This Author published in this journals
All Journal Jurnal TEMAPELA
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pengaruh Pemanasan Media PCA Berulang Terhadap Uji TPC di Laboratorium Mikrobiologi Teknologi Hasil Pertanian Unand Risa Yudi Wati
Jurnal Teknologi dan Manajemen Pengelolaan Laboratorium Vol 1 No 2 (2018): Jurnal Teknologi dan Manajemen Pengelolaan Laboratorium (TEMAPELA)
Publisher : Labor Dasar dan Sentral Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.735 KB) | DOI: 10.25077/temapela.1.2.44-47.2018

Abstract

ABSTRAK Laboratorium Mikrobiologi dan Bioteknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian adalah laboratorium untuk menguji hasil produk pertanian dari segi mikrobiologi. Untuk menghitung jumlah mikroba didalam sampel produk dilakukan uji Total Plate Count (TPC). Uji ini biasanya diikuti dengan daya simpan produk. Uji daya simpan produk berguna untuk melihat perkembangan jumlah mikroba didalam produk selama perlakuan penyimpanan. Sampel akan diuji per jam, per hari atau per minggu, tergantung jenis produk yang dibuat oleh peneliti. Untuk uji TPC digunakan media Plate Count Agar (PCA) yaitu media yang mengandung agar sehingga setelah dingin media tersebut akan menjadi padat. Untuk alasan kepraktisan, media untuk penyimpanan dibuat dalam satu kali sterilisasi dan kemudian dipanaskan kembali ketika dibutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanasan media PCA berulang terhadap uji TPC produk dan untuk mengetahui efektifitas media yang digunakan bila di panaskan berulang kali. Dari hasi penelitian didapatkan bahwa pemanasan media sampai 3 kali pemanasan masih bisa digunakan untuk uji TPC dengan hasil tidak berbeda nyata dengan media banko. Untuk pemanasan selanjutnya ke 4 dan seterusnya media tidak direkomendasikan untuk dipakai kembali karena mikroba yg tumbuh tidak optimal jumlah dan ukuranyan.. Hal ini disebabkan karena pemanasan berulang yang terlalu sering bisa mengubah/merusak kandungan nutrisi gizi media karena untuk tumbuh dan berkembang mikroba membutuhkan nutrisi pada media berupa molekul-molekul kecil yang dirakit untuk menyusun komponen sel-nya. pH media terlau asam mengakibatkan pertumbuhan mikroba kurang optimum karena pH optimum untuk mikroba tumbuh adalah pH netral.