M Yusuf
STIT Syekhburhanuddin Pariaman

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENDIDIKAN AKHLAK MENURUT IBNU MISKAWAIH M Yusuf
Mau'izhah Vol 8 No 2 (2018): Volume VIII No. 2 Juli - Desember 2018
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh burhanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.424 KB) | DOI: 10.55936/mauizhah.v8i2.4

Abstract

Ibnu Miskawaih merupakan intelektual pertama dalam bidang filsafat akhlak. Pemikiran Ibnu Miskawaih dalam bidang akhlak termasuk salah satu yang mendasari konsepnya dalam bidang pendidikan. Konsep akhlak yang ditawarkannya berdasarkan pada doktrin jalan tengah. Artinya dari ketiga jiwa yang mendasari akhlak manusia, ada induk akhlakul karimah yaitu menjaga diri (iffah), perwira (as-saj’ah), dan kebijaksanaan (al hikmah). Alasan mengapa Ibnu Miskawaih menggunakan doktrin akhlak jalan tengah adalah jelan tengah merupakan nuasa dinamis, yang selalu mengikuti perkembangan zaman, tanpa menghilangkan nilai-nilai esensial akhlak. Ibnu Miskawaih menetapkan kemungkinan manusia mengalami perubahan-perubahan Khulq, dan dari segi inilah maka diperlukan adanya aturan-aturan syari’at, diperlukan adanya nasihat-nasihat dan berbagai macam ajaran tentang adab dan sopan santun. Dengan memakai aturan pribadi moral, Miskwaih membagi kebijaksanaan menjadi tujuh: ketajaman intelegensi, kesigapan akal, kejelasan pemahaman, fasilitas perolehan, ketepatan dalam membedakan, penyimpanan dan pengungkapan kembali. Sebelas bagian dalam keberanian yaitu: kemurah hatian, kebersamaan, ketinggian pengharapan, keteguhan, kesejukan, keterarahan, keberanian, kesabaran, kerendahdirian, semangat dan kepengampunan; dua belas dalam kesederhanaan yaitu: malu, ramah, benar, damai, manahan diri, sabar, berarti, tenang, shaleh, keteraturan, menyeluruh dan kebebasan; dan sembilan belas bagian dalam keadilan, yaitu: persahabatan, persatuan, kepercayaan, kasih sayang, persaudaraan, pengajaran, keserasian, hubungan yang terbuka, ramah tamah, taat, penyerahdirian, pengabdian pada Tuhan, meninggalkan permusuhan, tidak membicarakan sesuatu yang menyakiti orang lain, membahas sifat keadilan, tak mengenal ketidakadilan dan lepas dari mempercayai yang hina, pedagang yang jahat dan penipu.
PENANAMAN NILAI KARAKTER SOPAN SANTUN PADA ANAK-ANAK DI LEMBAGA NON FORMAL RUMAH ANAK SHOLEH CABANG PURUS KOTA PADANG Yudelnilastia Yudelnilastia; M Yusuf
Mau'izhah Vol 9 No 1 (2019): Volume IX No.1 Januari – Juni 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh burhanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (442.003 KB) | DOI: 10.55936/mauizhah.v9i1.19

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untukmendeskripsikan cara penanaman nilai karakter sopan santunpada anak-anak di Rumah Anak Sholeh Cabang Purus KotaPadang.Metode penelitian yang digunakan adalah penelitiankualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan yangdigunakan dalam penelitian ini sebanyak 4 (empat) orang yangterdiri dari 3(tiga) orang mentor, dan 1 (satu) orang manajerRumah Anak Sholeh dengan mengumpulkan data melaluiobservasi dan wawancara dan dokumentasi. Teknik analisisdata dimulai dari reduksi data, penyajian data dan penarikankesimpulan. Dan teknik keabsahan data dilakukan dengantriangulasi sumber, triangulasi teknik, dan triangulasi waktu,kemudian memilah dan memilih data yang sesuai denganbatasan penelitian. Lalu menyajikannya dalam bentukpernyataan yang relevan dan akhirnya mengambil kesimpulan.Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan diLembaga Non Formal Rumah Anak Sholeh cabang Purus KotaPadang ada tiga hal yang dapat disimpulkan, yaitu: pertama,cara penanaman nilai karakter sopan santun terhadap anakanakdi lembaga tersebut pada Tahap Zero Awal dengan caramengosongkan tentang emosional anak terhadap apapunmasalah yang mereka hadap di luar. Kedua, cara penanamannilai karakter sopan santunterhadap anak-anak pada TahapHero dengan cara pembiasaan, nasehat dan motivasi melaluipermainan. Dan yang ketiga cara penanaman nilai karakterterhadap anak-anak pada Tahap Zero akhir yaitu memastikananak-anak sudah mengetahui, memahami dan mengamalkan nilai karakter sopan santun yang dibiasakan selama prosespembinaan tersebut melalui sikap anak.