Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan faktor-faktor yang mempengaruhi sumberdaya dan kondisi ekonomi, sosial dan politik dalam implementasi program pemberian makanan tambahan pemulihan (PMT-P) kepada keluarga kurang mampu dalam penurunan Balita gizi buruk di Kecamatan Pontianak Timur dan menjelaskan adanya perubahan status gizi balita gizi buruk yang mengikuti program pemberian makanan tambahan pemulihan (PMT-P). Penelitian ini menggunakan teori Donald Van Metter dan Carl Van Horn yaitu variabel yang mempengaruhi kinerja implementasi kebijakan . Hasil dari penelitian ini peneliti menemukan implementasi program PMT-P kepada keluarga kurang mampu dalam penurunan Balita gizi buruk di Kecamatan Pontianak Timur tidak berjalan lancar dikarenakan kesadaran keluarga akan gizi pada anak masih rendah, kerjasama antara petugas gizi dengan kader kesehatan kurang baik yang menyebabkan adanya hambatan dalam pelaksanaan program PMT-P. Kondisi ekonomi yang sulit menyebabkan keluarga tidak bisa memenuhi asupan gizi yang baik pada anak, kondisi sosial pengetahuan keluarga akan gizi pada keluarga masih kurang dan ketidakpercayaan ibu Balita kepada petugas gizi dan kondisi politik juga mempengaruhi dalam program ini. Demikian pelaksanaan implementasi Program pemberian makanan tambahan pemulihan (PMT-P) kepada Balita gizi buruk di Kecamatan Pontianak Timur tidak terdapat lagi kematian disebabkan oleh gizi buruk dan adanya perubahan status gizi buruk yang mengikuti program PMT-P serta meningkatnya kesadaran keluarga akan asupan gizi yang baik. Kata Kunci: Implementasi, Program, Balita, Ibu dan Gizi Buruk