Sri Fariyanti Pane
Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Spatial Relationships indoor-outdoor Interior Arsitektur “Rumah De Nijs Bik di Tanah Abang Heuvel 146” Sri Fariyanti Pane
VISUAL Vol 17, No 2 (2022)
Publisher : FAKULTAS SENI RUPA DAN DESAIN - UNIVERSITAS TARUMANAGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jurnal.v17i2.18723

Abstract

Rumah peninggalan Belanda bergaya Indies menjadi bagian dari perkembangan arsitektur rumah tinggal di Indonesia. Selain teknologi dan gaya bangunan, kebutuhan ruang di dalam arsitektur rumah tinggal juga berkembang di mana spatial relationships (keterhubungan) indoor-outdoor interior arsitektur berubah. Aktivitas dan keterhubungan ruang di dalam dan luar bangunan berubah sesuai zaman. Perubahan budaya yang dibawa masyarkat Eropa khususnya Belanda menghasilkan akulturasi budaya yang mempengaruhi keterhubungan ruang rumah tinggal bergaya Indies dengan ciri sendiri dan mempunyai makna berbeda. Rumah keluarga De Nijs Bik di Tanah Abang Heuvel 146 mempunyai rangkaian aktivitas dan peristiwa melalui penggunaan ruang selama akhir abad ke-19 sampai abad ke-20. Keterhubungan ruang dalam interior dan luar arsitektur melalui bukaan dalam bangunan (pintu, jendela, lubang udara, dan penaikan/tangga). Pembagian bangunan yang terpisah depan dan belakang memperlihatkan dengan tegas posisi dan peran pemilik rumah dan pekerja di dalam lingkungan rumah sebagai ciri bagunan rumah tinggal gaya Indies yang mencerminkan karakter manusia maupun masyarakat pada masa itu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif analisis dengan pendekatan metode sejarah heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi, serta pendekatan desain interior terkait hubungan ruang memakai metode space shyntax. Penelitian ini diharapkan dapat menyumbang historiografi desain interior periode Indies sehingga dapat dijadikan acuan dalam penelitian selanjutnya.Kata kunci: spatial relationships, interior, arsitektur, Indies
Kajian Material Culture Arsitektur Perumahan Pegawai Kereta Api Staatsspoor en Tremwegen (SS) Sri Fariyanti Pane
JSRW (Jurnal Senirupa Warna) Vol. 5 No. 2 (2017): Media, Kebudayaan dan Identitas
Publisher : Fakultas Seni Rupa - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36806/.v5i2.56

Abstract

Abstrak: Perumahan dinas pegawai kereta api peninggalan kolonial Belanda yang berada di Manggarai, adalah bagian dari Stasiun Manggarai, sampai hari ini masih berdiri dan digunakan sebagai tempat tinggal para pegawai atau mantan pegawai KAI. Bentuk bangunan rumah-rumah ini merupakan bagian dari perkembangan sejarah gaya arsitektur yang berkembang pada awal abad ke-20 di Batavia. Adaptasi dan asimilasi budaya Indonesia dan Belanda menghasilkan sebuah gaya yang mengacu pada style Art Deco namun disesuaikan dengan kondisi alam dan lingkungan Batavia masa itu. penelitian bertujuan melihat bagaimana sebuah perumahan peninggalan Belanda dilihat dari pengamatan Material Culture, yaitu manifestasi budaya melalui produk-produk yang merupakan bukti material masyarakat. Melalui pendekatan Material Culture, ditemui konteks yang mempengaruhi gaya, produksi, dan makna pada bangunan perumahan pegawai kereta api SS di Manggarai. Abstract: The official residence of the Dutch colonial railway employees residing in Manggarai, to this day still stands and is used as the residences of employees or former employees of KAI. The building form of these houses is part of the historical development of architectural styles that developed in the early 20th century in Batavia. The adaptation and assimilation of Indonesian and Dutch cultures resulted in an Art Deco style adapted to Batavia’s natural and environmental conditions. Through the Material Culture approach, it encountered contexts affecting the style, production, and meaning of SS railroad housing buildings in Manggarai.
Dampak Pandemi Covid-19 Mengubah Konsep Tata Letak Furnitur Desain Interior Ruang Belajar di Perguruan Tinggi Sri Fariyanti Pane, M.Sn.
JSRW (Jurnal Senirupa Warna) Vol. 9 No. 2 (2021): Seni, Pandemi dan Kreativitas
Publisher : Fakultas Seni Rupa - Institut Kesenian Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36806/jsrw.v9i2.120

Abstract

Awal tahun 2020, seluruh dunia dikejutkan dengan fenomena pandemi Covid-19. Fenomena ini berdampak pada kehidupan sosial masyarakat yang menyentuh seluruh sektor. Termasuk imbasnya terhadap dunia pendidikan yang mengalami gangguan dalam proses belajar-mengajar, hingga terpaksa belajar dari rumah dengan menggunakan fasilitas online (daring). Dampak ini mengubah struktur belajar-mengajar di perguruan tinggi, khususnya ruang kelas dan studio tidak lagi digunakan bahkan kampus menjadi ruang belajar tanpa manusia. Peran desain interior memiliki signifikansi dalam mengubah penataan ruang belajar-mengajar sebagai hikmah dari fenomena Covid-19 dengan memperkenalkan konsep baru dalam penataan ruang belajar- mengajar, sekaligus sebagai bagian dari adaptasi New Normal yang mengedepankan faktor kebersihan lingkungan dan jarak sosial sebagai hal utama saat kita berada di dalam ruangan. Prosedur memasuki gedung, model sirkulasi, proses pembelajaran, dan cara-cara berkomunikasi, semua berubah dengan mengurangi kontak langsung antarmanusia. Penelitian ini membahas bagaimana dampak Covid-19 mengubah konsep kreativitas dalam penataan furnitur di ruang belajar masa depan, khususnya perguruan tinggi agar tetap dapat meningkatkan kemampuan intelektual dan keterampilan mahasiswa, serta mengurangi kecemasan masyarakat yang menitipkan anaknya dalam menempuh pendidikan di institusi perguruan tinggi. Dengan menggunakan studi kasus eksplorasi dengan pendekatan analisis deskriptif kualitatif untuk memperoleh informasi data tentang dampak dan konsekuensi pandemi Covid-19, penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan suatu solusi desain interior khususnya masalah layout furniture yang berhubungan dengan social distancing dan sirkulasinya. In the early 2020, the whole world was put into shock by the COVID-19 pandemic. This phenomenon affects every part of our social activities. Including the education world, which experiences interruptions in the learning and teaching process; one of being the mandatory in-home learning utilizing the internet. In higher education institutions, this has changed the usual class structures where classrooms and studios are no longer significant, even campuses are now just empty classrooms with no present human. Interior designers have a role in changing the layout of a classroom into the New Normal concept, where hygiene and social distancing are the main priorities. Our old-school ways entering enclosed buildings down to circulation modes, learning process and communicating are no longer viable because we need to reduce direct physical contact to prevent the disease from spreading. This research will be discussing how the COVID-19 will be changing the future layout of our classrooms, in this case for higher education facilities, in hopes of classrooms getting more social again but without the risks. In order to reach this goal, this research explores several case studies with descriptive-analytics approach. Author hopes that this research will provide an interior design solution by proposing feasible furniture layouts and circulation that supports social distancing.
Spatial Relationships indoor-outdoor Interior Arsitektur “Rumah De Nijs Bik di Tanah Abang Heuvel 146” Sri Fariyanti Pane
VISUAL Vol 17 No 2 (2022)
Publisher : FAKULTAS SENI RUPA DAN DESAIN - UNIVERSITAS TARUMANAGARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jurnal.v17i2.18723

Abstract

Rumah peninggalan Belanda bergaya Indies menjadi bagian dari perkembangan arsitektur rumah tinggal di Indonesia. Selain teknologi dan gaya bangunan, kebutuhan ruang di dalam arsitektur rumah tinggal juga berkembang di mana spatial relationships (keterhubungan) indoor-outdoor interior arsitektur berubah. Aktivitas dan keterhubungan ruang di dalam dan luar bangunan berubah sesuai zaman. Perubahan budaya yang dibawa masyarkat Eropa khususnya Belanda menghasilkan akulturasi budaya yang mempengaruhi keterhubungan ruang rumah tinggal bergaya Indies dengan ciri sendiri dan mempunyai makna berbeda. Rumah keluarga De Nijs Bik di Tanah Abang Heuvel 146 mempunyai rangkaian aktivitas dan peristiwa melalui penggunaan ruang selama akhir abad ke-19 sampai abad ke-20. Keterhubungan ruang dalam interior dan luar arsitektur melalui bukaan dalam bangunan (pintu, jendela, lubang udara, dan penaikan/tangga). Pembagian bangunan yang terpisah depan dan belakang memperlihatkan dengan tegas posisi dan peran pemilik rumah dan pekerja di dalam lingkungan rumah sebagai ciri bagunan rumah tinggal gaya Indies yang mencerminkan karakter manusia maupun masyarakat pada masa itu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif analisis dengan pendekatan metode sejarah heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi, serta pendekatan desain interior terkait hubungan ruang memakai metode space shyntax. Penelitian ini diharapkan dapat menyumbang historiografi desain interior periode Indies sehingga dapat dijadikan acuan dalam penelitian selanjutnya.Kata kunci: spatial relationships, interior, arsitektur, Indies
PENERAPAN KONSEP “TRANSISIONAL KONTEMPORER” PADA PERANCANGAN INTERIOR PERPUSTAKAAN DAERAH PROVINSI BANTEN Michelle Florencia; Maitri Widya Mutiara; Sri Fariyanti Pane
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol 12, No 1 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v12i1.43853

Abstract

Today there is a lot of competition for education to stay abreast of the very rapid developments of globalization. Education is the primary need of the community where formal education can be obtained, one of which is through the library. Nowadays, public awareness of the importance of reading books is very minimal, so designers need to make changes to the concept of the library to attract people's interest in starting a lifestyle of reading books. Complete facilities, especially in the field of technology, in a library can be one of the attractions for visitors and is equipped with relaxing facilities and a café for a short break. In general, libraries are indoor and closed which gives a serious and tense impression so designers provide several digital library innovations with the concept of a learning commons library according to today's lifestyle. Uplifting the 'Transitional Contemporary' style of Banten culture with contemporary culture and 'Natural' style which can produce harmonious designs and do not collide with each other, are able to combine aesthetic elements that complement each other and produce a new room design that feels different. With that, a theme was created "Innovative Bantenese Transitional Contemporary Interior Design For The Future Library" which can achieve the initial goal of designing the Banten Province Regional Library to be able to increase reader interest by paying attention to aspects of comfort, efficiency and productivity with a touch of technology and adjustments to the lifestyle of the next generation. now without leaving the locality of Banten culture.Keywords: Banten, innovative, natural, library.AbstrakMasa kini banyak persaingan pendidikan agar tetap mengikuti perkembangan arus globalisasi yang sangat pesat. Pendidikan menjadi kebutuhan primer masyarakat dimana pendidikan formal mampu diperoleh salah satunya melalui perpustakaan. Zaman ini, kesadaran masyarakat akan pentingnya membaca buku sangat minim sehingga desainer perlu melakukan perubahan konsep pada perpustakaan untuk menarik minat masyarakat memulai pola hidup membaca buku. Kelengkapan fasilitas terutama pada bidang teknologi dalam suatu perpustakaan mampu menjadi salah satu daya tarik pengunjung dan dilengkapi dengan fasilitas bersantai dan café untuk istirahat sejenak. Pada umumnya perpustakaan bersifat indoor dan tertutup yang memberikan kesan serius dan menegangkan sehingga desainer memberikan beberapa inovasi perpustakaan digital dengan konsep perpustakaan learning commons sesuai gaya hidup masa kini.  Mengangkat gaya ‘Transisional Kontemporer’ kebudayaan Banten dengan kebudayaan masa kini dan gaya ‘Natural’ yang dapat menghasilkan desain harmonis dan tidak bertabrakan satu sama lain, mampu menggabungkan elemen estetis saling melengkapi dan menghasilkan suatu desain ruangan baru yang terasa berbeda. Dengan itu, terciptalah sebuah tema “Innovative Bantenese Transitional Contemporary Interior Design For The Future Library” yang dapat mencapai tujuan awal perancangan Perpustakaan Daerah Provinsi Banten agar mampu meningkatkan minat pembaca dengan memperhatikan segi kenyamanan, efisiensi, dan produktivitas dengan sentuhan teknologi serta penyesuaian gaya hidup generasi kini tanpa meninggalkan kelokalitasan budaya Banten.Kata Kunci: Banten, inovatif, natural, perpustakaan. Authors:Michelle Florencia : Universitas TarumanagaraMaitri Widya Mutiara : Universitas TarumanagaraSri Fariyanti Pane : Institut Kesenian JakartaReferences:Azhari, R. (2021). Perancangan Tirai untuk Sekat Ruangan dengan Tali Goni Pewarna Remasol Menggunakan Teknik Macrame. Medan: Unimed.Content, W. (2022). Mengenal Gaya Desain Transisional Yang Unik Dan TimelessNo Title. https://www.kanafurniture.com/blog/d/mengenal-gaya-desain-transisional-yang-unik-dan-timeless (diakses tanggal 14 Mei 2023).Effendi, E. M., & Rahmah, E. (2019). Penerapan Konsep Learning Commons Sebagai Upaya Dalam. Jurnal Ilmu Informasi Perpustakaan Dan Kearsipan, 8(1), 147–153.Gibbons, S. (2016). Design Thinking 101. https://www.nngroup.com/articles/design-thinking/ (diakses tanggal 12 Mei 2023).Lechner, N. (1968). Heating, Cooling Lighting: Design Methode For Architects (Fourth Edi). New Jersey: John Wiley & Sons Inc.Manalu, A., & Mesra, M. (2019). Analisis Analisis Produk Kerajinan Lampu Hias Dari Batok Kelapa Pada Perajin Wak Jek Art (Wja) Di Medan Ditinjau Dari Bentuk. Gorga : Jurnal Seni Rupa, 8(1), 267. https://doi.org/10.24114/gr.v8i1.13638.Mesra, M., Kartono, G., & Ibrahim, A. (2022). Penerapan Ornamen Tradisional Sumatera Utara Pada Toples Makanan Sebagai Sarana Revitalisasi. Gorga : Jurnal Seni Rupa, 11(1), 81. https://doi.org/10.24114/gr.v11i1.33639.Mafaza, M. Z. (2022). Transisional: Pengaruh Gaya Modern pada Desain Tradisional yang Elegan. https://interiordesign.id/gaya-desain-transisional-sentuhan-pengaruh-modern-pada-desain-tradisional-yang-elegan/ (diakses tanggal 10 Mei 2023).Puni, K. D., Nurwidyaningrum, D., & Apriliansyah, C. T. (2020). Evaluasi Sistem Pencahayaan Pada Perpustakaan Nasional. Vitruvian Jurnal Arsitektur Bangunan Dan Lingkungan, 9(3), 157. https://doi.org/10.22441/vitruvian.2020.v9i3.005.Retno, H. (2021). Miris, Minat Baca di Indonesia Menurut UNESCO Hanya 0,001 Persen. https://portalbandungtimur.pikiran-rakyat.com/pendidikan/pr-941922838/miris-minat-baca-di-indonesia-menurut-unesco-hanya-0001-persen (diakses tanggal 10 Mei 2023).Saputro, R. F. (2022). Menuju Perpustakaan Ideal Berdasarkan Undang-Undang Dan Peraturan. https://www.bpkp.go.id/pustakabpkp/index.php?p=perpustakaan ideal (diakses tanggal 12 Mei 2023).Siregar, H. A., & Adi, R. (2021). Kajian Desain Interior Bernuansa Natural-Modern Studi Kasus Khana Spa, Surabaya. Jurnal Patra, 3(1), 53–58.Surachman, A. (2014). Analisis Penerimaan Sistem Informasi Perpustakaan ( SIPUS ) Terpadu versi 3 ( Tiga ) di Lingkungan Universitas Gadjah Mada. 3(January 2008).Tannuwijaya, R., Marizar, E. S., & Mutiara, M. W. (2020). Penerapan Tema “Oasis in Urbanism” pada Perancangan Interior Hotel Resort Novotel Palembang. Visual, 13(2). https://doi.org/10.24912/jurnal.v13i2.8023.
PENERAPAN STORYLINE TEMA THE KINGDOM UNDER THE SEA PADA AREA DISPLAY JAKARTA AQUARIUM Intan Intan; Maitri Widya Mutiara; Sri Fariyanti Pane
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 12 No. 2 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v12i2.43710

Abstract

Indonesia is a maritime country and the sea is one of the most important natural resources, but many Indonesian people are not aware of and do not care about the balance of the ecosystem. This resulted in marine life being threatened and extinct unnoticed. Oceanarium is a place of recreation and education, as well as a place of conservation that displays marine life in the aquarium. One of Oceanarium in Jakarta is the Jakarta Aquarium which is located inside the Neo Soho Mall. Jakarta Aquarium is one of the aquarium tours featuring various sea water biota in Indonesia. At this time there is a great need for an introduction to seawater biota. To create a fun and educative atmosphere, as well as present storyline good, appropriate interior design is needed and supports the Jakarta Aquarium by applying the concept of the theme "The Kingdom Under the Sea, an underwater kingdom using a technology. The design methodology used for the design of the Jakarta Aquarium is Rosemary Kilmer's design method and data collection is carried out directly and indirectly according to the problems encountered and the goals to be achieved. With an interesting aquarium visualization and interactive facilities can help build and instill a sense of curiosity.Keywords: aquarium, storyline, interior, technology.AbstrakIndonesia adalah negara maritim dan laut merupakan salah satu sumber daya alam yang paling penting, tetapi banyak dari masyarakat Indonesia tidak sadar dan tidak peduli terhadap keseimbangan ekosistem. Hal ini mengakibatkan kehidupan laut mulai terancam dan punah tanpa disadari. Oceanarium merupakan salah satu tempat rekreasi dan edukasi, serta sebagai tempat konservasi yang menampilkan biota laut di dalam akuarium. Salah satu Oceanarium di Jakarta adalah Jakarta Aquarium yang terletak di dalam Mall Neo Soho. Jakarta Aquarium merupakan salah satu wisata akuarium yang menampilkan berbagai biota air laut di Indonesia. Saat ini sangat dibutuhkannya pengenalan mengenai biota air laut. Untuk menciptakan suasana menyenangkan dan edukatif, serta menyajikan storyline yang baik, diperlukan perancangan interior yang sesuai dan mendukung pada Jakarta Aquarium dengan menerapkan konsep tema œThe Kingdom Under the Sea, sebuah kerajaan dibawah laut dengan menggunakan sebuah teknologi. Metodologi desain yang digunakan untuk perancangan Jakarta Aquarium merupakan metode perancangan Rosemary Kilmer serta pengumpulan data dilakukan secara langsung dan tidak langsung sesuai dengan masalah yang ditemui dan tujuan yang ingin dicapai. Dengan adanya visualisasi akuarium yang menarik dan adanya fasilitas interaktif dapat membantu membangun dan menanamkan rasa keingintahuan.Kata Kunci: akuarium, alur cerita, interior, teknologi. Authors:Intan : Universitas TarumanagaraMaitri Widya Mutiara : Universitas TarumanagaraSri Fariyanti Pane : Institut Kesenian Jakarta References: Andanwerti, N., Astuti, N. W., & Ferdinand, F. (n.d.). ANALISIS ALUR CERITA (STORYLINE) PAMERAN DI MUSEUM SENI RUPA DAN KERAMIK JL. POS KOTA, TAMAN SARI, JAKARTA BARAT. ANALISIS ALUR CERITA (STORYLINE) PAMERAN DI MUSEUM SENI RUPA DAN KERAMIK JL. POS KOTA, TAMAN SARI, JAKARTA BARAT.Arsyad, N. (2020). Yurisdiksi Indonesia Di Laut Natuna: Perspektif Hukum Internasional. PETITUM, 8(1 April), 20“36.Christian, A. J., Bangsa, P. G., & Christianna, A. (2017). Perancangan Media Board Game untuk Meningkatkan Kepedulian Anak-Anak Terhadap Kondisi Laut Indonesia. Jurnal DKV Adiwarna, 1(10), 13.Dictionary, O. E. (1989). Oxford English Dictionary. Simpson, Ja & Weiner, Esc, 3.Haryanto, I., Yusril, Y., & Martarosa, M. (2020). PERANCANGAN PERTUNJUKAN TEATER RAMBUN PAMENAN DALAM POLA TEATER TRADISIONAL RANDAI DENGAN PENDEKATAN TEATER MODERN (WELL MADE PLAY). Gorga: Jurnal Seni Rupa, 9(2), 256“260.Hasim, E. M., & Indrawan, H. (2020). The Role of Aquarium in Increasing Visitors Interactivity in Interior Design of Jakarta Aquarium. The 2nd Tarumanagara International Conference on the Applications of Social Sciences and Humanities (TICASH 2020), 374“378.Juniartini, N. L. P. (2020). Pengelolaan Sampah Dari Lingkup Terkecil dan Pemberdayaan Masyarakat sebagai Bentuk Tindakan Peduli Lingkungan. Jurnal Bali Membangun Bali, 1(1), 27“40.Kertesz, F. (1968). THE STORY OF™™PROJECT AQUARIUM™™. Oak Ridge National Lab., Tenn.Kilmer, R., & Kilmer, W. O. (2014). Designing interiors. John Wiley & Sons.Lamrose, T., Budiwiwaramulja, D., Azmi, A., & Muslim, M. (2019). Pemanfaatan Media Video Tutorial Terhadap Hasil Pembelajaran Menggambar Siswa Kelas Viii Smp Negeri 1 Mardinding. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 8(1), 30“35.Paramita, N. G. A., Mudra, I. W., & Remawa, A. A. G. R. (n.d.). CENGKEH SEBAGAI INSPIRASI PENGEMBANGAN MOTIF BATIK BERBASIS DIGITAL DI KABUPATEN BULELENG. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 11(2), 426“432.Pratiwi, N. I. (2017). Penggunaan Media Video Call dalam Teknologi Komunikasi. Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial, 1(2), 202“224.Ramadhani, W. P. (2022). Tarekot Malang Riverpark Dengan Pendekatan Water Sensitive Design. Malang: Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.Safitri, S. (2021, December). Makna Laut Bagi Indonesia Secara Politik. In SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN IPS (Vol. 1, pp. 121-125).Sanjaya, E. A. (2015). Landasan Konseptual Perencanaan dan Perancangan Oceanarium di Kawasan Wisata Pantai Parangtritis. UAJY.Stefani, V. (2017). Bengkulu Oceanarium. UAJY.
EXPLORING JAVA-CHINA FUSION IN INTERIOR DESIGN OF BEAUTY SPA AND WELLNESS SENOPATI Azka Zukhrufa; Sri Fariyanti Pane; Maitri Widya Mutiara
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 2 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The 2019 Savvy Sleeper study pinpoints Jakarta as a global center grappling with remarkably elevated stress levels, stemming from urban congestion, economic uncertainties, and socio-political challenges. A Regus survey underscores a substantial 64? Surge in stress levels in Indonesia, posing significant risks to both  physical and mental health. In response, urban residents increasingly turn to healing activities, with spas emerging as vital contributors. Prasetyo et al.’s (2022) research emphasizes the favorable impact of spa experiences on stress reduction and overall well-being, stressing the need for thoughtfully designed spa facilities. The efficacy of spa experiences pivots on interior design, shaping ambiance and elevating relaxation. Recent studies underscore the importance of infusing elements of nature and cultural aesthetics into spa design to create a serene atmosphere. The fusion of Javanese and Chinese design elements, denoted as "Java-China design," presents a captivating aesthetic embraced in modern luxury interior design, embodying cultural exchange and synthesis. This essay probes the intricate interplay between Javanese and Chinese design elements in interior design, emphasizing themes of tradition, innovation, cultural identity, and globalization. Drawing inspiration from Rosemary Killmer's approach, the methodology for shaping the Java-China Fusion interior design at Yu Rirakkusu Beauty Spa ensures a thorough and effective design strategy. Dubbed Omah TuiNa, this design seamlessly melds Javanese elements with modern luxury aesthetics, promising guests a rejuvenating experience that extends beyond mere architectural confines. Positioned as a scholarly discourse, Omah TuiNa delves into the convergence of cultural narratives and the enduring quest for wellness, aiming to provide guests with a retreat-like experience within the urban landscape.