Abstrak Penelitian ini ditulis dengan tujuan untuk mendiskripsikan dan menganalisis kinerja Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa dalam pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Sintang berdasarkan masalah yaitu belum terlaksananya beberapa kegiatan pada program pemberdayaan Masyarakat dan kelembagaan, belum tersedianya SOP Badan, serta masih kurangnya sarana dan prasarana pada Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Sintang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan teori empat indikator kinerja yang dikemukakan oleh Hersey, Blanchard, dan Johnson (dalam Wibowo 2007:101-105), yaitu: Tujuan, Standar, Umpan Balik dan Alat atau Sarana. Hasil penelitian ini menunjukkan belum terlaksananya beberapa program pemberdayaan dan kelembagaan karena tidak seimbangnya beban kerja, kualitas SDM dan luasnya area kerja, Belum tersedianya Standar Operasional Prosedur (SOP) yang mengakibatkan tidak adanya standar dalam penyelesaian program, belum adanya respon balik dari masyarakat terhadap program pemberdayaan masyarakat dan kelembagaan, dan kurangnya sarana dan prasarana. Untuk itu perlu adanya peningkatkan kualitas Sumberdaya Manusia (SDM) pegawai pada Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Sintang melalui pelatihan rutin, menyelesaikan pembuatan SOP lembaga sebagai pedoman kerja pegawai, melakukan evaluasi hasil kerja dan menekankan pelaksanaan rencana kerja dengan baik dan meningkatkan kualitas sarana dan prasarana penunjang kinerja organisasi Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Sintang.Kata-kata kunci: Kinerja, Badan Pemberdayan Masyarakat, Pemerintahan Desa.