Christin Jayanti
STIKES RSPAD GATOT SOEBROTO

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Status Gizi dan Usia Menarche dengan Kejadian Dismenore pada Mahasiswa Tingkat I Semester II Akademi Kebidanan RSPAD Gatot Soebroto Christin Jayanti
Jurnal Bidan Komunitas Vol 4, No 2 (2021): Edisi Mei
Publisher : Departemen Kebidanan, vFakultas Farmasi dan Kesehatan, Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jbk.v4i2.4896

Abstract

Latar Belakang: Masa remaja juga dapat diartikan sebagai masa yang ditandai oleh adanya perubahan pada bentuk tubuh,penampilan diri, sikap kepemilikan, sikap sosial dan minat seks. Masa pubertas yaitu suatu fase perkembangan yang ditandai dengan terjadinya kematangan organ seksual dan menuju tercapainya kemampuan reproduksi. Salah satu tanda seorang wanita memasuki usia pubertas adalah terjadinya menarche. Menarche adalah menstruasi pertama yang biasa terjadi dalam rentang usia 10-16 tahun atau pada masa awal remaja sebelum memasuki usia reproduksi. Nyeri menstruasi dalam istilah medis disebut dysmenorrhea (dismenore) atau menstrual cramps. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan status gizi dengan kejadian  dismenore. Metode : Pengumpulan     data   dikumpulkan   secara  langsung  pada  saat penelitian. Proses pengumpulan data dengan cara memberikan angket/kusioner kepada seluruh mahasiswi semester II. Hasil : Dari 59 responden yang di ketahui status gizi normal sebanyak 45 responden (76,3%), gizi underwight sebanyak 10 responden (16,9%). Sedangkan yang obesitas sebanyak 4 responden (6,8%). kejadian dismenore tidak pernah sebanyak 17 responden (28,8%) sedangkan yang  kadang - kadang sebanyak 23 responden (38,9%) sedangkan yang sering sebanyak 19 responden (32,3%). Kesimpulan : Dari Hasil analisis menunjukkan tidak ada hubungan yang bermakna antara status gizi berat badan atau tinggi badan dengan terjadinya disminore p= 0,202. dan terdapat hubungan antara usia menarche dengan kejadian dismenore pada Mahasiswa Tingkat I Semester II p= 0,002
Edukasi Peran Sosial dalam Upaya Mendorong Kepatuhan Konsumsi Tablet FE Christin Jayanti; Citr Insani Aulia Fitri; Apriliani Kusuma; Dewi Dewi
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 5 (2026): Volume 9 Nomor 5 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i5.23727

Abstract

ABSTRAK Anemia masih menjadi masalah kesehatan utama pada remaja putri, dengan prevalensi global mencapai 30% pada perempuan usia 15–49 tahun dan 37% pada ibu hamil. Di Indonesia, Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 melaporkan bahwa prevalensi anemia pada usia 15–24 tahun mencapai 15,5%, di mana angka pada remaja putri lebih tinggi yaitu 18% dibandingkan remaja laki-laki sebesar 14,4%. Kondisi ini berdampak pada konsentrasi belajar serta berisiko menimbulkan komplikasi kehamilan di masa mendatang. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan edukasi mengenai peran sosial terhadap kepatuhan konsumsi Tablet Fe pada siswi anemia di SMAN 1 Tambun Utara. Evaluasi menggunakan pre–post test yang melibatkan 30 siswi kelas 10, dengan intervensi berupa penyuluhan menggunakan media presentasi, diskusi interaktif, dan praktik konsumsi Tablet Fe. Hasil pretest dan posttest menunjukkan peningkatan pengetahuan serta kepatuhan siswi, terutama pada mereka yang memperoleh dukungan dari teman sebaya, keluarga, guru, dan lingkungan sekolah. Hasil ini memperlihatkan bahwa penguatan peran sosial merupakan strategi efektif dalam meningkatkan kepatuhan konsumsi Tablet Fe pada remaja putri dan edukasi berbasis dukungan sosial perlu diintegrasikan dalam program pencegahan anemia remaja.  Kata Kunci: Anemia, Peran Sosial, Tablet Fe.  ABSTRACT Anemia remains a major health issue among adolescent girls, with a global prevalence of 30% among women aged 15–49 years and 37% among pregnant women. In Indonesia, the 2023 Indonesian Health Survey (SKI) reported that the prevalence of anemia among those aged 15–24 years reached 15.5%, with a higher rate among adolescent girls at 18% compared to adolescent boys at 14.4%. This condition affects learning concentration and poses a risk of pregnancy complications in the future. This study aims to analyze the effect of education regarding social roles on compliance with iron tablet (Fe Tablet) consumption among anemic female students at SMAN 1 Tambun Utara. The study used a pre–post test design involving 30 female students in grade 10, with interventions consisting of counseling using presentation media, interactive discussions, and Fe Tablet consumption practice. The results of the pretest and posttest showed an increase in knowledge and compliance among the students, especially those who received support from peers, family, teachers, and the school environment. These results indicate that strengthening social roles is an effective strategy for improving adherence to Fe Tablet consumption among adolescent girls. This study concludes that education based on social support needs to be integrated into adolescent anemia prevention programs. Keywords: Anemia, Social Role, Iron Tablet.