Amriyadi Amriyadi
Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Dalam Penilaian Kinerja Sistem Jaringan Irigasi Pada Daerah Irigasi Wawotobi di Kabupaten Konawe Provinsi Sulawesi Tenggara Amriyadi Amriyadi; Edijatno Edijatno; Theresiah Sri Sidharthi
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil Vol 14, No 2 (2016)
Publisher : Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (861.87 KB) | DOI: 10.12962/j2579-891X.v14i2.3053

Abstract

Kabupaten Konawe dikenal sebagai daerah yang berperan penting dalam produksi pertanian di Provinsi Sulawesi Tenggara khusunya padi dan palawijaSebagian Jaringan Irigasi (JI) yang ada di Indonesia belum optimal dalam pengelolaan karena dipengaruhi beberapa faktor yang perlu dikaji, salah satu diantaranya yang belum optimal dalam pengelolaan kinerjanya adalah Daerah Irigasi (DI) Wawotobi. Saat ini DI Wawotobi pengelola teknisnya dilaksanakan oleh BWS Sulawesi IV, Ditjen SDA, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. DI Wawotobi  mendapat suplai air dari Bendung Wawotobi pada sungai Konaweha dengan luas DI 16.572,26 Ha. Tujuan penelitian adalah menganalisa kondisi eksisting  kinerja JI di DI Wawotobi dan menganalisa Faktor-faktor yang Mempengaruhi dalam Penilaian Kinerja Sistem JI pada DI Wawotobi oleh masyarakat pengguna/petani. Menentukan skoring dan indikator yang sangat signifikan terhadap Faktor-faktor yang Mempengaruhi dalam Penilaian Kinerja Sistem JI pada DI Wawotobi.Penelitian dilakukan pada penilaian kinerja Sistem JI yang mencakup Air Irigasi, Prasarana Fisik Irigasi, Sistem Pengelolaan Irigasi, Institusi Pengelola Irigasi dan Pengelola diTingkat Utama/SDM dengan mengacu pada Permen PUPR No. 30/PRT/M/2015. Metode Penelitian dilakukan dengan cara observasi langsung, kuisoner dan pengujian, alat analisis yang digunakan dalam penelitian adalah metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Berdasarkan hasil penilaian pada DI Wawotobi yang melibatkan petani (P3A) dengan pengambilan sampel sebanyak 115 responden pada 3 Sub Sistem yang ada di DI Wawotobi maka dapat diperoleh hasil sebagai berikut : Sub Sistem III Wilayah Intake Kiri Bungguosu memiliki kinerja  baik  dengan nilai 77,88, Sub Sistem II Wilayah Intake Kiri Unaaha A dan Unaaha B memiliki kinerja baik dengan nilai 74,9 dan Sub Sistem I Wilayah Intake Kanan Uepai Tawamelewe memiliki kinerja baik dengan nilai 72,84. Berdasarkan penilaian pada ke 3 Sub Sistem yang ada di Daerah Irigasi Wawotobi rata–rata karekteristik permasalahan yang dihadapi sama satu dengan  yang lainnya yaitu sistem pola tanam yang belum optimal, sebagian lahan potensial belum diolah manjadi lahan fungsional karena keterbatasan dana baik dari pusat maupun daerah, sebagian masyarakat masih mempertahankan lahan mereka sebagai lahan perkebunan untuk tanaman lainnya, alat pengolah sawah masih terbatas, serta alih fungsi lahan potensial khususnya di Sub Sistem II.