Arwin Purnama Jati
Universitas Katolik Soegijapranata

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Environmental Quality Melalui Konsep Landmark Sebagai Citra Kota Arwin Purnama Jati
TUTURRUPA Vol 3, No 1: Agustus 2020
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/tr.v3i1.2985

Abstract

Sebagai permasalahan kompleks dalam kehidupan urban, identitas suatu kota merupakan permasalahan spesifik dalam hubungannya dengan citra kota sebagai penopang kehidupan masyarakat/ manusia. Citra kota yang didalamnya terkandung sense dan persepsi terkait secara khusus dengan masalah kualitas lingkungan yang mengakomodasi kehidupan masyarakat di perkotaan. Kualitas lingkungan (environmental quality) seringkali dikaitkan dengan kondisi lingkungan seperti kualitas udara, air, tanah, bangunan yang ada, dan kondisi sosiodemografis kota. Kualitas lingkungan perkotaan tersebut tak lepas dari sistem dan kebiasaan hidup masyarakat di dalamnya, persepsi atas lingkungan, serta peran serta pemerintah sebagai pengelola kebijakan kota dan tata-kota. Fokus penelitian ini adalah mengkaji melalui analisis deskriptif lingkungan kota yang memuat environmental quality dari aspek sosiodemografis, yaitu “landmark” yang membentuk citra kota, termasuk di dalamnya adalah behavior setting masyarakat yang mempersepsikan citra kota tersebut. Metode kualitatif digunakan untuk mengkaji, mengkomparasikan, dan menganalisis aspek landmark dan behavior setting yang berpotensi membentuk environmental quality, yang disertai dengan kajian literatur yang relevan. Temuan yang dihasilkan melalui penelitian ini adalah citra kualitas lingkungan sebuah kota seringkali diwujudkan secara fisik melalui adanya ruang hijau kota ataupun bangunan ikonik dan didentifikasi sebagai penanda wilayah (landmark). Penanda wilayah kemudian menjadi salah satu pendukung terwujudnya situasi kota yang sehat, kreatif, nyaman huni, dan merupakan perwujudan kualitas lingkungan dalam kehidupan perkotaan. Kata kunci : behavior setting, citra kota, environmental quality, landmark
KAJIAN KERUANGAN BERDASARKAN PERILAKU PENGUNJUNG TERKAIT UPAYA KONSERVASI PADA KAWASAN CANDI BOROBUDUR (Spatial Studies Based on Visitor’s Behavior Regarding Conservation Efforts in The Borobudur Temple Area) Arwin Purnama Jati
Tesa Arsitektur Vol 21, No 2: Desember 2023
Publisher : Universitas Katolik Soegijapranata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/tesa.v21i2.11090

Abstract

Kajian multidisiplin ini berfokus pada topik keruangan kawasan bersejarah (heritage) melalui bidang arsitektur, desain, dan budaya. Penelitian bertujuan menginvestigasi pola keruangan (spasial) ditinjau dari perilaku pengunjung pada kawasan bersejarah. Objek penelitian ini adalah Candi Borobudur, peninggalan Buddha terbesar di Indonesia yang terletak di lingkungan urban, serta merupakan tujuan wisata unggulan di Jawa Tengah. Banyak wisatawan yang datang mengunjungi situs ini dan berpotensi melakukan kontak fisik dengan artefak karena pengunjung pada dasarnya memiliki tujuan untuk memiliki pengalaman keruangan di sebuah kawasan heritage. Kontak dengan artefak berpotensi merusak objek bersejarah yang berusia ribuan tahun jika ada perilaku pengunjung yang tidak bertanggungjawab. Kajian keruangan terutama berfokus pada perilaku pengunjung pada struktur tubuh candi, terkait cara pengunjung melakukan kontak dengan candi, pada ruang fisik maupun non fisik candi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini meliputi pengumpulan data melalui observasi di kawasan bersejarah dan kajian melalui kerangka teoritis perilaku keruangan dan model konservasi heritage melalui pola kunjungan yang diatur. Hasil penelitian meliputi perilaku keruangan pengunjung dipengaruhi oleh ruang-ruang candi secara konkrit (melalui dimensi, bentuk) maupun abstrak (melalui makna, ideologi) yang ditinjau dari perspektif keruangan pada struktur Candi Borobudur. Penelitian ini diharapkan berkontribusi pada pengembangan infrastruktur spasial dan konservasi heritage, terutama terkait ruang dan interaksi manusia.