p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Visual
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ELEMEN PEMBENTUK SENSE OF PLACE PADA KAMPUNG KOTA Ferdinand Kendall
VISUAL Vol 15, No 2 (2020)
Publisher : FAKULTAS SENI RUPA DAN DESAIN - UNIVERSITAS TARUMANAGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jurnal.v15i2.10956

Abstract

Kota Jakarta sebagai salah satu kota megapolitan merupakan sebuah kota yang terbentuk dari catatan sejarah yang cukup panjang dimulai sejak awal abad ke-17. Elemen-elemen pembentuk kota seperti area permukiman telah menjadi bagian dari sejarah kota Jakarta sendiri. Sebagai salah satu bentuk permukiman kota, kampung kota yang muncul secara organik merupakan salah satu akibat yang terjadi karena perkembangan kota yang pesat. Kampung Luar Batang adalah salah satu kampung kota yang terbentuk di masa kolonial Belanda serta merupakan salah satu kampung tertua di kota Jakarta. Lewat sejarah dan asal usul terbentuknya, tentu Kampung Luar Batang memiliki nilai-nilai karakter sebagai sebuah “place” yang tentu perlu dijaga dan lestarikan. Maka dari itu diperlukan sebuah kajian untuk memahami lebih jauh tentang karakter Kampung Luar Batang sebagai sebuah “place” dengan menggunakan teori John Punter dan John Montgomery tentang Sense of Place yang memiliki 3 aspek penting dalam mewujudkan sense of place, yaitu physical settings, activities dan meaning. Kampung Luar Batang tentu sebagai kampung yang telah menjadi bagian dari sejarah kota Jakarta memiliki sense of place yang diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai karakter serta makna yang ada pada eksistensi Kampung Luar Batang. Sehingga Kampung Luar Batang bukan hanya menjadi sebuah kampung permukiman kumuh namun menjadi kampung yang perlu dilestarikan dan diperhatikan karena Kampung Luar Batang merupakan bagian dari sejarah kota Jakarta.Kata kunci: Kampung, Kota, Sense of Place, Kampung Luar Batang
KAWASAN KOTA RAMAH BAGI PEJALAN KAKI Studi Kasus Ubud, Gianyar, Bali Ferdinand Kendall
VISUAL Vol 16, No 1 (2020)
Publisher : FAKULTAS SENI RUPA DAN DESAIN - UNIVERSITAS TARUMANAGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jurnal.v16i1.11159

Abstract

Kemajuan jaman telah mengubah banyak hal dalam kehidupan kita sehari-hari. Pada masa lalu, kota-kota merupakan sebuah lingkungan yang nyaman bagi pejalan kaki. Namun pada masa sekarang ini, dengan kemajuan teknologi manusia lebih cenderung bergantung pada mobil dan kendaraan bermotor lainnya dalam menggunakan ruang kota. Banyak elemen-elemen ruang kota yang sudah tidak diperuntukan lagi sesuai dengan fungsinya, salah satunya adalah trotoar jalan yang difungsikan untuk pejalan kaki. Maka dari itu penelitian ini ditulis dengan tujuan untuk mengidentifikasi elemen-elemen pendukung kawasan walkable guna menciptakan kawasan kota yang ramah bagi pejalan kaki dari berbagai golongan. Penelitian ini dilakukan dengan cara membandingkan dan menganalisis antara objek penelitian yang berupa studi kasus dengan rencana dan strategi perencanaan kota walkable yang dikeluarkan oleh Australia Barat, Walk WA: A Walking Strategy for Western Australia 2007-2020 dengan maksud untuk menghasilkan rekomendasi yang dapat digunakan oleh pemerintah untuk mengevaluasi serta meningkatkan infrastruktur termasuk sarana dan prasarana pendukung kawasan yang ramah pejalan kaki. Studi kasus yang dipilih pada penelitian ini adalah kawasan kota Ubud yang terletak di Gianyar, Bali dengan pembatasan wilayah Jalan Raya Ubud yang terletak tepat di pusat Ubud. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Jalan Raya Ubud memiliki potensi untuk menjadi sebuah kawasan walkable yang ramah bagi pejalan kaki dengan catatan perlu peningkatan dalam perencanaan sarana dan prasarana pendukung terciptanya kawasan ramah pejalan kaki seperti akses, estetika, keamanan dan keselamatan serta kenyamanan.Keywords: Kota, Walkable, Kawasan