Achmad Nur Sutikno
Institut Pemerintahan Dalam Negeri

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMBERDAYAAN PETANI KOPI OLEH DINAS PERTANIAN DI DESA RAMUNG JAYA KECAMATAN PERMATA KABUPATEN BENER MERIAH PROVINSI ACEH Kasihan Hati Kasmita; Eva Eviany; Achmad Nur Sutikno
J-3P (Jurnal Pembangunan Pemberdayaan Pemerintahan) J-3P (Jurnal Pembangunan Pemberdayaan Pemerintahan) Vol. 6, No. 2, November 2021
Publisher : ipdn

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/j-3p.v6i2.1735

Abstract

Empowerment of farmers is an activity that involves the participation and leadership of farmer groups. This empowerment is shown to improve the quality and creativity of farmers to create reliable and independent farmers who can have innovations for their own farmers. This research intend to knowing and analyzing how community empowerment of coffe farmers at Ramung Jaya Village by the department of agricultural Bener Meriah Regency as well as to determine the inhibiting factors and the efforts made in empowering coffee farmers by the Bener Meriah Regency Agriculture Office in Ramung Jaya Village.The method used in this research is descriptive qualitative research method. Data collection techniques used were observation, interviews, and documentation. In addition, to analyze data using several steps, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions and verification Based on the results of the study, it shows that the implementation of empowerment carried out by the Agriculture Office of Bener Meriah Regency for coffee farmers in Ramung Jaya Village has been going well, but there are still several obstacles for both the government and coffee farmers in Ramung Jaya Village. The author also provides suggestions or recommendations to the government in order to increase creativity and quality through counseling to improve the quality of farmers and pay more attention to the provision of facilities and infrastructure and can provide business capital assistance. Keywords: Empowerment, Economic Development, Coffee Farmers.
PENINGKATAN PELAYANAN PUBLIK DI PEMERINTAHAN DAERAH KABUPATEN SUMEDANG PROVINSI JAWA BARAT Achmad Nur Sutikno
VISIONER : Jurnal Pemerintahan Daerah di Indonesia Vol 11 No `5 (2019): Visioner: Jurnal Pemerintahan Daerah di Indonesia
Publisher : Alqaprint Jatinangor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.41 KB) | DOI: 10.54783/jv.v11i`5.242

Abstract

Pemerintahan Kabupaten Sumedang dalam peningkatan pelayanan publik salah satunya, yaitu mengembangkan sumber daya aparatur sehingga dapat melaksanakan tugas dan fungsi, terutama dalam proses penyelenggaraan layanan sipil, namun saat ini belum mencapai hasil sesuai yang diharapkan organisasi. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui dan mendeskripsikan, bagaimana mengembangkan sumber daya aparatur dalam meningkatkan kualitas layanan sipil yang diselenggarakan oleh Pemerintahan Daerah Kabupaten Sumedang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, dengan teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini difokuskan pada bagaimana mengembangkan sumber daya aparatur dalam peningkatan pelayanan publik agar berkualitas dalam memberikan pelayanan kepada publik, dan faktor-faktor yang memengaruhinya, dengan menggunakan pendapat Koswara, yaitu aspek tingkat pendidikan, pengalaman, pengetahuan, dan keterampilan. Sementara strategi yang digunakan dalam mengembangkan sumber daya aparatur guna meningkatkan kualitas layanan sipil, menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam melaksanakan pengembangan sumber daya aparatur dalam peningkatan pelayanan publik yang berkualitas di Pemerintahan Daerah Kabupaten Sumedang belum mencapai hasil sesuai harapan yang optimal bagi organisasi. Berbagai kendala ditemui disebabkan karena kurangnya kemampuan yang dimiliki oleh aparat dalam menyelenggarakan layanan sipil. Di samping itu masih terdapat distribusi pekerjaan yang kurang merata kepada setiap aparat yang berdampak pada kurangnya disiplin, yang terlihat dari aparat yang masuk kantor tidak tepat waktu, sehingga berdampak pada pelayanan sipil yang diselenggarakan yang belum tercapai secara optimal.
BONUS DEMOGRAFI DI INDONESIA Achmad Nur Sutikno
VISIONER : Jurnal Pemerintahan Daerah di Indonesia Vol 12 No 2 (2020): Visioner: Jurnal Pemerintahan Daerah di Indonesia
Publisher : Alqaprint Jatinangor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1521.187 KB) | DOI: 10.54783/jv.v12i2.285

Abstract

Bonus Demografi merupakan fenomena peradaban kependudukan suatu negara di mana, terjadi ledakan jumlah penduduk usia produktif yang dapat menjadi modal dasar dalam pembangunan. Permasalahan yang dihadapi bangsa Indonesia bagaimana penanganan Bonus Demografi ini sebab apabila tidak ditangani dengan baik akan menimbulkan kerugian besar bagi Indonesia, dengan demikian Bonus Demografi harus mendapat penanganan yang baik dan komprehensif agar tidak menimbulkan bencana di kemudian hari. Ledakan jumlah penduduk akan berimbas pada segala aspek lain dalam berbagai bidang yaitu kependudukan, kesehatan, kesejahteraan, perekonomian, dan lain-lain. Metode Penelitian yang penulis gunakan yaitu menggunakan studi literatur dengan metode analisis deskriptif-kualitatif dengan berbasiskan kajian kepustakaan (library research). Sedangkan Tujuan dari penelitian ini adalah mengungkap fakta, keadaan, fenomena, variabel dan keadaan yang terjadi saat penelitian berjalan dan menyajikan apa adanya. Hasil penelitian Bonus Demografi yang merupakan masa emas bagi Indonesia, Namun bonus ini bisa berubah menjadi bencana besar apabila tidak dipersiapkan generasi emas ini dengan baik. Jumlah penduduk usia produktif akan mencapai puncaknya pada 2020-2035 pada saat angkanya mencapai 70%. Jumlah penduduk Indonesia saat ini pada usia produktif antara 15-64 tahun lebih banyak dari usia tidak produktif anak-anak berusia 0-14 tahun dan orang tua berusia 65 tahun ke atas. Tantangan besar yang dihadapi pendidikan adalah bagaimana mengupayakan agar sumber daya manusia usia produktif yang melimpah ini dapat ditransformasikan menjadi sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan keterampilan melalui pendidikan agar tidak menjadi beban. Hal tersebut merupakan pengaruh positif bagi bangsa Indonesia. Karena, dengan semakin melimpahnya Sumber Daya Manusia usia produktif, maka tenaga kerja produksi semakin banyak.