Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

DESAIN PENGEMBANGAN KURIKULUM MADRASAH ALIYAH UNGGULAN DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0 Mochamad Nurcholiq
Piwulang: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol 1, No 2 (2019): edisi MARET
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/piwulang.v1i2.247

Abstract

Madrasah Aliyah (Islamic Junior High School) is an educational institution that has specificity in ideas and applications to manifest Islamic values embodied in vision, mission, goals, and educational programs. Madrasah Aliyah graduates are expected not to miss the era of industrial revolution 4.0 which emphasizes the pattern of digital economy, artificial intelligence, big data, robotic, or known as the disruptive innovation phenomenon. Leading graduates of Madrasah Aliyah are prepared to become quality cadres or human resources with high competitiveness. Curriculum design is a core part of education that must have the right guidelines and objectives in accordance with the socio-cultural conditions of the community and keep up with the times like the current of industrial revolution era 4.0. Madrasah Aliyah merupakan lembaga Pendidikan memiliki kekhususan dalam ide dan aplikasi untuk memanifestasikan nilai-nilai Islam yang diwujudkan dalam visi, misi, tujuan, maupun program pendidikan. Lulusan Madrasah Aliyah diharapkan tidak ketinggalan pada era revolusi industri 4.0 yang menekankan pada pola digital economy, artificial intelligence, big data, robotic, atau dikenal dengan fenomena disruptive innovation. Lulusan Madrasah Aliyah unggulan disiapkan menjadi kader atau sumber daya manusia yang berkualitas serta memiliki daya saing yang tinggi. Desain kurikulum merupakan bagian inti dari pendidikan yang harus memiliki pedoman dan tujuan yang tepat sesuai dengan kondisi sosial budaya masyarakat dan mengikuti perkembangan zaman seperti era revolusi industry 4.0 saat ini.
MANAGEMENT AND INTEGRATION OF BOARDING SCHOOL EDUCATIONAL ACTIVITIES IN DEVELOPING STUDENTS' MULTIPLE INTELLIGENCES Mochamad Nurcholiq; Lisna Yunita; Vina Aula Rusdah
Leadership:Jurnal Mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam Vol 6 No 1 (2024): Desember
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/leadership.v6i1.2981

Abstract

Comprehensive education plays a crucial role in preparing students to contribute effectively to society. One approach to comprehensive education involves fostering multiple intelligences. The implementation of multiple intelligences programs is commonly found in boarding schools (pesantren). However, the management practices of these institutions vary across different establishments. This study was conducted at SMPI and Pondok Pesantren Miftahul Ulum using a case study methodology. Data was collected through interviews, observations, and document analysis. The data analysis was performed using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings suggest that, first, the planning of boarding school education aimed at developing multiple intelligences in students is based on a well-defined vision and mission, as well as a flexible and inclusive curriculum structure. Second, the implementation of boarding school education is carried out through the development of various intelligences, including linguistic, logical-mathematical, spatial, kinesthetic, musical, interpersonal, intrapersonal, and naturalistic intelligences. Third, the evaluation of the educational process is conducted through several assessment steps: evaluation of academic and logical-mathematical intelligence, linguistic intelligence, interpersonal and intrapersonal intelligence, kinesthetic intelligence, musical intelligence, spatial intelligence, naturalistic intelligence, and holistic assessment. Keywords: Boarding School Management; Multiple Intelligences; Educational Integration; Student Development. Abstrak Pendidikan komprehensif memegang peranan penting dalam mempersiapkan peserta didik untuk berkontribusi secara efektif bagi masyarakat. Salah satu pendekatan pendidikan komprehensif adalah dengan mengembangkan kecerdasan majemuk. Penerapan program kecerdasan majemuk umumnya ditemukan di pesantren. Akan tetapi, praktik pengelolaan lembaga ini berbeda-beda di setiap lembaga. Penelitian ini dilakukan di SMPI dan Pondok Pesantren Miftahul Ulum dengan menggunakan metodologi studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama, perencanaan pendidikan pesantren yang bertujuan untuk mengembangkan kecerdasan majemuk pada peserta didik didasarkan pada visi dan misi yang jelas, serta struktur kurikulum yang fleksibel dan inklusif. Kedua, penerapan pendidikan pesantren dilakukan melalui pengembangan berbagai kecerdasan, meliputi kecerdasan linguistik, logika-matematika, spasial, kinestetik, musikal, interpersonal, intrapersonal, dan naturalistik. Ketiga, evaluasi proses pendidikan dilakukan melalui beberapa langkah penilaian: penilaian kecerdasan akademik dan logika-matematika, kecerdasan linguistik, kecerdasan interpersonal dan intrapersonal, kecerdasan kinestetik, kecerdasan musikal, kecerdasan spasial, kecerdasan naturalistik, dan penilaian holistik. Kata Kunci: Manajemen Pondok Pesantren; Kecerdasan majemuk; Integrasi Pendidikan; Pengembangan peserta didik.
STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MEMBENTUK SIKAP TOLERANSI BERAGAMA SISWA DI SMA NEGERI 7 MALANG Syahna Thousahilwa; Mochamad Nurcholiq
Journal Islamic Studies Vol. 6 No. 01 (2025): Edisi Maret
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/a1rs7594

Abstract

The values of tolerance in social life need to be formed through education, including in the context of learning Islamic Religious Education (PAI). This study aims to describe the form of mutual respect in religion as well as the strategies of PAI teachers in instilling the value of tolerance among students. This study aims to analyze the form of students' religious tolerance attitude and identify the strategies of PAI teachers in building tolerance character at SMAN 7 Malang. This study used a descriptive qualitative approach with field research method. Data collection was conducted through observation, interviews, and documentation, involving the principal, PAI teachers, and students. Data analysis included data reduction, data presentation, and verification using source triangulation. The research findings show two main aspects: (1) The form of students' inclusive attitude includes mutual respect for religious differences, freedom of belief, and fair and good behavior among others; (2) PAI teachers' strategies in instilling tolerance include habituation (intra- and extracurricular), exemplary, and coaching.