Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Studi Komparasi Sistem Steel Frame Tube dengan Sistem Steel Braced Tube menggunakan X-Brace Gabriella Junico; Lidya Fransisca Tjong
Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas Vol 5, No 1 (2021): Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j26151847.v5i1.8735

Abstract

Sistem tabung merupakan sistem yang umum digunakan dalam struktur bangunan tinggi, seperti Sistem Steel Frame Tube (SFT). Akan tetapi karena fenomena shear lag, distribusi tegangan aksial pada kolom-kolom perimeter sudut menjadi lebih besar dibandingkan dengan kolom perimeter lainnya. Hal ini ditanggulangi dengan menggunakan Sistem Steel Braced Tube (SBT) yang dapat membuat perimeter gedung menjadi lebih kaku dengan menggunakan diagonal pada seluruh muka gedung. Studi ini meneliti respons elastik dan inelastik dari gedung 12 lantai menggunakan kedua sistem struktur tersebut dengan analisis respons spektrum dan riwayat waktu menggunakan rekaman percepatan gempa El-Centro 1940, Kobe 1995, dan Denpasar 1979. Berdasarkan hasil analisis respons spektrum, kekakuan pada Sistem SBT lebih tinggi sehingga peralihan lantai dan simpangan antar lantai pada sistem tersebut menjadi lebih kecil. Berdasarkan hasil analisis riwayat waktu, saat kondisi inelastik peralihan lantai dan simpangan antar lantai pada Sistem SFT juga bernilai lebih besar untuk ketiga rekaman percepatan gempa. Elemen breising pada Sistem SBT mengalami kelelehan terlebih dahulu dibandingkan elemen lain karena breising ditetapkan sebagai elemen fuse. Kedua sistem struktur memiliki tingkat kinerja Immediately Occupancy (IO). Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa selain mengurangi fenomena shear lag, Sistem SBT memiliki respons elastik dan inelastik yang lebih baik.
Studi Komparasi Perilaku Gedung Beton Bertulang dengan Ketidakberaturan Vertikal Tipe 2 Menggunakan Dinding Geser dan Rangka Bresing Konsentrik Inverted-V Daniel Jason Tatang; Lidya Fransisca Tjong
Dinamika Teknik Sipil: Majalah Ilmiah Teknik Sipil Vol. 15/No.2/Desember 2022
Publisher : Departement of Civil Engineering, Faculty of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/dts.v15i2.19715

Abstract

Dinding geser umumnya digunakan pada struktur rangka beton bertulang, sedangkan bresing baja paling sering digunakan pada struktur baja. Pemberian bresing baja internal pada rangka beton bertulang mampu menahan beban lateral lebih tinggi dibandingkan rangka tanpa bresing. Maheri (2009), dalam studi bresing internal yang disambung secara langsung pada rangka beton bertulang menyimpulkan bahwa bresing tidak hanya cocok untuk meretrofit bangunan yang sudah ada, tetapi dapat menjadi alternatif yang kompeten sebagai pengganti dinding geser pada bangunan yang baru dibangun. Dalam studi ini dilakukan komparasi perilaku struktur untuk mengetahui perbedaan perilaku gedung yang memiliki ketidakberaturan massa dengan menggunakan dinding geser (Model 1) dan Sistem Rangka Bresing Konsentrik (SRBK) inverted – V (Model 2). Dari analisis linear dinamik diperoleh hasil: Periode struktur untuk ragam pertama yang diperoleh menunjukkan model 1 bernilai lebih kecil 7.65 % dari model 2.  Model 1 memiliki kinerja yang baik terhadap simpangan tingkat karena memiliki nilai simpangan elastik lantai teratas lebih kecil 11.22 % dibandingkan dengan model 2. Dari segi gaya geser dasar yang dianalisis menunjukkan bahwa gaya geser dasar pada model 1 lebih besar 1.81 % dibandingkan gaya geser dasar model 2. Model 1 memliki kekakuan pada tingkat dasar lebih besar 31.62 % dibandingkan dengan model 2.