Djadja S. Sjafei
Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KEBIASAAN MAKANAN DAN FAKTOR KONDISII KAN KURISI, Nemipterus tambuloides Blkr. DI PERAIRAN TELUK LABUAN, BANTEN [Food Habits and Condition Factor of Fiveline Threadfin Bream, Nemipterus tambuloides Blkr. in Labuan Bay, Banten] Djadja S. Sjafei; Robiyani Robiyani
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 1 No 1 (2001): Juni 2001
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v1i1.150

Abstract

The research was conducted in Labuan Bay, Banten from April - June 1999. The fish sample was collected once in every five days. The total fish collected were 483 with 75 - 265 mm of total length and 4.85 - 169.81 grams in weight. Sexual composition was 252 male, 183 female, and 48 of the ambiguous sex. The fish sample was divided into 4 groups of total length (small, medium, and extra large). The medium size was 124 -171 mm) was the most number of the sample (248). According to length weight relationship the growth pattern of the fish was negative allometric. Condition factor of the fish was increased from small to medium size. While the biggest size (extra large) the condition as decreased. This phenomenon maybe because a lot of their gonad were in atresia, A lot of the condition of food material was destructed and impossible to be identified. The female primarily consumed shrimp and squilla. The male feed on shrimp, crab, and fish. According to the time-series of sampling the shrimp had primer index, and the second crab, the third was fish.ABSTRAKPola pertumbuhan ikan kurisi termasuk allometrik negatip. Faktor kondisi kian besar dengan semakin panjang ukuran ikan Ikan kurisi termasuk kedalam kelompok karnivor, dengan makanan utamanya udang. Ikan betina mengkonsumsi terutama udang dan squilla, sedangkan ikan jantan mengkonsumsi udang, kepiting, dan ikan. Tidak ada perubahan jenis maupun IP makanan ikan kurisi berdasarkan waktu. Semakin panjang ukurannya, ikan kurisi semakin mengkonsumsi ikan sebagai makanannya.
BEBERAPAASPEK BIOLOGIIKAN PETEK, Leiognathus splendens CUVIER DIPERAIRAN TELUK LABUAN, B ANTEN [Some biological aspects of splendid ponyfish Leiognathus splendens Cuvier in Labuan Bay, Banten] Djadja S. Sjafei; Saadah Saadah
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 1 No 1 (2001): Juni 2001
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v1i1.151

Abstract

The research was conducted in Labuan bay of Banten Province from Avril - June 1999. The numbers offish collected were 747 (539 male and 208 female). The lengths ot male were 49- 145 m with 1.69-51.36 grams in weight, while the female had ranged 49- 161 mm in length and 1.84 - 57.88 gram in weight. The length of the male was primarily in size 73 - 84 mm, the female in 121 - 132 mm. Based on length weight relationship the fish was isometric. Condition factor of the male ranged 0.447 - 2.752, and 0.589 - 2.285 of the female The stomach dominated by undetermined materials. The fish food was dominated by Baccilariophyceae (15 genera the most was Synedra). The secondary group were Pleurosigma, Nitssliia, and ThaUasiotrix. Other foods were Desmidiaceae, Chlorophyceae, Dynophyceae. Copepoda, Ciliata and Sarcodina. Maturity stage of the male ranged between I - IV (dominated by stage I). Maturity stage of the female were ranged between I - V and dominated by stage IV. The gonado somatic index of male ranged between 0.45 - 2.13, while of female between 0.35 - 2.45.ABSTRAKPenelitian dilaksanakan di Teluk Labuan, Banten dari bulan April - Juni 1999. jumlah ikan yang dikoleksi 747 ekor (539 jantan dan 2008 betina). Ukuran panjang ikan antara 49 - 145 mm, dengan berat antara 1,69 - 51, 6 gram. Ikan betina berkisar antara 49-161 mm dan berat 1,84 - 57,88 gram. Ikan jantan terutama banyak pada ukuran 73 - 84 mm. betina pada 121 - 132 mm. Berdasarkan huhungan panjang berat pertumbuhan ikan bersifat isometnk. Faktor kondisi jantan 0,497 - 2,752; betina 0,589 - 2,285. Isi perut didominasi oleh materi yang tidak teridentifikasi. Makanan didominasi oleh Baccilariophyceae (15 genera tterutama Synedra), yang berikutnya Pleurosigma, Nitschia, dan ThaUasiotrix. Yang Iain adalah Desmidiaceae, Chlorophyceae, Dynophyceae, Copepoda, Ciliata, dan Sarcodina. Tingkat kematangan gonad jantan berkisar I - IV (didominasi oleh stadia I). Tingkat kematangan gonad betina berkisar antara I — V yang didominasi oleh stadia IV, Indeks kematangan gonad pada jantan berkisar 0,45 - 2,13; pada betina antara.0,35 - 2,45.
BEBERAPAASPEK BIOLOGIIKAN BIJINANGKA Upeneus moluccensis Blkr. DIPERAIRAN TELUK LABUAN, BANTEN [Some Biological Aspects of Goldband Goatfish, Upeneus moluccensis Blkr. in Labuan Bay, Banten] Djadja S. Sjafei; Ratna Susilawati
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 1 No 1 (2001): Juni 2001
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v1i1.154

Abstract

The research was conducted in Labuan Bay Banten from April to June 1999. The number offish were 282, 120 males and 212 females. The sex ratio was 1: 1, 25. The samples were dominated by fish of length 90 - 170 mm. The fish mature gonad of the male was predicted at 120 mm and the female was 125 mm in length. Their fecundity ranged BETWEEN 19.116 - 89.344 according to distribution. According to distribution of egg diameter, the fish was total spawner. The fish growth was isometric and it was carnivore which fish and shrimp as main food. ABSTRAKPenelitian dilakukan di teluk Banten dari bulan April-Juni 1999. Ikan yang diamati berjumlah 382 ekor yang terdiri atas 170 ekor jantan dan 212 ekor betina. Komposisi jumlah ikan jantan dan betina menunjukkan rasio kelamin yang tidak seimbang. Ikan dengan panjang 99 -170 mm mendominasi hasil tangkapan. Ikan jantan diduga pertama kali matang gonad pada ukuran 120 mm dan ikan betina pada ukuran panjang 125 mm. Fekunditas ikan biji nangka berkisar antara 19.116-89.344 butir. Ikan mempunyai sifat pemijahan total. Pertumbuhan ikan bersifat isometrik. Ikan ini termasuk karnivor dengan makanan utama udang dan ikan.