Nico Runtuboy
Balai Besar Pengembangan Budidaya Laut Lampung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Length-weight relationship and condition factor of common ponyfish, Leiognathus equulus (Forsskål, 1775) in Pabean Bay, Indramayu, West Java Reiza Maulana Aditriawan; Nico Runtuboy
Jurnal Iktiologi Indonesia Vol 17 No 3 (2017): October 2017
Publisher : Masyarakat Iktiologi Indonesia (Indonesian Ichthyological Society)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32491/jii.v17i3.368

Abstract

This study is aimed to determine length-weight relationship and condition factor of common ponyfish in Pabean Bay, Indramayu. The study was carried out for one year, from April 2016 to March 2017. Fish collection were caught using gillnet and set net. total of 154 individual fishes were caught, the fish samples ranged from 18 - 141 mm in length and 0.05 – 41.35 g in weight. The length-weight relationship of ponyfish throughout a year was W = 7x10-06 L3,1983. The result indicated that the growth pattern of fish was positive allometric. The relative condition factor of ponyfish was varied from 0,67 – 1,42 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan panjang bobot dan faktor kondisi ikan petek yang ada di Teluk Pabean, Indramayu. Penelitian dilaksanakan selama satu tahun dari bulan April 2016 hingga bulan Maret 2017. Ikan contoh ditangkap dengan menggunakan alat tangkap yaitu jaring insang dan sero. Jumlah ikan yang tertangkap seba-nyak 154 ekor dengan kisaran panjang total 18 - 141 mm dan bobot 0,05 – 41,35 g. Hubungan panjang-bobot ikan petek sepanjang tahun 2016 adalah W = 7x10-06 L3,1983. Hasil ini menunjukkan bahwa pola pertumbuhan ikan bersifat alome-trik positif. Faktor kondisi ikan petek berfluktuasi berkisar antara 0,67 – 1,42.
Pengaruh Kedalaman terhadap Perkembangan Rumput Laut Kotoni Hasil Kultur Jaringan Nico Runtuboy; Slamet Abadi
Jurnal Penyuluhan Perikanan dan Kelautan Vol 12, No 3 (2018)
Publisher : Program Studi Penyuluhan Perikanan Politeknik Ahli Usaha Perikanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33378/jppik.v12i3.110

Abstract

Biotrop Bogor berhasil melakukan kultur jaringan bibit rumput laut Kotoni (Kappaphycus alvarezii) hingga skala laboratorium.Perkembangan hingga produksi masal telahberhasil dilakukan oleh BBPBL Lampung. Sebagai komoditas baru, perlu dilakukan uji coba pendahuluan. Salah satu yang telah dilakukan adalah melakukan uji coba pada tahun 2014 untuk mengetahui kedalaman terbaik terhadap perkembangan bibit rumput laut hasil kultur jaringan. Uji coba dilakukan selama VI minggu dengan menggunakan berat awal bibit yang sama yaitu 75 gram pada tiga tingkatan kedalaman perairanberbeda: 10 cm, 30 dan 50 cm. Parameter yang diamati meliputi, perkembangan tanaman, dan sintasan. Hasil pengamatan perkembangan tanaman pada kedalaman 10 cm dari minggu pertama sampai minggu ke VI berat awal 75 gr, 115,80 gr, 157,40 gr, 216,00 gr,303,00 gr, 341,00 gr dan 375,00 gr. Kedalaman 30 cm berat awal 75 gr, 118,60 gr,139,80 gr, 199,00 gr, 254 gr 293 gr dan 304 gr. Kadalaman 50 cm: berat awal 75 gr, 96,6 gr, 122,4 gr, 159 gr,207 gr, 250 gr dan 260,8 gr. Sintasan (SR) pada kedalaman 10 cm dari minggu pertama hingga minggu keempat 100 % dan pada minggu ke lima dan keenam masing-masing 98 %. SR pada kedalaman 30 cm dari minggu pertama hingga keempat 100 % dan minggu kelima dan keenam 96 %. Dan SR pada kedalaman 50 cm dari minggu pertama hingga minggu ke empat 100 % dan pada minggu ke lima 94 % dan 92 %. Berdasarkan hasil perhitungan, melakukan kegiatan produksi dapat melakukan penanaman pada kedalaman antara 10 hingga 30 cm.