Azri Azri
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Biostimulant Effect on the Growth and Production of Shallot in Peatlands Azri Azri
Agros Journal of Agriculture Science Vol 19, No 2 (2017): Edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.787 KB)

Abstract

Biostimulant from seaweed extract contains nutrients, amino acids, cytokines, auksin, laminaran, fukoidan, alginat and betain which stimulate plant metabolism so as to increase growth and yield of plants. Some research results indicate that spraying biostimulant from seaweed in corn plant can increase shoots weight of 37 until 42 percent and root weight of 34 up to 45 percent. In this study biostimulan used enriched with elements S, Zn, Cu and Mn to meet the needs of onion plants. Research using Randomized Block Design  consists of two factors that is seaweed and red onion varieties with five replication. Research treatment are: without giving of seaweed and giving of seaweed whereas shallot varieties used are Bima, Moujung, and Sumenep. Results showed that giving seaweed improved peatland fertility and increased shallot production. Biostimulant and real varieties increase the growth and production of shallots. Value of profit and value B/C ratio 2.37; 1.99 dan 1.11, then the utilization of biostimulant to increase the productivity of onion in peat land, onion cultivation of Bima and Moujung varieties is economically feasible to be applied by peatland farmers in West Kalimantan. Key-words: Biostimulant, shallot, peatland
PENGKAJIAN PENGGUNAAN INSEKTISIDA NABATI DAN PUPUK HAYATI PADA TANAMAN CABE DI LOKASI PENDAMPIGAN PKAH Azri Azri
Agros Journal of Agriculture Science Vol 21, No 1 (2019): edisi Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.808 KB)

Abstract

Kegiatan Pendampingan Kawasan Agribisnis Hortikultura (PKAH) di Pontianak berlokasi di Desa Antibar Mempawah Timur, merupakan percontohan pertanian organik. Penelitian ini dilakukan menggunakan pupuk hayati dan insektisida nabati. Perlakuan yang dikaji berupa perlakuan insektisida nabati dan pupuk hayati. Insektisida nabati menggunakan akar tuba yang ditumbuk dan dihaluskan, pemberian pupuk disebar merata di permukaan tanah. Pupuk hayati yang digunakan adalah petrobio produk dari pupuk Gresik. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok dengan lima ulangan, dengan perlakuan pestisida nabati dan dosis pemupukan. Hasil menunjukkan bahwa insektisida nabati nyata dapat mengurangi serangan hama tungau, ulat buah, dan antraknose, sedangkan pupuk hayati tidak berpengaruh nyata terhadap serangan hama penyakit cabe namun bila dosis pupuk ditingkatkan ada kecenderungan mengurangi serangan hama penyakit. Penggunaan dosis pupuk berbeda nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah buah, dan berat buah. Penggunaan pupuk hayati dengan 60 kg per ha merupakan takaran yang optimum pada produksi cabe.
ORGANIC FERTILIZER RESPONSE AND ANORGANIC FERTILIZER ON GROWTH AND PRODUCTIVITY OF DRAGON FRUITS Azri Azri
Agros Journal of Agriculture Science Vol 20, No 1 (2018): Edisi Januari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.752 KB)

Abstract

The low production of dragon fruits in West Kalimantan is one of them caused by low soil fertility. Fertilization is one effort to improve soil fertility. This research was conducted with the aim to study fertilizer technology that can increase dragon fruit production. The treatments consist of: P0: no fertilizer, P1: 150 g per plant, P2: 300 g per plant, B0: no manure, B1: manure 10 kg per plant, B2 = manure 20 kg per plant. The study used Randomized Block Design in factorial with three replications. The results showed that the provision of organic and inorganic fertilizers have a positive effect on the growth and production of dragon fruit plants, giving organic fertilizers and inorganic real increase the number of fruit and dragon fruit production. Fertilization with 300 g NPK + 10 kg manure produces the best fruit and dragon fruit production. Dragon fruit cultivation in West Kalimantan is economically feasible to be developed with B / C ratio of 1.22 and 1.32.
Pengaruh Biostimulan dan Varietas Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah di Lahan Gambut Azri Azri
Agros Journal of Agriculture Science Vol 21, No 1 (2019): edisi Januari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (498.369 KB)

Abstract

Rumput laut merupakan bahan berkualitas tinggi untuk pembuatan biostimulan. Biostimulan ekstrak rumput laut mengandung unsur hara, asam amino, sitokinin, auksin, laminaran, fukoidan, alginat, dan betain yang memacu metabolism tanaman sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman. Beberapa hasil penelitian menunjukkan bahwa penyemprotan biostimulan rumput laut pada tanaman dapat meningkatkan berat trubus 37 hingga 42 persen dan berat akar 34 hingga 45 persen. Penelitian ini menggunakan biostimulan yang diperkaya (fortified) dengan unsur S, Zn, Cu, dan Mn untuk mencukupi kebutuhan tanaman bawang merah. Penelitian menggunakan rancangan acak kelompok faktorial, dua faktor, yaitu rumput laut dan varietas bawang merah dengan ulangan lima kali. Perlakuan: tanpa pemberian rumput laut dan pemberian rumput laut, sedangkan varietas bawang merah yang digunakan: Bima, Moujung, dan Sumenep. Hasil: pemberian rumput laut memperbaiki kesuburan tanah gambut dan meningkatkan produksi bawang merah. Biostimulan dan varietas nyata meningkatkan pertumbuhan dan produksi bawang merah. Pemanfaatan biostimulan untuk meningkatkan produktivitas bawang merah varietas Bima dan Moujung di lahan gambut layak secara ekonomi untuk diterapkan oleh petani lahan gambut di Kalimantan Barat.
PENGKAJIAN PENGOLAHAN BIJI KAKAO GAPOKTAN LINTAS SEKAYAM SANGGAU KALIMANTAN BARAT Azri Azri
Agros Journal of Agriculture Science Vol 17, No 2: Edisi Juli 2015
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (348.092 KB)

Abstract

Permasalahan yang dijumpai petani kakao adalah rendahnya mutu biji kakao yang dihasilkan petani. Harga biji kakao di tingkat petani pada tahun 2013 adalah Rp 800 per kg. Diharapkan dengan menerapkan teknologi pengolahan biji kakao berupa produk olahan, seperti bubuk kakao, dapat meningkatkan nilai tambah bagi petani kakao. Dari aspek pengolahan diharapkan sebagian besar kakao bisa difermentansi dengan persyaratan standar mutu kakao Indonesia sesuai dengan SNI 01-2323-2002, sehingga mutunya dapat diterima di pasar internasional. Pengolahan biji kakao dilakukan setelah biji kakao difermentasi selama tiga sampai enam hari, kemudian dilakukan seleksi biji yang akan digunakan untuk bahan pembuatan produk olahan buah kakao. Bahan biji kakao diperoleh dari hasil panen petani kakao Desa Sotok Kecamatan Sekayam Kabupaten Sanggau. Pengolahan biji kakao dilakukan pabrik pengolahan kakao Gapoktan Lintas Sekayam. Pengkajian dilakukan dengan menggunakan pengolahan biji kakao menjadi produk kakao berupa: lemak kakao, pasta, dan bubuk kakao, untuk menguji produk olahan biji kakao berupa kadar air dan kadar lemak sesuai dengan standar SNI. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa produk pengolahan biji kakao yang dilakukan oleh Gapoktan Lintas Sekayam belum memenuhi standar SNI karena masih tingginya kadar air biji kakao, sehingga mutu produk yang dihasilkan rendah.