Sebagai permasalahan kompleks dalam kehidupan urban, identitas suatu kota merupakan permasalahan spesifik dalam hubungannya dengan citra kota sebagai penopang kehidupan masyarakat/ manusia. Citra kota yang didalamnya terkandung sense dan persepsi terkait secara khusus dengan masalah kualitas lingkungan yang mengakomodasi kehidupan masyarakat di perkotaan. Kualitas lingkungan (environmental quality) seringkali dikaitkan dengan kondisi lingkungan seperti kualitas udara, air, tanah, bangunan yang ada, dan kondisi sosiodemografis kota. Kualitas lingkungan perkotaan tersebut tak lepas dari sistem dan kebiasaan hidup masyarakat di dalamnya, persepsi atas lingkungan, serta peran serta pemerintah sebagai pengelola kebijakan kota dan tata-kota. Fokus penelitian ini adalah mengkaji melalui analisis deskriptif lingkungan kota yang memuat environmental quality dari aspek sosiodemografis, yaitu “landmark” yang membentuk citra kota, termasuk di dalamnya adalah behavior setting masyarakat yang mempersepsikan citra kota tersebut. Metode kualitatif digunakan untuk mengkaji, mengkomparasikan, dan menganalisis aspek landmark dan behavior setting yang berpotensi membentuk environmental quality, yang disertai dengan kajian literatur yang relevan. Temuan yang dihasilkan melalui penelitian ini adalah citra kualitas lingkungan sebuah kota seringkali diwujudkan secara fisik melalui adanya ruang hijau kota ataupun bangunan ikonik dan didentifikasi sebagai penanda wilayah (landmark). Penanda wilayah kemudian menjadi salah satu pendukung terwujudnya situasi kota yang sehat, kreatif, nyaman huni, dan merupakan perwujudan kualitas lingkungan dalam kehidupan perkotaan. Kata kunci : behavior setting, citra kota, environmental quality, landmark