kusno kusno
a:1:{s:5:"en_US";s:31:"POLITEKNIK PENERBANGAN SURABAYA";}

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

OPTIMALISASI PENGGUNAAN GROUND SUPPORT EQUIPMENT DI EXISTING AREA TERHADAP TINGKAT KELANCARAN OPERASIONAL DI SISI UDARA BANDAR UDARA INTERNASIONAL I GUSTI NGURAH RAI BALI kusno kusno; Mubarok
Jurnal Penelitian 58-68
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46491/jp.v5i2.497

Abstract

Moda transportasi udara saat ini mempunyai peranan yang sangat penting sebagai sarana angkutan penumpang dan barang atau cargo dari suatu tempat ke tempat lainnya. Hal ini dikarenakan moda transportasi udara memiliki kemampuan memindahkan penumpang dan barang atau kargo secara masal dan kemampuan jelajah yang jauh dalam waktu yang lebih cepat, sehingga dalam menunjang sistem transportasi dibutuhkan prasarana berupa bandar udara. Kondisi saat ini Pada unit kerja Ground Support Equipment (GSE) di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali saat ini kurang optimal terkait proses pelayanan yang diberikannya, dikarenakan sering terjadi keterlambatan baik itu pada saat penanganan bongkar muat bagasi maupun ketika pesawat akan datang dan berangkat. Hal ini disebabkan karena ketidak-siapan dari pihak divisi operator GSE dalam memberikan pelayanan kepada pesawat udara, kurang optimalnya pelayanan yang diberikan ini dipengaruhi oleh banyaknya kendaraan dan peralatan yang beroperasi di sisi udara Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali yang masih belum tertib dalam hal menempatkan peralatan dan kendaraan GSE yang sedang tidak digunakan, sehingga menyebabkan terjadinya kepadatan kendaraan dan menganggu kelancaran lalu lintas pada saat kegiatan operasional di sisi udara khususnya dibagian Service Road dan No Parking Area dan Lahan area untuk tempat penyimpanan kendaraan dan peralatan Ground Support Equipment juga sudah disediakan oleh pihak bandar udara akan tetapi hal ini masih belum terkodinir dengan baik, sehingga seringkali ditemukan petugas/operator GSE yang telah selesai mengoperasikan kendaraan ataupun peralatan GSE tidak menempatkannya kembali ke area yang sudah ditentukan dan terkesan menempatkannya dengan sembarangan sehingga perlu peninjauan dan pengawasan dalam menertibkan operator Ground Support Equipment (GSE) yang tidak disiplin oleh petugas Apron Movement Control (AMC) kurang optimal.
DESAIN PENGARUH METODE BELAJAR VIDEO INTERAKTIF TERHADAP MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR MATA KULIAH ETOS KERJA TARUNA D3 LLU XI POLITEKNIK PENERBANGAN SURABAYA kusno kusno
Jurnal Penelitian 114 - 122
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46491/jp.v6i2.562

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode belajar video interaktif terhadap minat dan capaian hasil belajar taruna LLU XI pada mata kuliah Etos kerja. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif dengan eksperimental control group design. Pengambilan sampel yaitu 42 taruna LLU XI A dan XI B yang terdiri dari 21 taruna pada kelas kontrol dan 21 taruna pada kelas eksperimen. Teknik pengumpulan data melalui angket dan Post test. Untuk mengetahui pengaruh video interaktif terhadap minat dan hasil belajar menggunakan uji t, dan di dapatkan nilai significant 2 tailed 0,040 yaitu dibawah 0,05 artinya pada pengujian independent t test didapatkan hasil perbedaan yang significan. Uji validasi instrument dilakukan menggunakan validasi SPSS Cronbach’s alpha based on standarized items di dapatkan hasil rhitung lebih besar dibandingkan rtabel dengan menggunakan dengan tingkat signifikan 0,05 di dapatkan hasil valid dan uji Reabilitas menggunakan Cronbach’s alpha based on standarized items di dapatkan rhitung lebih besar dari 0,70 sehingga didapatkan hasil reliable. Data yang dihasilkan adalah minat belajar taruna pada kelas eksperimen lebih besar dari pada taruna pada kelas kontrol. Hasil nilai Post test didapatkan nilai rata-rata taruna kelas eksperimen lebih besar dari pada taruna pada kelas kontrol.
ANALISIS PELAKSANAAN PENGAWASAN PERSONEL APRON MOVEMENT CONTROL (AMC) TERHADAP KINERJA OPERATOR GROUND SERVICE DI AIRSIDE BANDAR UDARA INTERNASIONAL DI SOEMARMO SURAKARTA kusno kusno; Aulia Rizkyana Safitri
Jurnal Penelitian 227-236
Publisher : Politeknik Penerbangan Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46491/jp.v6i3.589

Abstract

Bandar Udara Internasional Adi Soemarmo Surakarta memiliki pengawasan pada sisi udara (airside) yang dilakukan oleh unit AMC. Dalampengawasannya masih ditemukan beberapa pelanggaran yang terjadi di apron Bandar Udara Internasional Adi Soemarmo Surakarta seperti penempatan kendaraan atau peralatan penunjang pelayanan darat pesawat udara (Ground Support Equipment/GSE) belum sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP) yang telah ditetapkan. Hal ini terjadi disebabkan belum optimalnya pengawasan dan masih kurangnya koordinasi terhadap kegiatan operasional di apron. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pengawasan ersonel AMC berjalan secara optimal, dan untuk mengetahui kinerja operator ground service yang sesuai dengan prosedur agar dapat meminimalisir pelanggaran di wilayah airside. Landasan Teori dalam penelitian ini berdasarkan Manual Of Standard CASR – 139 Volume I Aerodrome serta PDJPU Nomor: KP 326 TAHUN 2019 Tentang Standar Teknis Peraturan dan Tata Tertib Bandar Udara. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, studi dokumenter, dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meminimalisir tingkat pelanggaran ketertiban yang terjadi di wilayah airside khususnya di apron dapat dilakukan dengan perlu diadakan pemeriksaan secara simultan atau berkala yang dilakukan oleh unit AMC, seringnya diadakan ramp safety campaign secara rutin dan terjadwal, penambahan CCTV di dalam kantor dan di setiap parking stand di apron agar dapat membantu mengoptimalkan pengawasan personel AMC, selain itu penambahan jumlah personel yang memadai dan meningkatkan pengawasan unit AMC untuk mengawasi pergerakan dan ketertiban di apron khususnya terhadap peralatan dan kendaraan penunjang pelayanan darat pesawat udara (Ground Support Equipment/GSE) yang dilakukan oleh operator ground servicedi apron agar keamanan dan keselamatan pergerakan pesawat di apron terwujud.