarikbelah dan kuat tarik lentur padaumur 28 hari.Hasil dari pengujian menunjukkan bahwa :1). Kandungan komposisi kimia tailing ialah CaO, SiO2, Al2O3, Arsen, Hg berturut – turut hasilnya 8%; 55%; 15%;0,00 ppm; 0,012 ppm. 2).Nilai kuat tekan beton dan mortar pada umur 28 hari hasil paling maksimum untuk betonialah 22,17 MPa pada variasi campuran 20% tailing dan mortar variasi campuran 5% dan 15% berturut- turutbesarnya 15,4 MPa dan 14,4 MPa.3). Kuat tarik belah mendapatkan hasil paling maksimum terjadipada variasi campuran 15 % tailing sebesar 2,34MPa.4). Kuat tarik lentur memperoleh hasil untuk variasi campuran 5 %, 10% dan 20% tailing berturut – turut hasilnyaialah 4,87MPa, 4,51 MPa dan 4,46 MPa.5). Nilai modulus elastisitas yang dihasilkan untuk komposisi variasi campuran 0% , 5%, 10%, 15%, 20% pada umur28hari, nilainya berkurang dari 32674 MPa sampai 23100 MPa.Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tailing dapat digunakan untuk bahan bangunan.
KAJIAN KARAKTERISTIK MORTAR DENGAN MENGGUNAKAN TAILING DAN ADDITIVE SEBAGAI SUBSTITUSI PARSIAL SEMEN Pandeleke, Ronny E.
TEKNO Vol 12, No 60 (2014): JURNAL TEKNO-SIPIL
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seperti yang diketahui bersama di Sulawesi Utara terkenal dengan banyaknya lokasi tambang emas yang hampir semua  lokasi banyak dikuasai oleh penambang-penambang tanpa ijin  (PETI) dengan sistem pengolahan sangat konvensional dan sama sekali tidak memikirkan dampak buruk yang akan terjadi nanti pada lingkungannya. Limbah yang dihasilkan atau tailing di tamping dan dibiarkan dibawa air pada waktu hujan atau di alirkan ke sungai terdekat.Salah satu solusi dengan memanfaatkan tailing tersebut sebagai  bahan bangunan pembentuk konstruksi. Untuk mewujudkan hal itu terlebih dulu perlu diadakan penelitian yang menyangkut sifat-sifat dari tailing emas baik sebelum  maupun sesudah dicampur dengan material-material pembentuk beton dan bahan additive, akan memberikan jawaban terhadap kegunaan dan pemanfaatan tailing dalam bahan-bahan pembentuk konstruksi. Penelitian ini mempelajari karakteristik mortar dengan menggunakan tailing dan additive sebagai substitusi parsial semen. Material penyusun mortar yaitu agregat halus, semen, tailingsebanyak 5% sampai 20% dari semen, additive sebanyak 0,5% sampai 2% dari berat semen dan air. Terdapat 5 variasi campuran mortar yang berbeda yang akan diuji. Penelitian yang dilakukan meliputi pemeriksaan komposisi kimia tailing, serta pengujian kuat tekan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari keseluruhan hasil pengujian kuat tekan yang diperoleh terhadap semua variasi campuran, terlihat jelas bahwa pengaruh penggunaan tailing sebagai substitusi parsial semen membuat nilai kuat tekan mortar menjadi tidak teratur. Penggunaan tailing 5% dan 15% mengalami kenaikan kuat tekan, akan tetapi penggunaan tailing 10% dan 20% justru menyebabkan penurunan kuat tekan. Kuat tekan maksimum yang diperoleh dalam penelitian ini sebesar 17,97 MPa yaitu pada  campuran mortar tipe II, dengan kadar 5%tailing dan additive 2% umur 28 hari. Semakin besar penggunaan additive, memiliki kecenderungan nilai kuat tekan mengalami peningkatan seiring dengan umur pengujian mortar. Kata Kunci : Mortar, Tailing, Additive, Kuat Tekan.