Hera Heru Sri Suryanti
Guidance and Counselling Programme Teacher Training and Education Faculty Unisri Surakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KOLABORASI BIMBINGAN KELOMPOK DAN KONSELING KELOMPOK DALAM MEMBENTUK KARAKTERISTIK MENTAL YANG SEHAT MAHASISWA Hera Heru Sri Suryanti; Sri Hartini
RESEARCH FAIR UNISRI Vol. 4 No. 1 (2020): RESEARCH FAIR UNISRI
Publisher : Universitas Slamet Riyadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.526 KB) | DOI: 10.33061/rsfu.v4i1.3432

Abstract

Karakteristik mental yang sehat merupakan salah satu modal untuk mencapai cita-cita hidup mahasiswa. Melalui mental sehat mahasiswa akan mampu berpikir kreatif dan produktif. Namun demikian masih ada mahasiswa yang tidak peduli terhadap kesehatan mental yang dimiliki. Hal ini dapat dilihat dari salah satunya adalah sulit menyesuaikan diri, belum mampu memanfaatkan potensinya dengan baik. Apabila hal tersebut dibiarkan maka mahasiswa tidak akan bisa belajar dengan baik yang akhirnya berdampak indeks prestasinya rendah.Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kolaborasi bimbingan kelompok dan konseling kelompok dalam membentuk karakteristik mental sehat mahasiswa. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan adalah metode kualitatif. Subyek penelitian adalah mahasiswa semester V yang karakteristik mentalnya kurang sehat Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP UNISRI, obyek penelitian adalah kolaborasi bimbingan kelompok dan konseling kelompok dalam membentuk karakteristik mental sehat mahasiswa, metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dokumentasi dan tes. Untuk keabsahan data menggunakan triangulasi, diskusi teman sejawat, dan memberchecking. Analisis data menggunakan analisis kualitatif (analisis interaktif)Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi bimbingan kelompok dan konseling kelompok dapat membentuk karakteristik mental sehat mahasiswa dengan indikator: Terhindar dari gejala-gejala gangguan jiwa (neurose) dan penyakit jiwa (psikose), Dapat menyesuaikan diri, Memanfaatkan potensi semaksimal mungkin, Tercapai kebahagiaan pribadi dan orang lainKata Kunci: kolaborasi, bimbingan kelompok, konseling kelompok, karakteristik mental sehat.