Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Respon Pertumbuhan Jagung (Zea mays L.) terhadap Pupuk Kandang dan Urea pada Media Pasir Fajrin Pramana Putra; Nur Ikhsan; Milla Virdaus
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol. 3 No. 2 (2021): December
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v3i2.709

Abstract

Pasir sering digunakan sebagai media tanam alternatif untuk menggantikan fungsi tanah namun banyak memiliki faktor pembatas dari rendahnya kandungan bahan organik dan rendahnya daya pegang air. Penggunaan pupuk kandang menjadi solusi perbaikan struktur tanah pasir sehingga meningkatkan kemampuan mengikat air meningkat, dan meningkatkan kadar bahan organik pada tanah pasir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan tanaman jagung pada media tanam pasir yang diberikan pupuk kandang dan urea. Penelitian ini dilaksanakan pada Oktober-November 2020 di kebun percobaan Politeknik Lamandau, Kabupaten Lamandau. Penelitian merupakan rancangan Faktorial dengan 2 perlakuan dengan 3 ulangan disusun secara Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL). Perlakuan pertama yaitu pupuk kandang dengan 2 taraf (P0= tanpa pupuk kandang (0 ton. ha-1), P1= menggunakan pupuk kandang (20 ton. ha-1)). Perlakuan kedua yaitu dosis pupuk urea (N1= pupuk urea dengan dosis 200 kg. ha-1), N2 = pupuk urea dengan dosis 300 kg. ha-1, dan N3 = pupuk urea dengan dosis 400 kg. ha-1). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk kandang dan dosis pupuk urea berpengaruh secara nyata secara mandiri dan tidak ada interaksi antar perlakuan. Perlakuan dosis pupuk urea hanya mampu meningkatkan pertumbuhan jagung pada variabel tinggi tanaman pada dosis 200 kg. ha-1. Perlakuan pemberian pupuk kandang 20 ton. ha-1 mampu meningkatkan pertumbuhan jagung pada variabel tinggi tanaman, luas daun, bobot segar tanaman, dan bobot kering tanaman. Pemberian pupuk kandang 20 ton. ha-1 mampu memberikan bobot kering tanaman sebesar 20,50 g. Sedangkan yang tidak diberi pupuk kandang mengalami penurunan bobot kering sebesar 91,02%.
PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK CAMPUR UNTUK BUDIDAYA KELAPA SAWIT PADA FASE MAIN-NURSERY DI KELOMPOK TANI BANGUN BERSAMA: Training For Mixed Fertilizer For Palm Oil Cultivation In Main-Nursery Phase In Bangun Bersama Farmers Group Nur Ikhsan; Roni ismoyojati
MESTAKA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2023): Agustus 2023
Publisher : Pakis Journal Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58184/mestaka.v2i4.108

Abstract

The scarcity of compound fertilizer that often occurs on the market has caused farmer members who are members of the Bangun Bersama farmer group, Mekar Mulya Village, Sematu Jaya District, Lamandau Regency, Central Kalimantan Province to experience problems applying fertilizer to the oil palm plants they cultivate. In addition, limited information causes a lack of knowledge of members regarding other alternatives that can be used to overcome the scarcity of compound fertilizers, one of which is the single fertilizer mixing technique. The purpose of this service is to improve the skills of the members of the Bangun Bersama farmer group in making mixed fertilizer sourced from a single fertilizer which has an elemental content equivalent to the compound fertilizer recommendation. The service method used is training with lectures and work demonstrations of mixing fertilizers using a single fertilizer containing elements of N, P, K and Mg as well as monitoring the implementation of the training. Based on the results of the PkM activities carried out, it generated new knowledge for the Bangun Bersama farmer group in terms of utilizing single fertilizers into compound fertilizers using mixing techniques.
Sosialisasi Penggunaan Benih dan Bibit Kelapa Sawit Unggul di Kelompok Tani Bangun Bersama Nur Ikhsan; Roni ismoyojati Roni; Rahmat Hidayat
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6494

Abstract

Faktor penentu keberhasilan budidaya kelapa sawit salah satunya dipengaruhi oleh faktor genetik yaitu pemilihan dan penggunaan benih atau bibit unggul. Kegiatan PkM ini dilaksanakan di kelompok tani bangun bersama yang berlokasi di desa mekar mulya, kecamatan sematu jaya, kabupaten lamandau, provinsi Kalimantan tengah. Tujuan dilaksanakannya PkM ini yaitu untuk menambah informasi dan wawasan yang bermanfaat kepada para anggota petani kelapa sawit di kelompok tani bangun bersama dalam upaya untuk menanggulangi banyaknya benih palsu yang beredar luas di pasaran dengan cara melakukan sosialisasi. Metode yang digunakan yaitu dengan ceramah serta monitoring penerapan sosialisasi. Hasil yang didapatkan dalam kegiatan ini yaitu semakin meningkatnya pemahaman para anggota kelompok tani bangun bersama dalam memahami benih atau bibit unggul kelapa sawit yang tersedia di pasaran. Dengan adanya kegiatan ini akan menambah semangat tim PkM dari Politeknik Lamandau untuk lebih mengoptimalkan sumber dayanya dalam membantu kegiatan masyarakat dengan program-program pengabdian masyarakat pada periode yang akan datang
Sosialisasi Penggunaan Benih dan Bibit Kelapa Sawit Unggul di Kelompok Tani Bangun Bersama Nur Ikhsan; Roni ismoyojati Roni; Rahmat Hidayat
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i4.6494

Abstract

Faktor penentu keberhasilan budidaya kelapa sawit salah satunya dipengaruhi oleh faktor genetik yaitu pemilihan dan penggunaan benih atau bibit unggul. Kegiatan PkM ini dilaksanakan di kelompok tani bangun bersama yang berlokasi di desa mekar mulya, kecamatan sematu jaya, kabupaten lamandau, provinsi Kalimantan tengah. Tujuan dilaksanakannya PkM ini yaitu untuk menambah informasi dan wawasan yang bermanfaat kepada para anggota petani kelapa sawit di kelompok tani bangun bersama dalam upaya untuk menanggulangi banyaknya benih palsu yang beredar luas di pasaran dengan cara melakukan sosialisasi. Metode yang digunakan yaitu dengan ceramah serta monitoring penerapan sosialisasi. Hasil yang didapatkan dalam kegiatan ini yaitu semakin meningkatnya pemahaman para anggota kelompok tani bangun bersama dalam memahami benih atau bibit unggul kelapa sawit yang tersedia di pasaran. Dengan adanya kegiatan ini akan menambah semangat tim PkM dari Politeknik Lamandau untuk lebih mengoptimalkan sumber dayanya dalam membantu kegiatan masyarakat dengan program-program pengabdian masyarakat pada periode yang akan datang
Praktik Budidaya Tanaman Hortikultura dengan Metode Vertikultur di Kalangan Pelajar untuk Mendukung Ketahanan Pangan Keluarga di Kabupaten Lamandau Roni Ismoyojati; Nur Ikhsan; Ihda Andrey Yanuar Setiawan
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i2.8906

Abstract

Kepadatan penduduk di Kabupaten Lamandau yang semakin meningkat mendorong terjadinya alih fungsi lahan menjadi lahan perkebunan dan non perkebunan. Pelajar sebagai agen perubahan memerlukan banyak informasi mengenai pengembangan teknologi tepat guna di bidang pertanian untuk memajukan daerah. Tujuan dari pengabdian ini yaitu untuk memberikan wawasan kepada para pelajar mengenai seni bercocok tanam dengan teknik vertikultur. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini yaitu ceramah dan demonstrasi kerja. Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan menghasilkan informasi yang sangat bermanfaat bagi pelajar dibuktikan dengan keterampilan pelajar dalam mempersiapkan bahan vertikultur sampai penanaman benih berhasil dengan sangat baik
Optimalisasi pemupukan: sosialisasi best management practice bagi petani binaan RSPO BUM Desa Berkah Mulya Jaya, Kabupaten Lamandau Ihda Andrey Yanuar Setiawan; Yulio Kristian Tinduh; Nur Ikhsan
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 3 (2025): May
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i3.30842

Abstract

Abstrak Perkebunan kelapa sawit merupakan sektor utama yang menopang perekonomian masyarakat Kabupaten Lamandau. Namun, pengelolaan yang kurang memperhatikan aspek keberlanjutan, terutama oleh petani mandiri, berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan, seperti penurunan kesuburan tanah. Untuk menjawab tantangan tersebut, Badan Usaha Milik Desa Berkah Mulya Jaya, yang telah menjadi anggota Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), memfasilitasi peningkatan kapasitas anggota petani baru melalui penerapan Best Management Practice (BMP). Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan oleh tim Politeknik Lamandau dengan tema sosialisasi pemupukan berkelanjutan berbasis RSPO. Kegiatan dilakukan dalam empat tahap, yaitu persiapan, identifikasi kebutuhan, penyampaian materi dan diskusi interaktif, serta evaluasi kegiatan. Materi berfokus pada prinsip pemupukan yang ramah lingkungan, efisien, dan sesuai dengan standar RSPO. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa para petani binaan mengalami peningkatan pemahaman dan kesadaran terhadap praktik pemupukan yang berkelanjutan. Respons positif dari peserta dan pengurus BUM Desa menunjukkan bahwa kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dan membuka peluang kerja sama jangka panjang antara BUM Desa Berkah Mulya Jaya dan institusi pendidikan dalam mendukung pertanian berkelanjutan. Kata kunci: Pemupukan; best management practice; RSPO; BUM Desa Berkah Mulya Jaya Abstract Oil palm plantations serve as a key economic driver for communities in Lamandau Regency. However, poor management practices, especially among independent farmers, have raised environmental concerns such as soil fertility decline. To address this, Badan Usaha Milik Desa Berkah Mulya Jaya, a registered member of the Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO), facilitates the adoption of sustainable farming practices through the implementation of Best Management Practices (BMP). This community service activity, conducted by the Politeknik Lamandau team, focused on the dissemination of sustainable fertilization methods aligned with RSPO standards. The program was carried out in four stages: preparation, needs identification, knowledge delivery through presentations and interactive discussions, and evaluation. The material emphasized environmentally friendly fertilization techniques that are both efficient and practical for farmers. The results showed a significant improvement in farmers’ understanding and awareness of sustainable fertilization practices. Positive responses from participants and BUM Desa officials indicate that the activity had a tangible impact and holds potential for long-term collaboration between BUM Desa Berkah Mulya Jaya and academic institutions in promoting sustainable agriculture. Keywords: fertilization; best management practice; RSPO; BUM Desa Berkah Mulya Jaya