Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS WASTE MATERIAL KONSTRUKSI PADA PEKERJAAN STRUKTUR ATAS BETON BERTULANG BANGUNAN TINGKAT TINGGI Michael Alan Kristianto; Erwin Panucci Ajie; Hermawan Hermawan; Budi Setiyadi
Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 3 (2019)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.897 KB) | DOI: 10.24002/jts.v15i3.3727

Abstract

Dalam kurun waktu 10 tahun ini, industri konstruksi memperlihatkan tingkat pertumbuhan yang signifikan. Namun pada saat yang bersamaan industri konstruksi diindikasikan sebagai sumber waste terbesar jika dibandingkan terhadap industri yang lain. Waste yang ditimbulkan selama proses konstruksi tidak hanya mempengaruhi produktivitas proyek, tetapi juga mempengaruhi lingkungan. Oleh karena itu, perlu diidentifikasi besar waste di konstruksi khususnya pada pekerjaan struktur di bangunan tingkat tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui waste yang berada pada proyek konstruksi terutama pada pekerjaan struktur atas beton bertulang di bangunan tingkat tinggi. Obyek penelitian ini adalah waste material proyek gedung bertingkat dengan studi kasus pada pembangunan Proyek Rumah Sakit X di Semarang. Identifikasi waste dilakukan melalui kajian pustaka, observasi dan data sekunder. Variable waste yang ditinjau pada penelitian ini adalah kayu, baja tulangan, beton, dan kawat bendrat. Metode pengambilan sampel pada penelitian ini adalah purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa waste material paling banyak berupa kayu yang digunakan pada bekisting. Persentase waste yang berasal dari penggunaan kayu pada bekisting berkisar 85%. Selanjutnya persentase waste yang berasal dari baja tulangan berkisar antara -0,24% sampai dengan 0,99%. Penyebab waste utama pada kayu sebagai bekisting, diindikasikan bahwa proses pembongkaran yang kurang baik, sehingga tidak dapat digunakan kembali.
Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Produktivitas Power – trowelling Pada Pekerjaan Finishing Permukaan Pelat Lantai Beton Ayub Diski Purnama; Fidelis Prayudha; Hermawan Hermawan; Budi Setiadi
G-SMART Vol 5, No 2: Desember 2021
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara prinsip, struktur bangunan pada gedung dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu struktur bawah dan struktur atas. Salah satu bagian struktur atas adalah pelat lantai. Pelat lantai dipengaruhi oleh bentuk dan struktur konstruksi dari bangunan yang dipilih. Dalam pelaksanaannya, finishing pelat lantai dapat dikerjakan dengan metode pelaksanaan konstruksi yang berbeda-beda. Metode pelaksanaan finishing pelat lantai dapat dibagi menjadi beberapa tahap yang terdiri dari levelling, smoothing, curing, harderning. Salah satu kendala di dalam tahapan tersebut adalah rework. Rework dapat disebabkan oleh ketersediaan sumber daya seperti buruknya peralatan. Akibat dari rework berakibat pada produktivitas pekerjaan tersebut. Salah satu upaya untuk menghindari rework pada pekerjaan tersebut maka penggunaan power – trowelling merupakan salah satu upaya untuk memperbaiki pekerjaan finishing pelat lantai. Namun demikian, terdapat sejumlah faktor yang mempengaruhi penggunaan power – trowelling. Faktor-faktor tersebut meliputi spesifikasi dan metode cara pengoperasian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui signifikansi sejumlah faktor – faktor yang mempengaruhi produktivitas power – trowelling pada pekerjaan finishing pelat lantai. Ruang lingkup penelitian ini adalah power – trowelling dengan spesifikasi walk behind dan ride on, jenis proyek yang diteliti adalah gedung bertingkat dengan ketinggian minimal 5 lantai. Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Selanjutnya,  data yang diperoleh, maka diolah dengan Uji Korelasi Parsial dan derajat signifikansi 95%. Berdasarkan uji tersebut maka hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berpengaruh dalam produktivitas penggunaan power trowelling pada pekerjaan finishing pelat lantai beton adalah keterampilan kerja, motivasi operator, jam operasional, dan pembagian zonasi pelaksanaan finishing pelat lantai.
Hubungan Antara Differential Settlement Dengan Kekuatan Elemen Struktur Balok Dan Kolom (Studi Kasus Hotel Sleeper Space Semarang) Anita Carolina; Eric Hansen Irawan; Hermawan Hermawan; Budi Setiyadi
G-SMART Vol 5, No 1: Juni 2021
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/gsmart.v5i1.3181

Abstract

Dalam sebuah perencanaan gedung, perencanaan struktur merupakan unsur terpenting agar tidak terjadi kesalahan-kesalahan konstruksi, seperti penurunan bangunan. Beberapa faktor yang mempengaruhi besarnya penurunan, yaitu: kondisi tanah, berat bangunan, kesalahan perencanaan, dan tingkat muka air tanah. Penelitian dengan judul ‘Hubungan Differential Settlement Dengan Kekuatan Elemen Struktur Balok dan Kolom (Studi Kasus Hotel Sleeper Space Semarang)’, bertujuan agar perencanaan komponen struktur mampu menahan terjadinya penurunan. Penelitian ini menggunakan perangkat lunak ETABS 2018 v18.0.2. Penelitian dimulai dengan menentukan gedung yang akan diteliti, analisa penurunan bangunan menggunakan bantuan perangkat lunak ETABS 2018 v18.0.2, menggunakan 5 variabel penurunan dalam centimeter, dan pada akhirnya didapatkan besaran momen pada balok dan kolom untuk menentukan kemampuan Hotel Sleeper Space Semarang apabila mengalami penurunan.
LESSON LEARNED: BEST PRACTICE IMPLEMENTASI BUILDING INFORMATION MODELING (BIM) Hermawan Hermawan
JoDA Journal of Digital Architecture Vol 2, No 1: September 2022
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/joda.v2i1.5548

Abstract

In the past few decades, Building Information Modeling (BIM) has been widely used worldwide in industry of architecture, engineering dan construction (AEC). This scope is started from construction material manufacturing to construction project. So, this industry, which is one of the most complex industries, requires improvements in time and cost efficiency.. The purpose of this paper is to provide best practice of using BIM in buildings and infrastructure. The research method used in this research is project based evaluation. Project based evaluation is carried out on construction projects, namely building structures which include bored piles, pile cap, plates, shear walls, columns, and beams. The second project based evaluation is the bridge which focuses on structural work in single and double pillars. The results of research on building structures used as project based evaluations show that the difference in volume for each element ranges from 0.03% to 1.13%. with the total difference between conventional recalculation and modeling is around 0.358%. While the modeling in the second project based evaluation showed a volume difference of 12,965.66 kg for single pillar structures and 48,233.51 kg for double pillars. While the conventional method produces a larger estimated volume of 13,482.72 kg for single pillar structures and 49,827.70 kg for double pillars