Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Perilaku Pemeliharaan Kesehatan Gigi dan Mulut pada Anak Autisme Ervon Veriza; Hendry Boy
Faletehan Health Journal Vol 5 No 2 (2018): Faletehan Health Journal, Juli 2018
Publisher : Universitas Faletehan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.519 KB) | DOI: 10.33746/fhj.v5i2.9

Abstract

Children with special needs is one of Indonesia's human resources whose quality must be improved in order to play a role, not only as the object of development but also as the subject of development. Children with special needs need to be identified and identified from the group of children in general, because they require special services, such as medical services, special education and specific exercises aimed at reducing the limitations and dependence of the disorder suffered, and foster self-reliance in the community. The purpose of this study was to obtain in-depth information about dental and oral health care behavior in children with autism in Harapan Mulia Special School in South Jambi. Qualitative research method using indepth interview with triangulation of source that is parent or caregiver, teachers and psychologist who build in SLB Harapan Mulia. The results show that the behavior of maintaining good oral hygiene in children with autism depending on the mother or caregiver. Supporting factors include the availability of dental and oral health facilities are still lacking, most of the informants looking for dental services or dentists who are known or trusted, not crowded so that children can also be comfortable and children not too long waiting. Reinforcing factor the behavior of maintaining good oral hygiene in children with autism at home is his mother or caregiver, while in school is a teacher companion.
Journaling Technique to Form Positive Behaviors in Adolescents Ervon Veriza; Pahrur Razi; Elvin Roza; Winda Triana
Faletehan Health Journal Vol 10 No 01 (2023): Faletehan Health Journal, Maret 2023
Publisher : Universitas Faletehan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33746/fhj.v10i01.503

Abstract

Usia remaja merupakan masa penting untuk pembentukan perilaku kesehatan. Akan tetapi, data menunjukkan bahwa lebih dari 20% remaja di Indonesia pernah melakukan perilaku beresiko terhadap kesehatan. Mayoritas perilaku beresiko yang dilakukan adalah merokok, minum alkohol, melakukan hubungan seksual pranikah dan penyalahgunaan narkoba. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas intervensi teknik jurnaling (menulis jurnal) untuk membentuk perilaku positif pada remaja. Metode yang digunakan adalah kuasi eksperimen dan desain deret waktu selama 3 bulan. Penelitian dilakukan pada bulan Maret sampai Mei 2022. Subjek penelitian terdiri dari satu kelompok perlakuan sebanyak 78 siswa SMA kelas XI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik jurnaling efektif dalam membantu remaja membentuk perilaku baru yang lebih positif dari sebelumnya dengan hasil p < 0,001. Semakin positifnya perilaku remaja berpengaruh terhadap menurunnya angka perilaku beresiko pada remaja. Penelitian ini dapat dijadikan sebagai acuan untuk mengembangkan penelitian selanjutnya terkait permasalahan perilaku remaja.
Pembentukan Desa Siaga Tanggap Tuberkulosis Melalui Kanti Cerito Sebagai Pendekatan Kearifan Lokal Dalam Upaya Pengendalian Tuberkulosis Abbasiah; Ervon Veriza
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 3 No. 2 (2024): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Kota Jambi. Pendekatan berbasis kearifan lokal, seperti Kanti Cerito, berpotensi meningkatkan partisipasi masyarakat dalam upaya pencegahan dan pengendalian TB. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menjelaskan inisiatif pembentukan Desa Siaga Tanggap Tuberkulosis menggunakan pendekatan Kanti Cerito sebagai kearifan lokal di wilayah kerja Puskesmas Putri Ayu, Kota Jambi, serta menilai efektivitas pendekatan ini dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengendalian TB. Metode pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan sosialisasi, pelatihan, dan implementasi program Kanti Cerito. Program ini mencakup pendidikan tentang TB, penyuluhan mengenai pentingnya deteksi dini, dan pembentukan kelompok-kelompok masyarakat yang aktif dalam mengawasi dan melaporkan kasus TB. Implementasi Kanti Cerito dalam pembentukan Desa Siaga Tanggap Tuberkulosis menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang TB. Partisipasi masyarakat dalam kegiatan deteksi dini dan pelaporan kasus TB meningkat, dan terdapat penurunan jumlah kasus TB yang tidak terdeteksi sebelumnya. Pendekatan berbasis kearifan lokal ini berhasil memperkuat komitmen masyarakat dan meningkatkan efektivitas program pengendalian TB. Pendekatan Kanti Cerito sebagai bagian dari program Desa Siaga Tanggap Tuberkulosis terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran, partisipasi, dan pengendalian TB di wilayah kerja Puskesmas Putri Ayu. Integrasi kearifan lokal dalam strategi kesehatan masyarakat dapat menjadi model yang berharga untuk pengendalian penyakit menular di komunitas.
PEMBENTUKAN POLAS (POLISI ASRAMA) SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN SCABIES PADA ANAK PONDOK PESANTREN SEBERANG KOTA JAMBI Widia Widia; Tiara Amidhea Febriyanti; Vian Setiahati Zebua; Suci Liana Putri; Ervon Veriza
BINAKES: Jurnal Pengabdian Kesehatan Masyarakat Vol 3 No 1 (2022): Jurnal Binakes
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35910/binakes.v3i1.574

Abstract

ABSTRAK Latar Belakang: Scabies merupakan penyakit kulit menular yang banyak ditemui pada anak pesantren disebabkan oleh lingkungan yang kurang baik, personal hygiene yang buruk, pengetahuan yang kurang sehingga terjadinya risiko penularan penyakit scabies. Tujuan PKM untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mencegah scabies setelah edukasi penyakit scabies pada anak Pondok Pesantren Seberang Kota Jambi. Metode: Pemberdayaan masyarakat dengan pembentukan POLAS (Polisi Asrama). Kemudian polisi asrama diberikan penyuluhan tentang scabies dan pelatihan penyuluhan agar polisi asrama mampu memberikan penyuluhan kepada santri lainnya. Pengumpulan data dari data primer yang diperoleh dari wawancara dan kuesioner ini akan dilakukan pada bulan Juli-September 2022 dengan jumlah partisipasi sebanyak 36 orang siswa dan 3 orang guru. Hasil terbentuknya POLAS (Polisi Asrama). Hasil: Diperoleh peningkatan pengetahuan dan keterampilan tentang scabies pada polisi asrama dari 61% (pre test) menjadi 100% (post test) dan peningkatan pengetahuan santri lainnya tentang scabies setelah diberikan penyuluhan oleh polisi asrama dari 57,30% (pre test) menjadi 98,46% (post test).Kesimpulan: Terjadi peningkatan pengetahuan pada kader Polisi Asrama (Polas) yang dibentuk untuk pencegahan penularan scabies. ABSTRACTBackground: Scabies is an infectious skin disease that is often found in Islamic boarding school children caused by an unfavorable environment, poor personal hygiene, lack of knowledge so that there is a risk of scabies transmission. The aim of PKM is to increase knowledge and skills in preventing scabies after scabies education for children at Seberang Islamic Boarding Schools, Jambi City. Method: Empowering the community by forming POLAS (Asrama Police). Then the hostel police were given counseling about scabies and counseling training so that the hostel police were able to provide counseling to other students. Data collection from primary data obtained from interviews and questionnaires will be carried out in July-September 2022 with the participation of 36 students and 3 teachers. The result of the formation of POLAS (Polisi Asrama). Results: Result showed an increase in knowledge and skills about scabies in the boarding police from 61% (pre test) to 100% (post test) and an increase in other students' knowledge about scabies after being given counseling by the boarding police from 57.30% (pre test) to 98 .46% (post test) Conclusion: There was an increase in the knowledge of the Dormitory Police cadres (Polas) who were formed to prevent scabies transmission.
Efektifitas Edukasi Kesehatan Dalam Meningkatkan Dukungan Keluarga Terhadap Pemberian ASI Eksklusif Sapna Nur Safitri; Abbasiah; Ervon Veriza; Supatmiyati
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 5 No. 1 (2025): Nursing and Health Care Technology-January to June Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v5i1.98

Abstract

Cakupan pemberian ASI eksklusif di Indonesia dan Provinsi Jambi masih berada di bawah target nasional. Kurangnya dukungan keluarga menjadi salah satu hambatan utama. Media edukasi berbasis video dinilai mampu meningkatkan pemahaman dan sikap keluarga terhadap pentingnya pemberian ASI eksklusif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas edukasi kesehatan melalui media video terhadap pengetahuan dan sikap keluarga dalam mendukung pemberian ASI eksklusif. Penelitian kuasi-eksperimen dengan desain pretest-posttest with control group dilakukan terhadap 62 responden yang dibagi ke dalam kelompok intervensi (video edukasi) dan kontrol (leaflet). Instrumen berupa kuesioner pengetahuan dan sikap yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Terdapat peningkatan signifikan skor pengetahuan dan sikap dalam kedua kelompok (p<0,001), dengan peningkatan yang lebih besar pada kelompok intervensi. Nilai mean rank peningkatan pengetahuan dan sikap kelompok intervensi masing-masing adalah 43.58 dan 46.60, lebih tinggi dibanding kontrol. Media video edukasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap keluarga dalam mendukung ASI eksklusif. Edukasi berbasis audiovisual direkomendasikan sebagai strategi promosi kesehatan berbasis keluarga di layanan primer.