Ahbi Mahdianing Rum
Universitas Bengkulu

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TTM (Teka-Teki Matematika) Sebagai Media Pembelajaran Guna Membantu Siswa Memahami Materi Operasi Bilangan Ahbi Mahdianing Rum
Jurnal Equation: Teori dan Penelitian Pendidikan Matematika Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : IAIN BENGKULU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (556.246 KB) | DOI: 10.29300/equation.v2i2.2317

Abstract

Operasi dasar aritmetika atau operasi dasar bilangan adalah penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Dalam menyelesaikan masalah operasi bilangan masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dan juga kesalahan. Seperti yang di sebutkan dalam penelitian Mirsawati pada tahun 2017, yaitu dari hasil pengolahan data 30 siswa di sekolah diperoleh informasi bahwa siswa melakukan berbagai jenis kesalahan dalam menyelesaikan soal operasi hitung campuran pada bilangan bulat. Kesalahan yang didapat berupa kesalahan konsep 25,7 %, kesalahan prinsip 2,8 %, kesalahan operasi 1,7 %, dan kesalahan akibat kecerobohan 10,4 %. Permainan yang akan membantu siswa berlatih untuk mengerjakan soal-soal yang berhubungan dengan operasi bilangan. Salah satu permainan yang bisa di berikan kepada siswa adalah TTM (Teka Teki Matematika). TTM (Teka Teki Matematika) merupakan permainan yang berbasis PowerPoint. TTM (Teka Teki Matematika) terdiri dari 3 level, dimana masing-masing level memiliki tingkat kesukaran yang berdeda dengan level 1 merupakan level terendah dan level 3 merupakan level tertinggi. TTM (Teka Teki Matematika) merupakan media pembelajaran berupa permainan yang berbasis PowerPoint. TTM (Teka Teki Matematika) terdiri dari 3 level dengan masing-masing levelnya memiliki tingkat kesukaran yang berbeda, yaitu level 1 dengan tingkat kesukaran mudah (hanya operasi penjumlahan dan pengurangan) dan terdiri dari 5 soal, level 2 dengan tingkat kesukaran sedang (terdiri dari operasi penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian) dan terdiri dari 10 soal, dan level 3 dengan tingkat kesukaran susah (terdiri dari operasi perkalian dan pembagian serta bilangan bentuk akar dan juga bilangan berpangkat) dan terdiri dari 10 soal. Dalam permainan ini siswa harus mengerjakan soal pada TTM (Teka Teki Matematika) secara berurutan dari no 1 hingga ke nomor terakhir. Hal ini dikarenakan siswa belum bisa mengerjakan soal nomor n jika siswa belum menjawab soal no (n-1). Selain itu ketika memainkan permainan TTM (Teka Teki Matematika) ini siswa di haruskan mengerjakan soal operasi bilangan terlebih dahulu sebelum mengklik puzzle jawaban. Permainan kartu ini dapat dimainkan di kelas pada saat belajar materi operasi hitung bilangan. Guru juga dapat memberikan rekomendasi permainan ini kepada siswa di kelas agar dimainkan di luar kelas sehingga siswa bisa memiliki kegiatan menyenangkan yang berarti ketika sedang diluar rumah. Namun, permainan ini tidak hanya bisa dimainkan siswa SMP saja, tetapi siswa SMA juga bisa memainkannya.
Students' Mathematical Literacy Ability In Solving Problems Viewed From Cognitive Style Ahbi Mahdianing Rum; Dadang Juandi; Endang Cahya
Jurnal Pendidikan Matematika IKIP Veteran Semarang Vol 10 No 1 (2026): Journal of Medives: Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang
Publisher : Urogram Studi Pendidikan Matematika, Universitas Ivet

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31331/medivesveteran.v10i1.3979

Abstract

The differences in the characteristics of field dependent and field independent students in applying their mathematical literacy affect the results of students' work in solving mathematical problems. This study aims to identify students' mathematical literacy abilities viewed from cognitive style especially field dependent and field independent students in solving mathematical problems. This study uses a case study method with a qualitative approach which was carried out in one of the junior high schools in North Bengkulu Regency, Bengkulu Province, involving 32 students of class VIII in the 2022/2023 academic year who had studied number pattern material as participants. The subjects in this study were selected purposively, namely 3 students with a Field Dependent (FD) cognitive style. Data in the study were collected using the Group Embedded Figure Test (GEFT), mathematical literacy tests, and interviews. The research findings show that the majority of students have a cognitive style FI compared to FD. Most students achieved mathematical literacy skills at level 3. In terms of cognitive style, from the five levels of questions given, level 1-level 5, FD subjects with low, medium, and high initial mathematical abilities (KAM) achieved mathematical literacy up to level 3. The students met the formulate, employ and interpret indicators but still had difficulty writing mathematical symbols.