Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

THE COMPARATION OF MANDIRI BANK AND BRI BANK PERFORMANCE Zuhafni St Perpatih; Asraf Asraf; Resi Nurfalia
Jurnal Apresiasi Ekonomi Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Institut Teknologi dan Ilmu Sosial Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.397 KB) | DOI: 10.31846/jae.v6i3.87

Abstract

Bank Mandiri adalah hasil merger 4 buah Bank Milik Pemerintah pasca krisis moneter Indonesia diakhir tahun 1990-an yaitu Bank Bhumi Daya, Bank Export Import, Bank Dagang Indonesia dan Bank Pembangunan Indonesia. Tujuan merger ini sendiri adalah untuk memperbaiki kinerja bisnisnya setelah dilanda krisis keuangan yang dakhzat. Setelah 18 tahun berlalu, kinerja bank hasil merger ini tak juga bisa mengungguli Bank BRI yang berkembang sendirian tanpa mengalami merger meski juga mengalami masalah dilanda krisis moneter. Bank BRI justru melesat mendudukdi bank terbaik nasional pada beberapa tahun terakhir. Penelitian ini mencoba menganalisis sejumlah parameter kinerja keuangan kedua bank ini dan memperbandingkan satu sama lain. Hasil penelitian menunjukkan bawa sejumlah parameter keuangan yaitu CAR, ROA, ROE, NPL, NIM, BOPO dan LDR secara keseluruhan kondisi Bank BRI lebih baik dari Bank Mandiri. Meskipun demikian ratio-ratio keuangan Bank Mandiri masih lebih baik dari standar yang ditetapkan OJS. Uji beda Mann Whitney menunjukkan tidak terdapat perbedaan yang signifikan dari ratio-ratio keuanga kedua bank ini dimana nilai Asymp.sig. (2-tiled) mennjukkan angka sebesar 0,327 (> 0,05). Perbedaan kinerja keuangan kedua bank ini hanya dapat diterlusuri dari tehnik analisa ratio. Implikasi dari penelitian ini adalah Bank Mandiri masih harus berusaha lebih baik lagi untuk meningkatkan kinerja keuangannya bila dibandingkan dengan bank BRI selaku bank terbaik nasional. Keywords: CAR, ROA, ROE, NPL, NIM, BOPO dan LDR.
ANALISA KINERJA KEUANGAN BANK MUAMALAT INDONESIA DIBANDINGKAN DENGAN BANK BRI Asraf Asraf
Jurnal Apresiasi Ekonomi Vol 8, No 1 (2020)
Publisher : Institut Teknologi dan Ilmu Sosial Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (221.254 KB) | DOI: 10.31846/jae.v8i1.278

Abstract

Perbankan syariah di Indonesia dinilai lambat berkembang. Setelah 28 tahun lebih sejak berdirinya bank syariah pertama di Indonesia yaitu Bank Muamalat Indonesia (BMI) yang diikuti sejumlah bank syariah lainnya, hanya mampu meraih pangsa pasar 5,94% saja. Pertumbuhan yang lamat ini ironis mengingat mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam. Penelitian ini bermaksud untuk menganalisis kinerja keuangan bank BMI dan diperbandingkan dengan kinerja keuangan salah satu bank terbaik nasional versi Majallah Investor yaitu bank BRI. Analisis dilakukan terhadap ratio-ratio keuangan lima tahun terakhir yang dipublikasikan untuk kemudian diperbandingkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bank BMI memiliki kelemahan terutama dari aspek kualitas aktiva produktif dan profitabilitas bila dibandingkan dengan bank BRI. Kelemahan pada kualitas aktiva produktif khususnya kredit (NPL) berdampak pada meningkatnya biaya operasional yang pada gilirannya kemampuan meraih laba juga akan rendah. Pertumbuhan assets berbasis profit generation (internal) menjadi sangat rendah. Hasil penelitian ini memberikan informasi bagi pengelola bank syariah di Indonesia bahwa untuk mengejar ketertinggalannya dan mampu berkembang memanfaatkan potensi pasar di Indonesia harus membenahi kualitas aktiva produktif terutama kualitas kredit, sedapat mungkin meningkatkan efisiensi pada biaya operasional memperlebar margin laba dan mengembangkan produk-produk fee based income.