Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Studi Kinetika Adsorpsi Ion Au(III) Menggunakan Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L.) Mellia Harumi; Faisal Shaleh; Sri Sudiono; Triyono Triyono
Praxis : Jurnal Sains, Teknologi, Masyarakat dan Jejaring Vol 2, No 2: Maret 2020
Publisher : Soegijapranata Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/praxis.v2i2.2600

Abstract

Adsorption using biosorbent become an alternatif for recovery heavy metals such as gold from electronic waste. Mangosteen rind can adsorp Au(III) ions in acid condition pH 2 optimally. Kinetics study of Au(III) ions adsorption using mangosteen rind was aim to determine adsorption kinetics model, adsorption rate constanta (k) and activation energy (Ea) Au(III) ions using mangosteen rind. Adsorbent. Adsorbent preparation was carried out using maceration methof for activate adsorption functional group and remove contaminant materials. Au(III) ions adsorption was analyzed by varying temperature and time. Adsorbed Au(III) was determined using Atomic Adsorption Spectroscopy (AAS) and characterized using Fourier Transform Infra Red (FTIR) Spectroscopy dan X-Ray Diffraction (XRD) Spectroscopy. The result proved that KBM adsorbent could adsorp Au(III) ions effectivelly and follow Ho pseudo-second order kinetic with Ea of 24,65 kJ/mol and k of 2.05x10-3 ( 40℃); 3.63x10-3 ( 50℃) dan 3.60x10-3 ( 60℃) g mg-1 minutet-1 respectivelly.
Urban Farming Berbasis Teknologi Sensor dan Platform Dagang Lokal untuk Kedaulatan Pangan Semarang Karla Katina Salim Nohkarsan; Caroline Noel Amaris Purnomo; Karyn Gracia Hartono; Mellia Harumi; Gelbert Jethro Sanyoto
Praxis : Jurnal Sains, Teknologi, Masyarakat dan Jejaring 2026: Special Issue - Semnas Pangan
Publisher : Soegijapranata Catholic University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/praxis.v8i2.14323

Abstract

Kedaulatan pangan menjadi prioritas pembangunan yang tengah diupayakan Pemerintah Kota Semarang. Luas lahan pertanian Kota Semarang pada tahun 2019 hanya berkisar 2.396,54 ha yang diiringi dengan peningkatan jumlah penduduk lebih dari 1,6 juta jiwa, serta wilayah perkotaan yang mendominasi. Hal ini menyebabkan penurunan kapasitas wilayah dalam menjaga kemandirian dan ketahanan pangan kota untuk memenuhi kebutuhan pangan. Sementara itu, jumlah komunitas urban farming di Kota Semarang masih terbatas dan belum terintegrasi dalam skala kota, sehingga perlu dikembangkan program yang mengoptimalisasi sumber daya lokal melalui urban farming sebagai praktik pertanian perkotaan menggunakan lahan terbatas. Penelitian ini bertujuan merancang dua sistem pendukung: (1) aplikasi sistem urban farming berbasis teknologi sensor untuk pemantau parameter penting mengenai kondisi tanaman secara real time yang terintegrasi dengan katup otomatis untuk pemberian nutrisi atau penyesuaian pH, dan (2) aplikasi dagang lokal digital untuk mewujudkan rantai pasok pangan lokal yang pendek. Aplikasi ini memungkinkan hasil pertanian masyarakat dijual langsung kepada konsumen terdekat, serta mengintegrasikan fitur pencarian petani urban farming terdekat. Penelitian ini dilakukan dengan studi observasi, deep interview, serta studi literatur mengenai kondisi dan potensi urban farming Kota Semarang. Penelitian dilakukan dengan perancangan sensor dan studi potensi penerapan aplikasi urban farming. Program ini diharapkan mampu mendukung kedaulatan pangan perkotaan dengan mendukung sistem pangan lokal yang efisien, mempersingkat rantai distribusi, menekan jejak karbon, serta membangun sikap partisipatif masyarakat dalam sistem pangan lokal berkelanjutan.