kelli faurani
SMP Negeri 2 Rambah Samo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENELITIAN TINDAKAN KELAS (PTK) UPAYA MENINGKATAKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN KONSTEKTUAL PADA MATERI MENULIS NARASI FANTASI KELAS VII. A SMP NEGERI 2 RAMBAH SAMO TAHUN AJARAN 2017/2018 kelli faurani
Jurnal Edu Research Vol. 9 No. 1 (2020): Jurnal Edu Research
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pasir Pengaraian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.984 KB) | DOI: 10.30606/jer.v9i1.795

Abstract

Penulis melakukan penelitian tindakan kelas dengan judul “Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Pembelajaran Kontekstual pada Materi Narasi Fantasi Siswa Kelas VII.A SMP Negeri 2 Rambah Samo Tahun 2017/2018”. Penelitian ini dilaksanakan di kelas VII.A SMP Negeri 2 Rambah Samo. Materi yang disampaikan yaitu mengenai narasi fantasi dengan menggunakan model pembelajaran kontekstual. Penelitian ini di laksanakan pada semester ganjil Tahun Ajaran 2017/2018. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan kelas, yaitu suatu penelitian yang dilakukan sebagai upaya upaya untuk mengatasi permasalahan yang hadir di dalam kelas. Metode yang dilakukan peneliti terdiri dari empat tahap, antara lain: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa pada materi narasi fantasi mengalami peningkatan pada setiap siklusnya. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari hasil belajar siswa dari siklus I sampai siklus II. Adapun nilai rata-rata pre test pada siklus I adalah 71,00 dan nilai rata-rata pre test pada siklus II adalah 75,00. Sedangkan untuk rata-rata nilai post test pada siklus I adalah 73,00 dan nilai rata-rata post tes pada siklus II adalah 80,00. Berdasarkan hasil penelitian, kekurangan dan kelemahan siswa pada umumnya sama. Kurangnya kemampuan dalam mengembangkan suatu karangan, pengembangan penokohan, dan pengembangan latar atau setting. Nemun dengan menggunakan model pembelajaran kontekstual dapat mengurangi tingkat kesulitan siswa dalam memahami materi narasi fantasi.