Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PUSAT EDUKASI DAN REKREASI KOPI ARABICA SINSU DENGAN PENEKANAN ARSITEKTUR BERKELANJUTAN Farid Iqbal Ghozali
Journal of Economic, Business and Engineering (JEBE) Vol 3 No 2 (2022): April
Publisher : Fakultas Ekonomi (FE) dan Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FASTIKOM) Universitas Sains Al Qur'an

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32500/jebe.v3i2.2637

Abstract

Kopi merupakan salah satu komoditas perkebunan yang diandalkan di Indonesia. Kopi pertama kali dibawa Belanda masuk ke Indonesia pada tahun 1696. Jenis kopi Arabika awalnya diproduksi oleh Belanda dan diekspor pertama kali pada tahun 1711 ke negara-negara di Eropa. Adanya hama menyebabkan Belanda juga mencoba jenis kopi Liberika dan Robusta ditanam di Indonesia. komoditas kopi merupakan salah satu komoditas unggulan di Kabupaten Temanggung. Oleh karena itu, tanaman kopi menjadi andalan bagi petani selain tanaman tembakau. Hal ini dikarenakan tanaman kopi mempunyai nilai ekonomi cukup tinggi, dan cenderung stabil dibandingkan tembakau. Selain itu juga potensi daerah khususnya Kecamatan Kledung menjadi salah salah satu prospek yang bagus buat budidaya tanaman kopi arabika berdasarkan kondisi geografis daerah dengan ketinggian lahan rata-rata 1.200 m dpl, dengan suhu 15°C-25°C pada rata-rata suhu daerah. Komoditas kopi arabika masih minim pada daerah kledung, karna hanya menjadi tanaman tumpang sari dengan tanaman sayuran dan tembakau. Dengan adanya pengembangan tanaman kopi arabika, diharapkan kedepanya bisa menjadi komoditas utama produksi pertanian daerah . Metodologi yang digunakan dalam perencanaan pusat edukasi dan rekreasi kopi arabica sinsu dengan penekanan arsitektur berkelanjutan di Kabupaten Temanggung didasarkan pada pengumpulan data deskriptif kompetitif dan metode pengumpulan data yang diperoleh baik dari data primer maupun data sekunder. Tahap pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan, observasi lapangan, dan studi banding.