Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajamen retribusi kepelabuhanan Dinas Perhubungan Kabupaten Kubu Raya. Dalam penelitian ini ditemukan adanya fenomena yaitu terjadinya perbedaan antara jumlah karcis yang dibutuhkan dengan karcis yang tersedia berpotensi terjadinya praktek pemungutan retribusi secara ilegal. Terjadi ketidaksesuaian antara jumlah karcis yang digunakan dengan karcis yang dilaporkan. Penulis menggunakan indikator fungsi manajemen menurut Ricky W. Griffin yaitu, Perencanaan, Pengorganisasiaan, Pengarahan dan Pengawasan. Jenis Penelitian ini menggunakan jenis metode penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini yaitu terdapat kelemahan dalam proses perencanaan penyediaan karcis, karcis yang tersedia cukup minim pada waktu-waktu tertentu. Pengorganisasian dilakukan dengan mengacu pada peraturan daerah yang mengatur retribusi, namun terdapat beberapa kekurangan diantaranya keterlambatan dalam pelaporan penggunaan karcis dan penyetoran hasil retribusi. Pengarahan dilakukan pada setiap individu yang berkaitan dengan retribusi mulai dari petugas hingga pengguna jasa kepelabuhanan. Pengawasan dilakukan secara menyeluruh sesuai dengan jenjangnya dalam lingkup internal Dinas Perhubungan Kabupaten Kubu Raya. Minimnya jumlah karcis disebabkan oleh proses legalitas yaitu porporasi oleh Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Kubu Raya yang lambat. Lambatnya penanganan tersebut diakibatkan oleh jumlah petugas dan alat porporasi yang minim serta kurangnya pengawasan proses porporasi. Lambatnya penanganan tersebut hingga berdampak pada pemungutan retribusi kepelabuhanan pada Dinas Perhubungan Kabupaten Kubu Raya. Kata-kata Kunci : Retribusi Kepelabuhanan, Perencanaan, Pengorganisasian, Pengarahan, Pengawasan