Nurfathana Mazhud
Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Muslim Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Kohesi dan Koherensi Ragam Bahasa Percakapan Masyarakat Pendatang di Daerah Pangandaran Kabupaten Ciamis Nurfathana Mazhud
DISASTRA: PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA Vol 2, No 2 (2020): JULI
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/disastra.v2i2.3065

Abstract

Daerah Pangandaran menjadi objek wisata primadona Jawa Barat, konon sudah cukup terkenal sejak zaman penjajahan Belanda. Hal inilah yang menjadi alasan untuk melakukan penelitian. Adapun tujuan penelitian yakni (1) untuk mengetahui bahasa percakapan yang lebih dominan digunakan; (2) untuk mengetahui ketepatan pelafalan dalam penggunaan kosakata bahasa Sunda; dan (3) untuk mengetahui faktor penyebab munculnya ragam bahasa. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian survei. Survei digunakan untuk memperoleh dan mengumpulkan data atau informasi tentang objek penelitian yaitu percakapan. Berdasarkan uraian hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan sebagai berikut: (1) Bahasa yang digunakan yaitu: bahasa Sunda, bahasa Jawa, bahasa Indonesia, dan adapula yang kadang menggunakan bahasa Inggris jika wisatawan mancanegara yang berkunjung ke sana tidak mengetahui bahasa Indonesia; (2) Dari segi kohesi wacana menunjukkan bahwa dalam data tersebut terdapat pemarkah kohesi yang digunakan oleh penutur dalam percakapan, baik bentuk reduplikasi maupun konjungsi yang digunakan dalam kalimat yang dituturkan dan digunakan dalam suasana dan tempat yang sama; dan (3) Dari segi koherensi wacana dalam setiap analisis percakapan yang telah dilakukan menunjukkan bahwa tidak semua percakapan menunjukkan koherensi suatu wacana, namun terdapat pula percakapan yang tidak menunjukkan koherensi disebabkan karena banyaknya penutur sehingga munculnya topik baru dalam percakapan tersebut sulit untuk dihindari.