Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pretend Play pada Anak Autism Spectrum Disorder (ASD) ditinjau dari Secure Attachment Risvi Rayhani; Endang Widyorini; Maria Yang Roswita
Philanthropy: Journal of Psychology Vol. 5 No. 2 (2021)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26623/philanthropy.v5i2.3412

Abstract

Bermain memiliki banyak manfaat bagi anak-anak, termasuk juga anak dengan gangguan spektrum autis (ASD). Meski demikian, anak dengan gangguan ASD memiliki pola permainan yang berbeda yang disebabkan oleh keterlambatan perkembangan yang dimilikinya. Anak dengan ASD tidak mampu untuk melakukan pretend play. Secure attachment membantu anak dengan ASD mengembangkan kemampuan pretend play. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dan memberikan sebuah gambaran mengenai hubungan antara intensitas pretend play dan secure attachment pada anak dengan ASD. Partisipan dalam penelitian ini adalah dua anak perempuan dan tiga anak laki-laki dengan rentang usia 6-12 tahun yang memiliki gangguan ASD. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Peneliti mengumpulkan data penelitian dengan melakukan observasi pada anak selama mereka bermain dan melakukan wawancara dengan orangtua. Hasil uji spearman rho menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara pretend play dan secure attachment (rs = 0.975   ; p =   0.005).
Negative parenting dan Insecure attachment dengan perilaku disruptive pada remaja Niniek Kusuma Wardhani; Endang Widyorini; Maria Yang Roswita
JURNAL PSIKOLOGI Vol 18, No 1 (2022): Jurnal Psikologi
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jp.v18i1.14585

Abstract

Perilaku disruptive di kalangan remaja menjadi kondisi sangat penting di era modernisasi saat ini. Perkembangan perilaku disruptive memberikan kemungkinkan individu memiliki masalah terkait kekerasan ataupun tindakan kriminalitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara negative parenting dan insecure attachment dengan perilaku disruptive pada remaja. Partisipan penelitian ini sebanyak 136 orang remaja yang berstatus aktif sebagai siswa/i MTs Gunungpati Semarang dan tinggal bersama orangtua. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan CBCL/6-18 (Child Behavior Checklist), skala negative parenting dan MOAS (Measure of Attachment Style). Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara negative parenting dan insecure attachment dengan perilaku disruptive pada remaja. Artinya, semakin tinggi negative parenting dan insecure attachment maka semakin tinggi pula perilaku disruptive pada remaja. Hal ini menggambarkan bahwa terciptanya perilaku disruptive pada remaja, memiliki hubungan dengan disfungsi peran orangtua dalam pengasuhan dan kurangnya sumber kenyamanan yang dapat dipercaya oleh remaja.
The Association between Mental Health Literacy and Help-Seeking Intention to Mental Well-being among Secondary School Students (in Semarang, Indonesia) Georgius Vernon Astipa; Endang Widyorini; Daniswara Agusta Wijaya; Margaretha Sih Setija Utami; Averina Gracia Eistein Medaringo
International Journal of Health Literacy and Science Vol. 3 No. 1 (2025): International Journal of Health Literacy and Science
Publisher : Health Science UDINUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60074/ihelis.v3i1.66

Abstract

Secondary school students often lack information on accessing mental health support, leading them to manage issues independently or with the help of family and friends. Seeking professional help is not a top priority for most adolescents. This study aims to explore the impact of mental health literacy and help-seeking intention on the mental well-being of secondary school students. In this study, 792 middle and high school students aged 12-18 completed questionnaires on the Mental Health Literacy Questionnaire – Short Version, General Help-Seeking Questionnaire, and Warwick-Edinburgh Mental Well-Being Scale. A significant correlation between mental health literacy and help-seeking intention on mental well-being of 0.258. Help-seeking intention contributed the highest correlation to mental well-being, namely 0.381, also very significant. The analysis results using multiple regression models showed that mental health literacy and help-seeking intentions affect mental well-being simultaneously (F = 64.696, p = .000). The data shows that mental well-being is only 14.1%, explained by mental health literacy and help-seeking intentions (R² = .141, p = .000). Schools and professionals can organize training programs on mental health literacy for parents, enabling them to effectively counsel their children and training selected students to become peer counselors.