I Made Pasek Anton Santiasa
Unknown Affiliation

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH MEDIA DAN PERBANDINGAN KONSENTRASI HORMON TANAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN TUNAS Adenium sp.YANG DIBIAKKAN SECARA KULTUR JARINGAN Pasek Anton Santiasa, I Made
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui medium dan perbandingan konsen-trasi hormon tanaman yang lebih baik untuk menumbuhkan Adenium sp secara kultur jaringan. Penelitian dilakukan dengan mengkultur tunas ketiak Adenium sp pada dua jenis media yang berbeda yaitu medium Murashige-Skoog (MS) dan medium White, dengan perbandingan konsentrasi hormon tanaman auksin : sitokinin (NAA : Kinetin) 1 μM : 10 μM,  25 μM : 5 μM,  50 μM : 1 μM. Jenis data yang diamati yaitu; (1) Persentase pertumbuhan tunas, (2) Waktu inisiasi tunas, Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan pengaruh antara dua medium dan konsentrasi hormon tanaman yang digunakan terhadap pertumbuhan tunas Adenium sp. yang dibiakkan secara kultur jaringan. Medium yang lebih baik adalah medium MS dengan perbandingan konsentrasi antara hormon tanaman auksin dan sitokinin (NAA : Kinetin) yaitu 25μM : 5μM.
ORDINASI VEGETASI HABITUS POHON DI SEPANJANG BADAN KAWASAN KECAMATAN SATARMESE KABUPATEN MANGGARAI DENGAN ALTITUDE YANG BERBEDA Yuliana Alicia Haribaik; Nyoman Wijana; I Made Pasek Anton Santiasa
Jurnal Pendidikan Biologi undiksha Vol. 6 No. 1 (2019)
Publisher : Undiksha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v6i1.21920

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) Komposisi spesies tumbuhan pada vegetasi di sepanjang badan kawasan Kecamatan Satarmese, (2) Pola ordinasi yang terbentuk pada vegetasi di sepanjang badan kawasan Kecamatan Satarmese. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh vegetasi yang ada di sepanjang badan kawasan Kecamatan Satarmese. Sampel penelitian ini adalah vegetasi yang terkaver oleh kuadrat  dengan ukuran 10m x 10m sebanyak 90 kuadrat di sepanjang badan kawasan Kecamatan Satarmese. Pengambilan sampel dilakukan secara sistematik sampling. Pengumpulan data floristik dengan menggunakan metode kuadrat. Data yang telah terkumpul selanjutnya dianalisis secara statistik ekologi dan deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) Komposisi spesies tumbuhan pada vegetasi di sepanjang badan kawasan Kecamatan Satarmese terdapat 868 individu tumbuhan  yang termasuk ke dalam 48 spesies dan tergolong ke dalam 26 familia. (2) pola geometrik ordinasi vegetasi di sepanjang badan kawasan Kecamatan Satarmese berpolakan geometrik diskontinu dimana unit-unit sampling terbagi menjadi tiga kelompok. Berdasarkan analisis 30 kuadrat, kelompok I terdiri atas kuadrat 1, 2, 3, 4, 5, 7, 8, 9, 10, kelompok II tersusun atas kuadrat 11, 12, 13, 15, 16, 17, 18, 19, 20, 23, dan kelompok III tersusun atas 21, 24, 25, 27, 28, 29, 30. Berdasarkan analisis 90 kuadrat, kelompok I terdiri atas plot 1, 2, 3, 4, 6, 7, 8, 10, 11, 14, 15, 16, 17, 18, 19, 20, 21, 22, 23, 24, 25, 26, 27, 28, 29, 30, 64, 67, 87, kelompok II terdiri atas plot 31, 32, 33, 34, 35, 36, 37, 38, 39, 40, 41, 43, 44, 45, 46, 48, 49, 50, 53, 55, 58, 68 dan kelompok III terdiri atas 5, 9,12, 13, 42, 47, 51, 52, 54, 56, 57, 59, 60, 61, 62, 63, 64, 65, 66, 67, 69, 70, 71, 72, 73, 74, 75, 76, 77, 78, 79, 80, 81, 82, 83, 84, 85, 86, 87, 88, 89, 90.
PENGARUH MEDIA DAN PERBANDINGAN KONSENTRASI HORMON TANAMAN TERHADAP PERTUMBUHAN TUNAS Adenium sp.YANG DIBIAKKAN SECARA KULTUR JARINGAN I Made Pasek Anton Santiasa
Prosiding Seminar Nasional MIPA 2011: PROSIDING SEMINAR NASIONAL MIPA UNDIKSHA 2011
Publisher : Prosiding Seminar Nasional MIPA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui medium dan perbandingan konsen-trasi hormon tanaman yang lebih baik untuk menumbuhkan Adenium sp secara kultur jaringan. Penelitian dilakukan dengan mengkultur tunas ketiak Adenium sp pada dua jenis media yang berbeda yaitu medium Murashige-Skoog (MS) dan medium White, dengan perbandingan konsentrasi hormon tanaman auksin : sitokinin (NAA : Kinetin) 1 μM : 10 μM,  25 μM : 5 μM,  50 μM : 1 μM. Jenis data yang diamati yaitu; (1) Persentase pertumbuhan tunas, (2) Waktu inisiasi tunas, Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan pengaruh antara dua medium dan konsentrasi hormon tanaman yang digunakan terhadap pertumbuhan tunas Adenium sp. yang dibiakkan secara kultur jaringan. Medium yang lebih baik adalah medium MS dengan perbandingan konsentrasi antara hormon tanaman auksin dan sitokinin (NAA : Kinetin) yaitu 25μM : 5μM.
Analisis Vegetasi dan Potensi Pohon Pakan Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis) di Kawasan Pura Agung Pulaki, Buleleng Moh. Jafron Syah; I Made Pasek Anton Santiasa; Mely Safitri; Made Luhur Sahadeva; Indra Saputra Sihotang; Made Allan Theja Kurniawan
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha Vol. 12 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v12i2.106515

Abstract

Monyet ekor panjang (Macaca fascicularis Raffles) merupakan primata anggota famili cercopithecidae yang memiliki peran penting terhadap ekosistem alami. Keberadaan M. fascicularis di Bali, tidak lepas dari adanya pengaruh kepercayaan umat hindu yang menganggap satwa ini sakral, sehingga populasinya tetap dipertahankan, salah satunya populasi M. fascicularis di kawasan pura Agung Pulaki, di desa Banyupoh, Gerokgak, Buleleng. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis vegetasi serta potensi tumbuhan yang dapat dijadikan sebagai pakan alami M. fascicularis di kawasan pura Agung Pulaki. Metode pengambilan data vegetasi menggunakan plot quadrat, sedangkan pencatatan potensi tumbuhan pakan menggunakan pencatatan aktivitas makan dengan ad libitum sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa komposisi vegetasi di kawasan pura agung pulaki terdiri atas vegetasi pohon, perdu dan semak dengan nilai INP tertinggi pada masing masing jenis vegetasi adalah Borassus flabellifer (pohon siwalan INP 39,54%), Azadirachta indica (pedu mimba INP 46,66%), dan Sida acuta (semak galunggang INP 66,40%). Indeks keanekaragaman jenis menunjukan keragaman yang masih tergolong sedang pada tingkat pohon (H’= 2,183) dan rendah pada vegetasi perdu (H’= 1,957) dan semak (H’= 1,445). Vegetasi yang ada sebagian besar tidak berpotensi sebagai pakan alami bagi M. fascicularis. Hal ini menjadi salah satu faktor dari adanya perubahan perilaku alami yang dapat mengancam keberlangsungan hidup satwa serta dapat merugikan manusia yang berada di sekitarnya. Upaya konservasi yang berkelanjutan dengan menambah pohon sebagai pakan alami satwa perlu dilakukan sebagai mitigasi konflik jangka panjang antara M. fascicularis dengan manusia di kawasan pura Agung Pulaki.