Permasalahan dalam penelitian ini adalah mengenai Kinerja Pegawai Bidang Perizinan di kantor BPMPTSP Provinsi Kalimantan Barat yang kurang optimal, seperti dalam memberikan pelayanan perizinan masih agak lama, dan sering mengalami kesalahan dalam pembuatan izin. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis kinerja Pegawai Negeri Sipil BPMPTSP Provinsi Kalimantan Barat. Teori yang digunakan yaitu Teori Dwiyanto yang meliputi 5(lima) faktor yaitu produktivitas, kualitas pelayanan, resposivitas, responsibilitas dan akuntabilitas. Adapun metode penelitian ini menggunakan Metode Deskriptif Kualitatif.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Kinerja Pegawai Negeri Sipil BPMPTSP Provinsi Kalimantan Barat cukup optimal. Hal tersebut terlihat dari 5 indikator yang dapat menilai suatu kinerja yaitu produktivitas pegawai sudah cukup baik serta kualitas hasil pekerjaan sudah sesuai dengan ketentuan, kualitas pelayanan pegawai sudah cukup baik dalam melayani masyarakat dan memiliki kemampuan yang cukup memadai dalam memberikan pelayanan,resposivitas pegawai sudah cukup baik setiap keluhan masyarakat dapat diterima dan ada solusinya, responsibilitas pegawai juga cukup baik karena sudah sesuai prosedur dan akuntabilitas pegawai juga sudah cukup baik dalam menjalankan tugas dan fungsinya sehingga berdampak pada kinerja yang cukup optimal. Rekomendasinya adalah diharapkan kepada BPMPTSP Provinsi Kalbar untuk lebih meningkatkan pelayanan yang baik dan cepat kepada masyarakat dan menempatkan pegawai harus sesuai dengan keahliannya.Sehingga diharapkan mampu bekerja secara efektif dan lebih baik serta mampu menjalankan tugas dan fungsi secara baik dan benar. Kata-kata Kunci : Kinerja, Kualitas Layanan, Responsivitas,Responsibilitas Dan Akuntabilitas