Transfusi darah adalah proses pemindahan atau pemberian darah dari seseorang (pendonor) kepada orang lain (pasien). Proses transfusi darah harus memenuhi persyaratan yaitu aman bagi penyumbang darah (pendonor) dan bersifat pengobatan bagi penerima darah (pasien). Darah adalah produk terapeutik dan harus diambil memenuhi standart kualitas tertentu guna menjamin kualitas dan keamanannya. Untuk mendapatkan darah atau produk darah yang berkualitas dihadapkan pada hambatan yang cukup besar diantaranya sering ditemui darah-darah atau produk-produk darah yang cepat hemolisis pada masa darah simpan dan tidak terpenuhinya kualitas dalam penelitian ini yaitu kadar hematokrit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas (kadar hematokrit) dan potensi hemolisis Packed Red Cell (PRC) selama proses penyediaan darah di UTD PMI Kota Jakarta Utara Tahun 2020. Jenis penelitian ini adalah analitik korelasional dengan disain retrospektif kohort study. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 56 sampel yang diambil dengan teknik purposive sampling. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda diperkuat dengan analisis regresi binary logistic. Proses perhitungan menggunakan SPSS versi 16. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sisa plasma, suhu distribusi dan lokasi donor darah berpengaruh signifikan terhadap kualitas (kadar hematokrit) dan potensi hemolisisis Packed Red Cell (PRC) selama proses penyediaan darah di UTD PMI Kota Jakarta Utara tahun 2020. Factor yang sangat berpengaruh terhadap kualitas (kadar hematokrit) adalah jumlah plasma yang disisakan dalam produk Packed Red Cell (PRC) dan suhu distribusi yang sangat berpengaruh terhadap potensi hemolisis pada produk Packed Red Cell (PRC).