Proses pembelajaran IPA di SD Negeri 1 Baru belum sepenuhnya bisa melibatkan peran aktif siswa. Pembelajaran lebih sering disajikan melalui metode ceramah, tanya jawab, dan penugasan. Oleh karena itu siswa cenderung pasif dan kegiatan pembelajaran menjadi kurang bermakna sehingga hasil belajar IPA tidak maksimal. Cara yang sesuai untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan menggunakan metode eksperimen. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian tindakan kelas (PTK) ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun pelajaran 2018/2019 dengan subjek 9 orang siswa kelas VI SD Negeri 1 Baru. Penelitian dilakukan 2 siklus dan setiap siklus melalui 4 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data pada penelitian terdiri atas hasil belajar siswa dan data keterlaksanaan pembelajaran yang dilakukan guru yang dikumpulkan melalui tes dan observasi. Data tentang keterlaksanaan pembelajaran dianalisis secara deskriptif dengan menghitung frekuensi dan persentase (%) aspek yang diamati. Data hasil belajar siswa dianalisis secara deskriptif dengan menghitung ketuntasan belajar siswa secara klasikal. Penelitian menyimpulkan, hasil belajar siswa dapat ditingkatkan melalui pembelajaran dengan metode eksperimen dari nilai rata-rata 60 dengan ketuntasan 22% pada siklus I menjadi 95,55 dengan ketuntasan 100% pada siklus II. Keterlaksanaan kegiatan pembelajaran dapat meningkat dari 79% pada siklus I menjadi 100% pada siklus II.Kata-kata kunci: Hasil belajar, konduktor dan isolator, eksperimen