Ratna Nurlaila
Universitas Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

SOCIAL MEDIA AS AN ONLINE CONSULTATION SERVICE Ratna Nurlaila
Mediakom Vol 4 No 1 (2021): Vol 4 No 1 (2021)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Aplikasi Informatika, Informasi dan Komunikasi Publik (APTIKA dan IKP) Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Kementerian Komunikasi dan Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17933/diakom.v4i1.90

Abstract

Penelitian ini mengkaji akun BagiKata di media sosial Line yang merupakan layanan konsultasi daring guna mengetahui lebih dalam faktor-faktor yang muncul saat user BagiKata berkonsultasi daring dan bagaimana user berkonsultasi, berterus terang dan mengelola masalah privasinya kepada handler BagiKata di media sosial Line dengan pendekatan teori Communication Privacy Management (CPM). Penelitian ini menggunakan metode penelitian netnografi guna mempelajari komunitas daring pada akun BagiKata di media sosial Line. Penemuan unik dalam penelitian ini adalah bahwa konsultasi daring merupakan hal yang membantu sebagai pertolongan awal (sebelum bertemu pakar) saat user BagiKata merasa terbebani dan perlu berkonsultasi guna melegakan ranah psikis mereka, sebab sifatnya yang relevan dengan Internet of Things (IoT) berupa anonim, nyaman (untuk berterus terang dan berekspresi), cepat, dan berbiaya murah ataupun gratis, memungkinkan pengguna untuk nyaman berterus terang dan mendapatkan layanan di waktu dan tempat yang fleksibel. Temuan lainnya, ada perbedaan antara konsultasi daring dan konsultasi luring di mana berkonsultasi secara langsung dengan pakar lebih holistik sebab menampilkan komunikasi nonverbal seperti body language, ekspresi, serta intonasi. Dengan adanya konsultasi daring melalui akun BagiKata di media sosial Line, menjadikan posisi pakar dan nonpakar terkadang bias seperti konsep the death of expertise. Penemuan unik lainnya yaitu layanan konsultasi melalui akun Bagikata di media sosial Line dengan menggunakan Bahasa Inggris lebih diharapkan oleh pengguna layanan konsultasi, guna menghindari lebih banyak memori negatif yang tersimpan dalam bahasa ibu.