Melia Puspitasari
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH FAKTOR INTERNAL DAN EKSTERNAL TERHADAP KINERJA AGROINDUSTRI PENGOLAHAN LIDAH BUAYA DI KOTA PONTIANAK Melia Puspitasari; Budi Setiawan; Djoko Koestiono
Agros Journal of Agriculture Science Vol 21, No 2 (2019): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (510.408 KB)

Abstract

Lidah buaya di Pontianak diolah menjadi berbagai produk olahan. Permasalahannya diantaranya adalah kandungan nutrisi produk olahan belum sesuai standar International Aloe Science Council (IASC). Tujuan penelitian: (1) menganalisis pengaruh faktor internal terhadap kinerja agroindustri pengolahan lidah buaya di Pontianak, (2) menganalisis pengaruh faktor eksternal terhadap kinerja agroindustri pengolahan lidah buaya di Pontianak. Metode pengambilan sampel: secara purposssive sampling, yaitu 22 pelaku usaha agroindustri pengolahan lidah buaya di Pontianak. Analisis menggunakan metode Struktural Equation Model (SEM) dengan software WarpPLS 5.0. Hasil analisis menunjukkan bahwa faktor internal dan eksternal signifikan berpengaruh terhadap kinerja agroindustri lidah buaya masing-masing dengan nilai p-value adalah 0.03 dan < 0.001 dengan koefisien masing-masing adalah 0.80 dan 0.98. Sementara nilai R2 adalah 0.95 yang menunjukkan bahwa 95 persen kinerja agroindustri lidah buaya dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal dan sisanya sebanyak lima persen dipengaruhi oleh faktor lainnya
PENDAPATAN DAN RISIKO USAHATANI PADI DI KABUPATEN SAMBAS KALIMANTAN BARAT Melia Puspitasari
Agros Journal of Agriculture Science Vol 24, No 2 (2022): edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v24i2.1981

Abstract

Provinsi Kalimantan Barat merupakan salah satu penghasil padi di Indonesia. Kabupaten Sambas merupakan sentra produksi padi di Kalimantan Barat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pendapatan usahatani padi dan risiko petani dalam berusahatani padi di Kabupaten Sambas. Penelitian dilakukan di Kabupaten Sambas sebagai salah satu sentra produksi padi. Tingkat risiko usahatani ditentukan berdasarkan nilai koefisien variasi, Data primer berasal dari petani padi dengan jumlah responden 60 petani. Data dianalisis secara kuantitatif untuk mengetahui nilai pendapatan dan risiko usahatani. Hasil penelitian menunjukkan pendapatan usahatani padi di Kabupaten Sambas adalah Rp 13.883.800/ha dengan R/C ratio 2,24. Sementara hasil analisis risiko menunjukkan risiko usahatani padi sebesar 0,50 atau 50%.