Christina Natalia Pasaribu B41109026
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENERAPAN AKUNTANSI ASET BIOLOGIS PADA PT MAISKA BHUMI SEMESTA (Tinjauan Teoritis IAS 41) Pasaribu B41109026, Christina Natalia
Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE) Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Mahasiswa Akuntansi
Publisher : Jurnal Kajian Ilmiah Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN (KIAFE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Aset biologis merupakan tanaman dan hewan yang mengalami transformasi biologis. Tranformasi biologis yang dialami aset biologis tersebut membuat pengakuan, pengukuran dan penyajiannya harus menggunakan metode akuntansi yang tepat. Dalam PSAK (Pernyataan Standar Akuntansi) belum ada standar yang mengatur tentang perlakuan akuntansi aset biologis namun IASC (International Accounting Standar Committee) telah mempublikasikan IAS 41 Agriculture yang mengatur tentang aset biologis. Penelitian ini dilakukan pada PT Maiska Bhumi Semesta yang bergerak dalam bidang perkebunan kelapa sawit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan akuntansi aset biologis bila ditinjau dari standar IAS 41 dan hal-hal yang menjadi kendala bagi perusahaan dalam penerapan IAS 41. Dalam melakukan penelitian ini penulis menggunakan teknik wawancara langsung dan kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan mengukur aset biologisnya menggunakan biaya perolehan. Perusahaan seharusnya tidak hanya menggunakan metode biaya tetapi juga dilengkapi dengan IAS 41 agar laporan keuangan yang dihasilkan lebih relevan dan reliabilitas.Perusahaan belum bisa menerapkan IAS 41 sebagai standar aset biologisnya karena perusahaan mengalami kendala untuk menerapkan IAS 41 antara lain: sumber daya manusia, sulit dalam menentukan nilai wajar, pengakuan keuntungan atau kerugian yang belum direalisasi dan masalah sosial di sekitar perusahaan. Kata Kunci: IAS 41,Aset biologis, nilai wajar, biaya perolehan.