This Author published in this journals
All Journal Jurnal Sinaps
Tangkudung G
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TATALAKSANA STROKE ISKEMIK AKUT DENGAN TROMBOLISIS INTRAVENA: SUATU SERIAL KASUS Tangkudung G; Muliawan E; Pertiwi JM; Dompas A
Jurnal Sinaps Vol. 3 No. 2 (2020): Volume 3 Nomor 2, Juni 2020
Publisher : Neurologi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.308 KB)

Abstract

Manajemen stroke iskemik akut berupa pemberian rtPA intravena (IV) telah menunjukkan manfaat secara klinis dan mengubah paradigma penanganan pasien stroke yang akan mengurangi angka kematian dan kecacatan. Kasus pertama, pria 55 tahun dengan stroke iskemik akut dilakukan trombolisis IV 4 jam 30 menit dari onset gejala stroke akut, terdapat perbaikan klinis skor NIHSS 11 menjadi 7 dalam waktu 37 menit. Kasus kedua, wanita 56 tahun dengan stroke iskemik akut dilakukan trombolisis IV 3 jam 20 menit dari onset gejala stroke akut, terdapat perbaikan klinis skor NIHSS 8 menjadi 2 dalam waktu 55 menit. Keluaran kedua pasien berbeda karena berbagai faktor yang berperan. Terapi trombolisis IV dengan rtPA masih merupakan satu-satunya modalitas terapi trombolisis pada stroke iskemik akut <4,5 jam setelah onset gejala yang disetujui di Indonesia. Namun karena batasan waktu pemberian, kultur sosial, geografis, keraguan dokter unit gawat darurat dan berbagai faktor lainnya menyebabkan hanya sedikit pasien stroke iskemik akut yang diterapi dengan rtPA. Berbagai faktor dapat mempengaruhi keluaran pasien yang menjalani trombolisis IV salah satunya yang dapat diintervensi ialah kecepatan waktu pemberian dan suhu tubuh. Optimalisasi penanganan stroke di unit gawat darurat akan berpengaruh pada keluaran pasien dan dengan menghindari komplikasi yang memperburuk keluaran seperti infeksi oportunistik di rumah sakit. Kata Kunci: Stroke iskemik akut, terapi, trombolisis intravena
LAPORAN KASUS: MANIFESTASI PERDARAHAN INTRASEREBRAL LANGKA DENGAN TROMBOSIS SINUS VENA SEREBRAL PADA MYELOPROLIFERATIVE DISORDER Tangkudung G; Yoesdyanto K; Kembuan MAHN; Kawengian C
Jurnal Sinaps Vol. 3 No. 2 (2020): Volume 3 Nomor 2, Juni 2020
Publisher : Neurologi Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (835.248 KB)

Abstract

Stroke dengan kondisi kelainan darah seperti penyakit myeloproliferative, atau disebut myeloproliferative neoplasm (MPN), dianggap sangat jarang, dimana insidensinya kurang dari 20% kasus. Seiring perjalanan penyakit, mekanisme yang mendasarinya adalah keadaan hiperkoagulasi yang mengarah ke trombosis, menyebabkan manifestasi lebih lanjut dari perdarahan parenkim. Mekanisme yang pasti masih dalam penyelidikan lebih lanjut. Diagnosis trombosis telah dijelaskan dalam beberapa literatur, walaupun standar emasnya adalah melalui angiografi. Seorang pria berusia 31 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan utama penurunan kesadaran yang terjadi secara mendadak sejak 1 hari sebelum masuk, dengan riwayat sakit kepala kronik progresif disertai muntah, dan riwayat dehidrasi. Pada pemeriksaan fisik didapatkan keadaan somnolen dengan kesan paresis N.VII UMN dextr dan kesan hemiparesis dextra. Pemeriksaan funduskopi didapatkan papilledema. Skor NIHSS-nya adalah 15 saat masuk. CT scan otak non-kontras mengungkapkan perdarahan intraserebral di wilayah parietal kiri yang dikelilingi oleh lesi hipodens, menunjukkan skor sICH 5. Hasil angiografi menunjukkan adanya suatu trombosis sinus dan vena kortikal yang melibatkan sebagian sinus sagitalis superior dan sinus transversus beserta vena kortikal parietal kanan. Pasien awalnya diobati dengan antikoagulan tetapi pada pencitraan kontrol didapatkan perdarahan baru di daerah frontal yang mengarah ke substitusi menjadi antiplatelet. Pasien dirawat selama 15 hari dengan peningkatan kekuatan otot yang signifikan. Dikarenakan perjalanannya yang jarang, para klinisi kurang memperhatikan kondisi ini, dan oleh karena itu, manifestasi seperti ini harus diperhitungkan selama praktik klinis. Kata kunci: Trombosis sinus vena serebral, kelainan mieloproliferatif, perdarahan intraserebral