Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Pemilihan Moda Transportasi Rute Semarang – Jakarta (Studi Kasus : Pegawai Negeri Sipil Biro Manajemen Barang Milik Negara dan Pengadaan Sekretariat Jenderal Kementerian Keuangan) Ardina Rahmalia; Bambang Riyanto; Suseno Darsono
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 18, No 2 (2020)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1420.282 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v18i2.7392

Abstract

Rute Semarang–Jakarta merupakan rute yang sibuk dikarenakan pusat pemerintahan dan perekonomian berada di sana. Pada rute ini, terdapat berbagai pilihan moda transportasi dengan jadwal, biaya, serta fasilitas pendukung yang beragam. Oleh sebab itu, prioritas moda serta prioritas kriteria perlu dianalisis. Dalam hal ini, pemilihan moda dianalisis menggunakan metode Analytical Hierarchy Process dengan responden PNS golongan IV, III, dan II. Prioritas kriteria menurut karakteristik perjalanan pada seluruh golongan mengutamakan maksud perjalanan dibandingan dengan tujuan dan waktu terjadinya perjalanan. Sedangkan prioritas kriteria menurut sistem transportasi, seluruh golongan mengutamakan keselamatan dan keamanan dibandingkan dengan lama waktu perjalanan, biaya transportasi, frekuensi, kenyamanan, dan kemudahan. Alternatif moda yang dipertimbangkan antara lain kereta api kelas ekonomi, bisnis, dan eksekutif, serta pesawat terbang kelas ekonomi dan bisnis. Prioritas moda utama  pada golongan IV dan III yaitu pesawat terbang kelas ekonomi, sedangkan pada golongan II yaitu kereta api kelas eksekutif. Persamaan sensitivitas yang diperoleh adalah YIV=0,103x1+0,051x2+0,041x3+0,122x4+0,079x5+0,255x6+0,350x7; YIII=0,082x1+0,1041x2+0,032x3+0,105x4+0,071x5+0,260x6+0,347x7; YII=0,090x1+0,180x2+0,038x3+0,125x4+0,095x5+0,217x6+0,254x7 dimana YIV , YIII , YIIadalah bobot moda transportasi global pada golongan IV, III, II yang baru dan x1sampai x7 merupakan bobot moda transportasi pada kriteria lama waktu perjalanan, biaya transportasi, frekuensi, kenyamanan, kemudahan, keamanan, serta keselamatan. Persamaan tersebut dapat digunakan untuk mengetahui perubahan prioritas moda akibat perubahan kondisi di masa yang akan datang untuk meminimalisir risiko yang ditimbulkan.
ANALISIS STABILITAS DAN KEAMANAN BENDUNGAN CIAWI (DRY DAM) DI PROVINSI JAWA BARAT Lia Maretha; Suseno Darsono; Kresno Wikan Sadono
Rang Teknik Journal Vol 3, No 2 (2020): Vol. 3 No. 2 Juni 2020
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.702 KB) | DOI: 10.31869/rtj.v3i2.1793

Abstract

Bendungan Ciawi merupakan bendungan kering (dry dam) pertama di Indonesia yang memiliki fungsi utama sebagai pengendali banjir (detention dam) dan merupakan program pemerintah dalam penanggulangan banjir di DKI Jakarta. Bendungan Ciawi dibangun dengan konsep dry dam yaitu pada saat kondisi normal bendungan Ciawi tidak memiliki tampungan air dan saat banjir bendungan akan menampung dan kemudian akan mengalirkan melalui saluran conduit dengan diameter 4.2 m. Bendungan urugan memiliki resiko mengalami kegagalan, maka hal penting yang perlu menjadi perhatian yaitu stabilitas lereng pada bendungan. Ciawi Dry Dam memiliki kapasitas 6,05 juta m3 dengan tinggi 55 m dan masuk dalam klasifikasi IV (extrem) atau memiliki resiko bahaya yang tinggi jika terjadi kegagalan, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai faktor keamanan (FK) dari berbagai kondisi pada lereng Bendungan Ciawi. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dan metode analisis data secara kuantitatif meliputi pemetaan geologi dan geologi teknik, serta analisis kestabilan lereng dengan bantuan perangkat lunak GeoStudio 2012 Slope/W. Perhitungan nilai Faktor Keamanan (FK) dilakukan pada tiga kondisi yaitu kondisi selesai konstruksi, muka air normal dan rapid drawdown. Dari hasil perhitungan pada kondisi tanpa gempa dan gempa Operation Base Earthquake (OBE) nilai FK telah memenuhi syarat minimum berdasarkan SNI 8064:2016.
MODEL SISTEM PENUNJANG KEPUTUSAN (DECISION SUPPORT SYSTEM MODEL) UNTUK PERENCANAAN PENGELOLAAN WILAYAH SUNGAI SESUAI UU 7/2004 Suseno Darsono; Pranoto S.A.
TEKNIK Vol 29, No 3 (2008)
Publisher : Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.112 KB) | DOI: 10.14710/teknik.v29i3.1969

Abstract

Total population increase therefore water supply requirement, irrigation water, as well as requirement ofresidential areas are also increase. Many ways in development of water resources management arerequired to fulfill future water requirement, and need minimizing land use changes. Integrated waterresources management planning based on river basins is required. Polices for water resourcesconservation program, exploitation of water resources and control of the water’s destructive force arerequired for optimizing water resources management. A holistic water resources management is requiredfor protecting, maintaining as well as increasing the value of water resources. According to WaterResources Law No. 7 year 2004, a water resources planning for a river basin has to prepare withparticipation of some stakeholders. Many program alternatives of water resources management will beproduced from a water resources management planning process. Thus, the ranking analysis of alternativeprograms needs to be proceeded. Decision Support System (DSS) with weighting optimization model is atool for helping to determine the rank of water resources development programs. The DSS technique needscriteria as basic for prioritizing water resources development programs. Determination weight for eachcriterion and score for each alternative water resources development program are required. Applicationof this model is a priority analysis of water resources development program from JRATUNSELUNA riverbasin for administration district Jepara, Kudus and Demak