Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH VARIASI AGING TERHADAP POROSITAS NANOSILIKA SEBAGAI ADSORBEN GAS NITROGEN ABDULLOH UBAID
Inovasi Fisika Indonesia Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Fisika FMIPA Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (408.649 KB) | DOI: 10.26740/ifi.v5n1.p%p

Abstract

Abstrak. Tingkat pencemaran udara berbanding lurus dengan pertambahan sumber penghasil limbah. Adapun senyawa yang dihasilkan penghasil limbah adalah oksida karbon, oksida sulfur, dan oksida nitrogen. Salah satu cara mengurangi dampak pencemaran udara adalah dengan menggunakan adsorben seperti silika. Silika yang memiliki sifat reversible digunakan untuk mengadsorpsi unsur pencemar. Dalam adsorpsi, porositas silika dimanfaatkan sebagai tempat adsorbat. Silika dapat disintesis dari berbagai bahan, seperti Lusi, dan dengan beberapa macam metode, seperti hydrothermal. Dalam penelitian ini silika disintesis dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh Aging terhadap porositas silika serta kualitas adsorben silika yang dihasilkan. Variasi Aging yang digunakan adalah 20, 24, 28 dan 32 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adsorben silika yang dihasilkan memiliki kemurnian 98,9% dan memiliki gugus silanol dan siloksan. Sedangkan pengaruh Aging berupa penurunan jari-jari pori, volume pori serta luas permukaan yang ditandai dengan pergeseran jari-jari pori menjadi lebih kecil pada adsorben silika dengan Aging yang lebih besar. Dengan demikian, silika hasil sintesis dapat diaplikasikan sebagai adsorben maupun bahan komposit. Kata Kunci: Adsorben, Silika, Porositas, Aging Abstract. The level of air pollution is directly proportional with the increasing of waste producer source. The compounds produced by waste producer are carbon oxides, sulfur oxides and nitrogen oxides. One of the way to reduce the impact of air pollution is by using adsorbents such as silica. Silica having a reversible nature is used to adsorb contaminants. In adsorption, the porosity of silica used as the adsorbate. Silica can be synthesized from a variety of materials, such as Lusi, and with several kind of methods, such as hydrothermal. In this research, Silica is synthesized in order to determine the effect of Aging to the porosity of the silica and the quality of silica adsorbent that is produced. Aging variations used are 20, 24, 28 and 32 hours. The results showed that the silica adsorbent which is produced has 98.9% of purity and has a cluster of silanol and siloxane. While the influence of Aging such as a decrease of pore radius, pore volume and surface area that was marked by a shift of pore radius being smaller pores in silica adsorbents with larger Aging. Thus, the results of the synthesis of silica can be applied as an adsorbent and composite materials. Keywords : Adsorbent, Silica, Porosity, Aging
MANAJEMEN PEMELIHARAAN SARANA PRASARANA SEKOLAH UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN DI SMP ISLAM AL ISHLAH TROWULAN MOJOKERTO Abdulloh Ubaid
Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary Vol. 2 No. 2 (2025): Multidisciplinary Approach
Publisher : Hikamatzu | Journal of Multidisciplinary

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan yang berkualitas membutuhkan dukungan sarana dan prasarana yang memadai dan terawat. Di SMP Islam Al Ishlah Trowulan, ketersediaan fasilitas seperti laboratorium, perpustakaan, dan ruang multimedia sudah cukup baik, namun masih terdapat tantangan dalam pemeliharaannya. Manajemen pemeliharaan yang efektif diperlukan agar fasilitas tersebut terus mendukung proses pembelajaran secara optimal.Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mendeskripsikan manajemen pemeliharaan sarana prasarana di SMP Islam Al Ishlah Trowulan,2) Menganalisis dampaknya terhadap kualitas pembelajaran dan prestasi siswa,3) Mengidentifikasi kendala yang dihadapi. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pemeliharaan dilaksanakan secara terencana melalui pemeliharaan preventif dan korektif, dengan pelibatan aktif dari seluruh komponen sekolah. Fasilitas utama seperti ruang kelas, laboratorium, dan perpustakaan menjadi prioritas dalam pemeliharaan. Kendala utama yang dihadapi adalah keterbatasan anggaran dan kurangnya tenaga teknis, yang diatasi melalui skala prioritas dan kerja sama eksternal. Manajemen pemeliharaan yang baik terbukti mendukung terciptanya lingkungan belajar yang nyaman, meningkatkan efektivitas pembelajaran, dan berkontribusi pada peningkatan prestasi siswa.