Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

VALUASI EKONOMI EKOSISTEM MANGROVE DI DESA PASAR NGALAM KABUPATEN SELUMA Jenny Rospita; Zamdial Zamdial; Person Pesona Renta
JURNAL ENGGANO Vol 2, No 1
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (708.557 KB) | DOI: 10.31186/jenggano.2.1.115-128

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghitung dan menganalisis valuasi ekonomi mangrove di Desa Pasar Ngalam Kabupaten Seluma. Penelitian dilaksanakan di Desa Pasar Ngalam Kecamatan Air Periukan Kabupaten Seluma. Waktu penelitian dilaksanankan pada bulan Agustus – September 2016, adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dan metode wawancara. Kondisi perairan ekosistem mangrove di Desa Pasar Ngalam masih dalam kondisi yang baik. Manfaat dari ekosistem mangrove di Desa Pasar Ngalam Kabupaten Seluma terdiri dari manfaat langsung yaitu kegiatan perikanan tangkap, manfaat tidak langsung berupa penghalang terhadap abrasi pantai, manfaat pilihan berupa manfaat keanekaragaman hayati, dan manfaat eksistensi berupa WTP. Nilai Total Ekonomi dari ekosistem mangrove di Desa Pasar Ngalam Kabupaten Seluma sebesar Rp719.805.999,-/per tahun, yang terdiri dari nilai manfaat langung sebesar Rp328.692.000,- per tahun (45,39%), manfaat tidak langsung sebesar Rp386.291.010,-/tahun (53,32%),nilai manfaat pilihan sebesar Rp1.522.989,- per tahun (0,21%), dan nilai keberadaan sebesar Rp3.300.000,- per tahun (0,45).
ANALISIS ASPEK TEKNIS DAN EKONOMIS USAHA PERIKANAN TANGKAP JARING INSANG DI DESA BANJARSARI, KECAMATAN ENGGANO, KABUPATEN BENGKULU UTARA Chris Meriya KN; Zamdial Zamdial; Ali Muqsit
Pena Akuatika Jurnal Ilmiah Perikanan Dan Kelautan Vol 20, No 1 (2021): PENA AKUATIKA JURNAL ILMIAH PERIKANAN DAN KELAUTAN
Publisher : Fakultas Perikanan Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/penaakuatika.v20i1.1190

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis aspek teknis dan ekonomis usaha perikanan tangkap jaring insang di Desa Banjarsari Kecamatan Enggano Kabupaten Bengkulu Utara. Hasil Penelitian diharapkan dapat menjadi informasi untuk pengembangan usaha perikanan tangkap dengan jaring insang di Kecamatan Enggano Kabupaten Bengkulu Utara. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2020. Metode penelitian menggunakan metode observasi dan wawancara. Dari analisis aspek teknis dilakukan pada 13 responden dan diperoleh hasil ukuran perahu jaring insang ialah 2.75 GT, mesin perahu yang digunakan ialah Honda GX-200 dengan kekuatan daya mesin 5.5 PK -6.5 PK, Ukuran jaring insang memiliki panjang total 1.327 meter dengan kedalaman 1-2 meter. Daerah penangkapan berada di perairan Kahabi, Berhau, hingga ke balik Pulau Enggano. ABK yang bekerja sebanyak 2-3 orang dalam satu kapal. Hasil tanggapan berupa ikan Ketambak (Lutjanus mahogoni), Gebur (Caranx sp), Belanak (Crenimugil crenilabis), Merang (Siganus verniculatus), Cabe-cabe (Siganus canaliculatus), Nawi (Lujanus argentimaculatus), Bayam (Scarus taeniopterus). Analisa usaha penangkapan ikan dengan menggunakan jaring insang dinyatakan layak dengan hasil NPV Rp 85.161.412, Net B/C Ratio 1.2, IRR 76% menggunakan tingkat suku bunga deposito Bank 7% dan PP 1.25 (1 tahun 2 Bulan 5 Hari) cepat kembali dari umur teknis 5-6 tahun.Kata kunci : Analisi kelayakan usaha, Jaring insang, Desa Banjarsari, Kecamatan Enggano ABSTRACTThe goals of this research were to analyze technical aspect and gillnet fisheries business in Banjarsari Village, Enggano sub-district, North Bengkulu district. The result can be information to fisheries development with gillnet in Enggano sub-district, North Bengkulu district. This result held on May to June 2020. The method used observation method and interview. Analyze technical aspect did to 13 respondents, it showed the size of gillnet boat was 2.75 GT, boat machine was Honda GX-200 with 5.5 – 6.5 PK Engine power. The size of gillnet was 1.327 meter of length with 1-2 meter of depth. Fishing area was in Kahabi waters, Berhau to the back of the island. The crew was 2-3 people in every boat. The fish catches were Lutjanusmahogoni, Caranxsp, Crenimugilcrenilabis, Siganusverniculatus, Siganuscanaliculatus, Lujanusargentimaculatus,Scarustaeniopterus. The business analysis by using gillnet is feasible with NPV was Rp 85.161.412, Net B/C Ratio was 1.2, IRR was 76% using 7% of bank deposit rates and PP was 1.25(1 year, 2 months, 5 days) fast back from 5-6 years technical age.Keywords: business feasibility analysis, gillnet, Banjarsari village, enggano sub-district
PENGARUH JENIS UMPAN TERHADAP HASIL TANGKAPAN IKAN SIDAT (Anguilla spp.) DI SUNGAI TANJUNG AGUNG BENGKULU Zamdial Zamdial; Ali Muqsit; Nofan A. Sholih
Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap Vol 14 No 1 (2025): Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/amanisal.v14i1.18829

Abstract

Bengkulu Province, which is located on the West Coast of Samudera Island, is known to have a coastline of ± 525 km, and is directly connected to the Indian Ocean. There are several large rivers that flow to the coast of Bengkulu Province. Fish resources in the waters of Bengkulu Province are quite potential, both in terms of number and type of fish. One type of fish that is currently receiving attention for use and development is the eel (Anguilla spp.). Bengkulu Province, which ranks second in terms of eel production in Indonesia, with a contribution of 16.1% in 2018. This research aims to analyze the effect of various types of bait on catches of eels (Anguilla spp.) in the Tanjung Agung River, Sungai Serut District, Bengkulu City. This research was carried out using experimental methods. There were 3 types of bait used in this research, namely worms, shrimp and snails. This research used a Completely Randomized Design (CRD) and data analysis used the Kruskal-Wallis Test. Only one species of eel was caught, namely Anguilla bicolor. Apart from eels, other types of fish were also caught, namely tilapia (Oreochromis niloticus), betok fish (Anabas testudineus) and catfish (Clarias batrachus). The difference between three types of bait has no effect on the catch of eels (Anguilla spp.) using hand lines in the Tanjung Agung River, Bengkulu City.
Tingkat Akurasi Instrumen Pengukuran pH Perairan Berbasis Internet of Things (IoT) Deddy Bakhtiar; Dermian Rosida Purba; Zamdial Zamdial
Justek : Jurnal Sains dan Teknologi Vol 8, No 1 (2025): Maret
Publisher : Unversitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/justek.v8i1.28894

Abstract

Abstract:  One of the important parameters in monitoring water quality is pH. pH measurement can be done by measuring remotely based on IoT. However, there is no information that explains the accuracy level of IoT-based remote measurements. This study was conducted with the aim of testing the accuracy level of pH measurement using an IoT-based remote pH sensor. The design of the pH measuring instrument uses a PH-4502C sensor that is embedded in the ESP 8266 microcontroller through programming in the Arduino IDE. Data communication uses the Thingspeak IoT platform. Testing the accuracy of the pH sensor measurement results is done by comparing the value to the standard pH. The relative difference between the sensor pH value and the standard pH value is assessed as the measurement error rate. The results showed that the measurement error rate (relative difference) was 4.75%, which means the sensor accuracy rate was 95.25%. The comparative test results also prove that there is no significant difference in the measurement results of the pH sensor with the standard pH. This shows that the designed instrument has functioned well with a high level of accuracy so that it can be applied in the field for water monitoring.Abstrak: Salah satu parameter penting dalam pemantauan kualitas perairan adalah pH. Pengukuran pH dapat dilakukan dengan mengukur secara jarak jauh berbasiskan IoT. Namun belum ada informasi yang menjelaskan tingkat akurasi pengukuran jarak jauh berbasiskan IoT. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menguji tingkat akurasi pengukuran pH menggunakan sensor pH secara jarak jauh berbasiskan IoT. Perancangan instrumen pengukur pH menggunakan sensor PH-4502C yang ditanamkan pada mikrokontroler ESP 8266 melalui pemrograman pada Arduino IDE. Komunikasi data menggunakan platform IoT Thingspeak. Pengujian tingkat akurasi hasil pengukuran sensor pH dilakukan dengan membandingkan nilai pada pH standar. Selisih relatif nilai pH sensor dengan nilai pH standar dinilai sebagai tingkat kesalahan pengukuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesalahan pengukuran (selisih relatif) sebesar 4,75 % yang berarti tingkat akurasi sensor sebesar 95,25 %.  Hasil uji komparatif juga membuktikan tidak ada perbedaan yang signifikan hasil pengukuran pH sensor dengan pH standar. Hal ini menunjukkan bahwa instrumen yang dirancang telah berfungsi dengan baik dengan tingkat akurasi yang tinggi sehingga dapat diaplikasikan di lapangan untuk monitoring peraira