Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENINGKATAN SKILL BERWIRAUSAHA MASYARAKAT MELALUI INOVASI PENGOLAHAN SUSU SAPI SIAP JUAL Sigit Arie Wibowo; Muhammad Bahrul Ilmi
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 3. Kapasitas Daya Saing UMKM dan BUMDES
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (704.963 KB) | DOI: 10.18196/ppm.33.196

Abstract

Skill wirausaha sangat dibutuhkan oleh masyarakat di pedesaan, karena mereka memiliki potensi sumber daya alam yang banyak untuk di olah sehingga menjadi pendapatan. Akan tetapi kendala terbesar adalah masyarakat pedesaan belum memiliki pengetahuan tentang skill wirausaha tersebut. Hal ini bisa kita lihat dengan banyaknya masyarakat pedesaan yang pergi ke kota untuk mencari pekerjaan. Padahal mereka bisa menciptakan peluang pekerjaan tersebut dari daerah asal mereka masing-masing, syaratnya adalah memiliki skill wirausaha. Desa Jlarem kaya akan hasil alam dan ternaknya. Mereka diberikan anugerah berupa geografis yang bagus untuk bercocok tanam dan beternak. Desa Jlarem berada di ketinggian kurang lebih 1900 dpl sebelah timur Gunung Merbabu. Mayoritas penduduknya adalah sebagai petani, baik petani sayuran maupun tanaman jagung dan teh. Sebagian juga sebagai peternak sapi perah. Di desa Jlarem, sudah dikenal dengan produk Teh Tiongke dan menjadi produk unggulan khas Boyolali. Tapi karena SDM yang tidak mencukupi dan mumpuni, produk teh ini sampai saat ini masih belum bisa optimal dalam hal pengolahannya. Selain teh ada juga produk susu sapi, selama ini masyarakat di Jlarem hanya menjual susu sapi segar kepada para pengepul yang ada di sana. Adapun cara untuk meningkatan SDM di Desa Jlarem, maka diadakanlah pelatihan inovasi produk. Kegiatan tersebut mengundang pembicara yang memiliki kompetensi untuk memberikan inovasi suatu produk. Hasilnya masyarakat Desa Jlarem memiliki inovasi terhadap produk Teh Tiongke dan susu sapi. Selama ini masyarakat Desa Jlarem hanya menjual susu segarnya kepada pengepul dengan harga Rp 5.000/ liter setelah dilakukan inovasi maka susu sapi segar tersebut bisa dibuat produk turunannya semisal puding susu teh dan kue pie susu teh. Produk turunan tersebut bisa dijual dikisaran harga Rp 5.000-Rp 10.000 per kemasan.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBIAYAAN BERMASALAH (NPF) PADA BANK SYARIAH DI INDONESIA 2014-2018 Muhammad Bahrul Ilmi; Gita Paramitha
MANAGER: Journal of Management and Administration Science Vol. 3 No. 3 (2025): MANAGER: Journal of Management and Administration Science
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/manager.v3i3.709

Abstract

Non Performing Financing (NPF) merupakan salah satu indeks yang digunakan untuk menilai kinerja bank syariah. Nilai NPF yang tinggi mengindikasikan kinerja bank syariah yang rendah karena tidak mampu mengatasi permasalahan pembiayaan yang terjadi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi NPF baik secara mikro maupun makro. Dalam penelitian ini NPF dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti Pembiayaan Murabahah, Produk Domestik Bruto (PDB), Bank Size, Capital Adequacy Ratio (CAR), Inflasi dan Nilai Tukar. Proses analisis penelitian menggunakan analisis regresi data panel. Data panel merupakan gabungan antara data cross section dan time series, dimana data panel akan menentukan model regresi terbaik diantara ketiga model yaitu Pooled Least Square (PLS), Fixed Effect Model (FEM), dan Random Effect Model (REM). Periode penelitian dimulai dengan menggunakan data tahun 2014 sampai dengan tahun 2018. Objek dalam penelitian ini adalah 11 Bank Umum Syariah di Indonesia yang telah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dalam melakukan tahap pengolahan data, penelitian ini menggunakan program STATA versi 13 untuk mengukur kombinasi data silang antara data cross section dan time series.