Gabriella Sagita Putri
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

THE SURABAYA CITY GOVERNMENT’S CRISIS COMMUNICATION STRATEGY THROUGH “BANGGA SURABAYA” MEDIA Adhi Murti Citra Amalia; Gabriella Sagita Putri
Mediakom Vol 4 No 1 (2021): Vol 4 No 1 (2021)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Aplikasi Informatika, Informasi dan Komunikasi Publik (APTIKA dan IKP) Badan Penelitian dan Pengembangan SDM Kementerian Komunikasi dan Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17933/diakom.v4i1.182

Abstract

Kemajuan teknologi digital memaksa institusi pemerintah membenahi cara berkomunikasinya dengan masyarakat, termasuk dalam hal mengkomunikasikan krisis. Komunikasi krisis sebelumnya banyak menggunakan bantuan media massa, namun kemudian semakin bergeser ke media digital, seperti yang dilakukan oleh Pemerintah Kota-Pemkot Surabaya yang menciptakan medianya sendiri yaitu “Bangga Surabaya”. Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan strategi komunikasi krisis Pemkot Surabaya melalui media “Bangga Surabaya”, yang diterapkan mulai dari pre-crisis, crisis events, hingga post-crisis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi Pemkot Surabaya terdiri dari penentuan khalayak, pesan, saluran media, hingga komunikator. Pemkot Surabaya lebih mengedepankan pesan yang bersifat edukatif, informatif, dan membangun optimisme positif, untuk menjaga masyarakat tetap tenang dan kondusif selama penanggulangan krisis berlangsung. Pada tahapan pre-crisis, Pemkot Surabaya melakukan monitoring media untuk isu-isu yang berpotensi menjadi krisis, edukasi pencegahan krisis, dan penyampaian informasi tentang persiapan krisis. Di tahap crisis events, Pemkot Surabaya mengkolaborasikan media “Bangga Surabaya” dengan media massa lainnya untuk mengkomunikasikan perkembangan krisis. Terakhir, di tahap post-crisis Pemkot Surabaya melakukan evaluasi atas penanganan krisis dan memonitor kembali tentang potensi krisis.