Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Kedudukan Anak dan Relasinya dengan Orang Tua Perspektif Al-Qur’an Agus Imam Kharomen
Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan Vol 7 No 2 (2019): Andragogi: Jurnal Diklat Teknis Pendidikan dan Keagamaan
Publisher : Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.444 KB) | DOI: 10.36052/andragogi.v7i2.88

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengonfimasi ungkapan-ungkapan yang tersebar di masyarakat perihal anak, seperti anak sebagai anugerah, amanat, titipan, dan merespon maraknya persoalan di masyarakat perihal anak, seperti ketidakharmonisan anak dan orang tua, kekerasan yang menimpa ana k atau bahkan orang tuanya, kurangnya perhatian orang tua pada pemenuhan hak anak terutama dalam hak pendidikan dan kasih sayang. Metode penelitian ini adalah kajian pustaka (library research) dengan objek ayat-ayat al-Qur’an dengan menggunakan tafsir maudû‘î (tematik). Tulisan ini menunjukkan bahwa dalam al-Qur’an anak memiliki berbagai kedudukan, mulai dari kedudukannya sebagai cobaan, kebanggaan, kecondongan rasa cinta, bahkan sebagai musuh bagi orang tuanya. Tulisan ini juga menunjukkan bahwa al-Qur’an mendeskripsikan relasi orang tua dan anak di dunia dalam bentuk hak dan kewajiban. Hak anak memperoleh pendidikan, nafkah, dan warisan. Adapun hak orang tua mendapatkan perlakuan baik, kasih sayang dan doa dari anak mereka. Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan kelak di akhirat relasi anak dan orang tua dapat terjalin jika didasari dengan keimanan dan kesalihan.
Birrul Walidain dalam Lensa Al-Qur'an: Tafsir Tematik Ayat-Ayat Berbakti kepada Orang Tua Helmi Adam Zulfa; Agus Imam Kharomen
Al-Qadim - Jurnal Tafsir dan Ilmu Tafsir Vol 2 No 2 (2025): Al-Qadim: Jurnal Tafsir dan Ilmu Tafsir
Publisher : ejournal.nurulqadim.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji konsep Birrul Walidain (berbakti kepada orang tua) secara mendalam melalui pendekatan tafsir tematik terhadap ayat-ayat Al-Qur'an. Tujuan utama penelitian ini adalah mengungkap berbagai dimensi, urgensi, dan implikasi perintah berbakti kepada orang tua sebagaimana dipresentasikan dalam Kitab Suci. Dengan menganalisis ayat-ayat terkait secara komprehensif, studi ini menyoroti bagaimana Al-Qur'an menempatkan Birrul Walidain sebagai salah satu amal ibadah paling mulia yang seringkali disandingkan dengan tauhid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur'an tidak hanya memerintahkan berbakti, tetapi juga merinci bentuk-bentuk bakti, etika berinteraksi, serta konsekuensi duniawi dan ukhrawi bagi yang melaksanakannya maupun yang durhaka. Pemahaman ini krusial untuk membangun karakter Muslim yang saleh dan memperkuat struktur sosial yang harmonis.
The Quran’s View on Body Positivity: Thematic Interpretation Study Nabih, M. Nabih Zaky Al-Fikri; Agus Imam Kharomen; Leni Nur Azizah
Hikami : Jurnal Ilmu Alquran dan Tafsir Vol. 6 No. 1 (2025): JUNE
Publisher : STKQ Al-Hikam Depok

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59622/jiat.v6i1.157

Abstract

The rising body image crisis in the digital era has led to serious consequences, including mental health issues, low self-esteem, and self-harm, particularly among youth. In response to beauty standards shaped by popular culture, the body positivity movement promotes self-acceptance and appreciation of physical diversity. However, its secular framing often overlooks spiritual aspects. This study explores the Qur’anic perspective on body positivity and how its values can foster spiritually grounded self-acceptance. Using a qualitative approach and thematic interpretation, relevant verses are analyzed, focusing on those concerning human creation, the prohibition of body denunciation, and gratitude for one’s physical form. The findings suggest that the Qur’an regards the human body as a perfect creation, opposes physical discrimination, and prioritizes piety over appearance. It promotes self-love rooted in gratitude and spiritual responsibility. These insights reveal that Islam provides a comprehensive ethical foundation for body positivity, offering a more holistic alternative to secular discourse.