Rosi Yulita
STIT YDI Lubuk Sikaping

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Metode Guru Agama dalam Penerapan Disiplin Belajar Peserta Didik di Tingkat MTS Rosi Yulita; Safdi Lismar
Mau'izhah Vol 10 No 1 (2020): Volume X No. 1 Januari – Juni 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh burhanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.774 KB) | DOI: 10.55936/mauizhah.v10i1.50

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh guru merupakan salahsatu komponen dalam proses pendidikan yang ikut bergerak aktifdalam pembentukan sumber daya manusia yang potensial dibidang pembangunan. Oleh karena itu, guru harus berperan aktifdan menempatkan diri sebagai tenaga profesional, sesuai dengantuntunan masyarakat yang semakin berkembang, dengan arti katasetiap guru harus dapat melaksanakan fungsi dan tanggungjawabnya dalam rangka membawa siswanya kepada suatukedewasaan atau taraf kematangan tertentu, sekaligus pencapaiantujuan pendidikan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuibagaimanakah metode guru agama dalam penerapan disiplinbelajar peserta didik di tingkat MTs.Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif.Subjek penelitian adalah kepala sekolah dan guru di MTsS KotoTuo Kumpulan. Metode pengumpulan data data denganmenggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan (1) banyak dari siswa yangtidak mematuhi peraturan dan tata tertib siswa, walaupun sudahdiberikan berbagai macam sanksi kepada siswa tersebut, sepertimembersihkan pekarangan sekolah, musalla, bahkan ada yangtidak diizinkan untuk mengikuti pelajaran, tetapi masih banyakjuga siswa yang tidak disiplin dalam waktu belajar, (2) banyakdari siswa yang tidak mematuhi nasehat guru, kalaupun ada tetapihanya pada saat guru menegur saja, setelah itu, siswa akan mulailagi ribut, yang mana hal tersebut sangat mengganggu bagi siswalainnya yang ingin belajar. Dalam proses pembelajaran, banyakjuga siswa yang melakukan kegiatan lain yang dapat mengganggukelangsungan belajar, contohnya siswa bermain Handphone pada saat guru menerangkan pelajaran dan membuat pesan-pesan darikertas yang diberikan kepada teman-temannya,(3) banyaknyasiswa serta kecilnya mushala, maka hal tersebut sangatberpengaruh terhadap ketepatan dan ketertiban pelaksanaan SalatZuhur siswa di mushala. Pada saat pelaksanaan salat siswa dibagiatas tiga ronde, yang mana hal tersebut juga berpengaruh padaketepatan waktu pelaksanaan salat siswa. Oleh karena itu, siswaterpaksa mengantri untuk melaksanakan salat, sementara siswamengantri, ada sebagian siswa berbicara dan bercanda di luaratau di dalam mushala ketika dilaksanakannya salat.