Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan sistem pemantauan barang bawaan penumpang pada wilayah border entikong. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kantor Imigrasi Kelas 2 Entikong dalam Implemetasi Pengawasan Lalu Lintas Barang Pada Wilayah Border Entikong Dilihat dari melaksanakan kegiatan pengawasan terhadap barang sudah cukup optimal Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian. Kualitas kinerja tersebut dapat dilihat dari adanya kegiatan yang dihasilkan, upaya pengawasan WNA melakukan semua kegiatan sesuai dengan rencana kerja yang telah ditetapkan, yakni pengawasan administratif dan pengawasan. Dari segi ketepatan waktu, Kantor Kelas 2 Entikong ketika mengetahui keberadaan, bentuk kegiatan, serta laporan atau temuan mengenai WNA di suatu tempat segera menindaklanjuti untuk melakukan pengawasan terhadap WNA tersebut. Namun hal ini selalu disesuaikan dengan anggaran yang tersedia karena jumlah anggaran yang dimiliki terbatas, sehingga jika ada temuan/ laporan yang lokasinya berada jauh dan sulit dijangkau. Dari segi dampak interpersonal, dalam mendukung kinerja yang optimal diperlukan kerja sama dan hubungan komunikasi yang baik antar sesama pegawai Kantor Kelas 2 Entikong , atau pun kerja sama pegawai antar instansi yang bertugas melaksanakan pengawasan terhadap WNA. Dalam hal ini, dampak interpersonal yang dihasilkan sudah berjalan dengan baik sehingga pengawasan WNA dapat dilakukan dengan cukup optimal.Diharapkan koordinasi antara Kantor Kelas 2 Entikong dengan instansi terkait lebih ditingkatkan untuk memaksimalkan, Melakukan sosialisasi kepada masyarakat di lingkungan wilayah kerja Kantor Kelas 2 Entikong mengenai hal-hal yang berkaitan dengan keimigrasian. Kata Kunci: Implementasi, Kebijakan Barang Bawaan Penumpang, Pada Wilayah Border Entikong.