Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengaruh Self-Management Terhadap Prokrastinasi Akademik Pada Mahasiswa Tingkat Akhir Mawardi Siregar; Syiva Fitria; Ema Damayanti
Jurnal Pendidikan dan Konseling (JPDK) Vol. 4 No. 1 (2022): Jurnal Pendidikan dan Konseling
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.818 KB) | DOI: 10.31004/jpdk.v4i1.3728

Abstract

Argumen penelitian ini didasari oleh asumsi bahwa self-management mempengaruhi prokrastinasi akademik mahasiswa dalam menyelesaikan skripsi. Didesain dalam bentuk penelitian kuantitatif kausalitas, data dikumpulkan dari 71 orang responden yang terdiri dari laki-laki sebanyak 12,6% dan perempuan 87,3% dengan rentang usia 21-29 tahun. Responden dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Untuk mengumpulkan data, digunakan angket yang pertanyaannya mencakup informasi biografi responden serta dua skala pengukuran self-management dan prokrastinasi akademik. Data dianalisis berdasarkan rumus regresi linear sederhana. Kajian ini menemukan tingkat self-management mahasiswa sangat variatif. Sebanyak 17 % berkategori tinggi, 75% berkategori sedang, dan 8% berkategori rendah. Demikian pula prokrastinasi akademiknya, 15% berkategori tinggi, 62% berkategori sedang dan 23% berkategori rendah. Hasil analisis regresi linier sederhana menunjukkan bahwa t hitung > t tabel = 4,926 > 2.000 dengan nilai Sig 0.000 < 0.05 dengan pengaruh sebesar 0,260 atau 26,0%. Uji statistik ini menguatkan argumen bahwa self-management berpengaruh signifikan terhadap prokrastinasi akademik dalam penyelesaian kuliah.
Manajemen Pembinaan Sumber Daya Da’i Melalui Organisasi Dakwah di Kota Langsa Mawardi Siregar
Idarotuna: Jurnal Kajian Manajemen Dakwah Vol 4, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/idarotuna.v4i1.16877

Abstract

Kajian tentang manajemen dakwah selama ini cenderung menyoroti pelaksanaan program dakwah maupun manajemen kelembagaannya. Kajian ini tampil dari perspektif yang berbeda, karena lebih fokus menyoroti manajemen pembinaan sumber daya da’i yang merupakan aset penting dalam pencapaian tujuan dakwah. Kajian ini didesain dalam bentuk penelitian kualitatif. Sumber data utamanya diperoleh secara langsung melalui wawancara mendalam dengan pimpinan organisasi dakwah di Kota Langsa yang dipilih secara purposive. Data juga dikumpul melalui observasi dan studi dokumentasi yang berkaitan dengan kegiatan pembinaan da’i oleh organiasi dakwah di Kota Langsa. Penelitian ini mengungkap, bahwa manajemen pembinaan sumber daya da’i di Kota Langsa sudah dilakukan, namun belum optimal. Akibatnya, para da’i masih cenderung berdakwah berdasarkan pengalaman-pengalaman yang didapatkannya selama berdakwah. Penelitian ini berargumen bahwa pembinaan da’i merupakan hal yang mutlak dilakukan, sebab da’i tidak berhadapan dengan situasi yang statis. Bahkan dinamisnya kehidupan masyarakat yang menjadi sasaran dakwah menuntut penguasaan terhadap manajemen dakwah.
Need Assesment of Guidance and Counseling Module to Improve Freshmen Self-Adjustment Rizky Andana Pohan; Mawardi Siregar
Biblio Couns : Jurnal Kajian Konseling dan Pendidikan Vol 3, No 3 (2020): Biblio Couns : Jurnal Kajian Konseling dan Pendidikan
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP UMSU

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.452 KB) | DOI: 10.30596/bibliocouns.v3i3.5221

Abstract

Adjustment has become one of the global problems for freshmen in the world. Intervention in the form of psychoeducation is needed to accelerate and increase the adaptive capacity of freshmen in tertiary institutions. The module is an alternative assistance that can be used by the counselor to help him. This study aims to analyze the description of the needs for guidance and counseling modules to improve the adjustment of freshmen. The research method used is a quantitative approach through a random survey of 112 students of the Islamic Guidance and Counseling Study Program of the Langsa State Islamic Institute through the Google Forms application in June 2020. The literature study rests on module theory and adjustment, while the analysis of the survey results analyzed through descriptive statistical analysis techniques by looking at the categorization of student answers. The results showed that freshmen had problems in their adjustment process. The freshmen need for guidance and counseling modules to assist him in the adjustment process is in a high category. Therefore, guidance and counseling modules to improve self-adjustment according to the characteristics of freshmen and their environment need to be developed immediately. 
GAYA KOMUNIKASI ISLAMI PIMPINAN DALAM MENARIK MINAT MASYARAKAT MENYEKOLAHKAN ANAK KE DAYAH MISBAHUR RASYAD ACEH TAMIANG Mawardi Siregar; Muhammad Mukhlis; Nuriah Nuriah
Jurnal Darussalam: Jurnal Pendidikan, Komunikasi dan Pemikiran Hukum Islam Vol 13 No 2 (2022): April 2022
Publisher : IAI Darussalam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30739/darussalam.v13i2.1439

Abstract

The Scholars have emphasized the bulk of studies on communication styles from a general communication perspective. This article looks at the Islamic communication style from a new angle to see how it may help an institution gain public confidence and improve its reputation. The Data was gathered through in-depth interviews with carefully chosen informants, as part of a qualitative study. The collection of interview guidelines is intended to make the interviews more structured and oriented toward the targeted research goals. Additionally, for data collected during the study, repeated observations at the research location are a possibility. To complete the essential data, relevant documents are also used. Using Hamid Mowlana's notion of Islamic communication, this study demonstrates that the leadership's Islamic communication style has an influence on the institution's reputation because leaders and members are able to develop communication that is more dynamic, humanistic, and promotes civility. The results of this study also show that the Islamic communication style can increase public trust in sending their children to the boarding school of Misbahur Rasyad Al-Aziziyah
Yasin 41 Sebagai Praktik Komunikasi Transedental dan Dukungan Sosial Pada Masyarakat Muslim Aceh Kontemporer Mawardi Siregar; Siti Nur Shalima
Hikmah Vol 19, No 2 (2025): JURNAL ILMU DAKWAH DAN KOMUNIKASI ISLAM
Publisher : IAIN Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24952/hik.v19i2.17924

Abstract

Mayoritas kajian tentang tradisi membaca Yasin 41 fokusnya cenderung pada pendeskripsian sejarah, tata cara pelaksanaan, persoalan hukum dan sebagai tradisi ritual keagamaan an sich. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana masyarakat Aceh memfungsikan tradisi membaca Yasin 41 sebagai praktik komunikasi transendental untuk menyampaikan harapan kepada Tuhan dan ruang memperkuat dukungan spiritual. Kajian ini didesain dengan pendekatan etnografi. Data dikumpulkan melalui observasi partisipan dan wawancara mendalam dengan imam dan jamaah pembaca Yasin 41 di Aceh. Dengan mengintegrasikan konsep komunikasi transedental Dedy Mulyana dan teori dukungan spritual Pargament, kajian ini berargumen bahwa membaca Yasin 41 secara berjamaah dapat menguatkan kedekatan dengan Tuhan sekaligus media penguatan spiritual jamaah untuk mencari kenyamanan batin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat memfungsikan tradisi membaca Yasin sebagai praktik komunikasi transendental melalui proses yang melibatkan hubungan interpersonal, keyakinan, pengalaman batin dan hubungan spiritual dengan Tuhan. Pertemuan rutin setiap malam Jumat untuk membaca Yasin sekaligus memberikan pengalaman religius bagi setiap jamaah untuk menjalani kehidupan yang lebih optimis. Dengan demikian, Yasin 41 berfungsi ganda, yaitu sebagai komunikasi transedental memperkuat hubungan manusia dengan Tuhan, sekaligus sebagai mekanisme untuk memperkuat dukungan spritual dalam kehidupan sosial masyarakat Muslim Aceh.
MENEGOSIASI KESALEHAN: DAKWAH PEREMPUAN DALAM BAYANG-BAYANG PATRIARKI DI RUANG PUBLIK ACEH Aprina Aprina; Mawardi Siregar
ORASI: Jurnal Dakwah dan Komunikasi Vol. 17 No. 1 (2026)
Publisher : UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24235/meqj6335

Abstract

Praktik dakwah perempuan di Aceh dalam konteks struktur sosial dan keagamaan masih dipengaruhi oleh budaya patriarki. Kajian ini fokus untuk mengeksplorasi bagaimana pendakwah perempuan menegosiasikan kesalehan sebagai strategi untuk memperoleh legitimasi serta memperluas partisipasi dakwah di ruang publik Aceh. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 5 orang da’iyah di Kota Langsa, observasi dan studi dokumentasi. Untuk mengetahui bagaimana struktur sosial membentuk relasi kuasa gender dalam ruang dakwah, maka kajian ini dianalisis dengan menggunakan teori patriarki Sylvia Walby. Untuk melihat praktik kesalehan sebagai strategi negosiasi pendakwah perempuan di ruang publik Aceh, di kaji berdasarkan teori agensi kesalehan Saba Mahmood. Temuan penelitian ini mengungkap bahwa pendakwah perempuan di Aceh merupakan aktor keagamaan yang aktif menegosiasikan kesalehan, sehingga tetap eksis menyampaikan dakwah di ruang publik. Pendakwah perempuan mengembangkan tiga strategi dakwah yang adaptif terhadap norma patriarki, yaitu pendekatan emosional dan spiritual untuk membangun kedekatan dengan jamaah, penguatan dakwah komunitas perempuan sebagai basis sosial, serta adaptasi komunikasi yang kontekstual terhadap budaya lokal. Kajian ini menegaskan bahwa ruang publik Aceh merupakan arena negosiasi antara agama, budaya,dan relasi kuasa gender dalam masyarakat Muslim kontemporer.   Kata Kunci: Agensi Kesalehan; Negosiasi; Pendakwah Perempuan; Patriarki; Aceh