Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Meningkatkan Orientasi Masa Depan Remaja Bidang Pendidikan Melalui Pelatihan Fasilitator Masyarakat Gunungkidul Novia Fetri Aliza
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 4. Pemberdayaan Kapasitas Perempuan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (740.994 KB) | DOI: 10.18196/ppm.34.288

Abstract

Pendampingan yang dilakukan dalam pemberdayaan masyarakat ini membahas tentang manfaat pelatihan masyarakat sebagai fasilitator untuk meningkatkan orientasi masa depan remaja bidang Pendidikan di dusun Pule kecamatan Saptosari Gunungkidul Yogyakarta. Adapun faktor yang melatar belakangi dilakukan pendampingan ini adalah terdapatnya remaja yang putus sekolah dan rendahnya minat remaja di dusun pule untuk melanjutkan Pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Akibat dari rendahnya orientasi masa depan remaja bidang Pendidikan ini menjadikan dusun Pule mengalami kesulitan untuk memelihara fasilitas yang sudah disediakan pemirintah dan LSM untuk meningkatkan kesejahteraan warga, serta warga dusun Pule juga kesulitan mengelola Sumber Daya Alam yang ada. Metode pendampingan yang dilakukan berupa pelatihan untuk anggota masyarakat supaya mampu menjadi fasilitator dalam mendampingi remaja yang ada di dusun Pule untuk meningkatkan orientasi masa depan bidang Pendidikan. Pelatihan fasilitator masyarakat ini dilakukan selama 2 sesi. Hasil dari pelatihan fasilitator ini adalah sudah mulai terlihat adanya perubahan maind set masyarakat tentang arti pentingnya Pendidikan, remaja yang putus sekolah dan tidak melanjutkan sekolah ke jenjang Pendidikan yang lebih tinggi mulai berkurang terutama selama masa follow up menurun hingga 30%, selain itu warga juga sudah mulai serius mendorong remaja untuk melanjutkan Pendidikan dan merasa kekhawatiran bila ada orangtua yang berdiam diri menyaksikan anaknya memilih untuk tidak melanjutkan sekolah.
MENINGKATKAN MOTIVASI MENANAM TANAMAN ORGANIK MELALUI MOTIVATION TRAINING PADA KELOMPOK WANITA TANI KULONPROGO Novia Fetri Aliza
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 5. Produktivitas dan Daya Saing Industri Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.412 KB) | DOI: 10.18196/ppm.45.678

Abstract

Tingginya permintaan pasar akan kebutuhan tanaman organik menyebabkan kelompok wanita tani Amrihrahayu Nanggulan Kulon Progo mengalami kesulitan untuk memenuhi permintaan pelanggan. Faktor ini terjadi karena kesadaran masyarakat untuk membudidayakan pertanian organik belum terbentuk dengan optimal, sehingga lebih dari 65% masyarakat Nanggulan yang memiliki lahan pertanian belum menanam pertanian organik. Alasan para petani cukup beragam, mulai dari pengetahuan yang kurang terkait pentingnya menanam tanaman organik, hingga ketakutan gagal panen bila menanam tanpa menggunakan pestisida. Tujuan pendampingan ini adalah untuk meningkatkan motivasi petani membudidayakan pertanian organik. Metode pendampingan dilakukan dengan cara memberikan motivation training terkait pentingnya membudidayakan pertanian organik berbasis komunitas. Secara umum tahapan pendampingan dilakukan melalui dua tahap yaitu memberikan motivasi untuk perubahan mindset petani kemudian praktek menanam tanaman organik. Hasil yang diperoleh dari pendampingan ini menunjukkan perubahan yang cukup baik pada masyarakat, yaitu dari 25 orang peserta yang hadir 17 orang diantaranya bertekad untuk mencoba bertanam organik, sedangkan 7 orang diantaranya masih ragu. Berdasarkan laporan dari ketua kelompok wanita tani Amrih Rahayu menjelaskan bahwa ketika masa tanam tiba jumlah petani yang bergabung untuk menanam tanam organik meningka signifikan. Jumlah lahan di Nanggulan yang tidak membudidayakan pertanian organik pada masa tanam hanya tersisa sekitar 30%. Hal ini menunjukkan bahwa pendampingan yang diberikan cukup efektif menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh kelompok mitra.
PELATIHAN PSIKOSOSIAL KEBENCANAAN DALAM MENGHADAPI PANDEMI COVID-19 Novia Fetri Aliza
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 7. Sarana dan Prasarana Publik dan Mitigasi Bencana
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.477 KB) | DOI: 10.18196/ppm.47.725

Abstract

Pandemi covid-19 merupakan salah satu bencana yang menyebabkan efek psikologis pada manusia, seperti kecemasan, stres, depresi dan bahkan mengalami gangguan paska trauma (PTSD). Untuk mengurangi faktor resiko psikologis tersebut diperlukan pendampingan kepada masyarakat, salah satunya adalah memberikan pelatihan pendampingan kepada kelompok yang tidak rentan yaitu pemuda yang tergabung dalam karangtaruna. Tujuan dilakukan pendampingan ini adalah melatih anggota karangtaruna memiliki keterampilan pendampingan psikososial, sehingga memeiliki keterampilan memberikan bantuan kepada masyarakat dan memberikan edukasi kepada masyarakat sebagai tindakan pencegahan resiko penyakit mental karena situaai bencana covid-19. Metode kegiatan yang dilakukan dalam pendampingan ini adalah dengan memberikan pelatihan psikososial kebencanaan kemudian dilanjutkan dengan role play. Tujuannya roleplay adalah mengajak mitra untuk mempraktekkan langsung kepada rekan peserta yang lain terkait teknik-teknik pendampingan psikososial yang telah dilatihkan harapannya mitra menjadi terampil. Sebelum dan setelah pelatihan diberikan mitra diminta untuk mengisi skala tentang teknik psikososial, kemudian skor yang diperoleh dari mitra dianalisis menggubakan SPSS for windows dengan teknik analisis Wilcoxon. Hasil yang diperoleh dari pendampingan ini adalah terdapat perbedaan skor mitra terkait keterampilan pendampingan psikososial sebelum dan setelah pelatihan, yaitu diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,04 <0,05. Berdasarkan hasil ini dapat disimpulkan bahwa pelatihan yang diberikan kepada mitra memberikan pengaruh terhadap keterampilan memberikan pendampingan psikososial. Berdasarkan analisis kualitatif diperoleh informasi bahwa mitra merasa tenang dan lebih mudah mengelola letupan emosi negatif yang dirasakannya dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.
OPTIMALISASI PERAN DAN KOMPETENSI GURU TAMAN PENDIDIKAN AL-QURAN DI MASA PANDEMI COVID-19 Novia Fetri Aliza
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 6. Digitalisasi Syiar Islam
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.904 KB) | DOI: 10.18196/ppm.46.830

Abstract

Masyarakat Indonesia diharuskan melakukan penyesuaian diri hampir di seluruh aspek kehidupan karena efek pandemi covid-19, mulai dari penyesuaian gaya hidup, perekonomian, pendidikan dan sosial masyarakat. Kebiasaan masyarakat yang mayoritas Muslim ini juga mengalami perubahan, terutama dalam proses internalisasi nilai-nilai Islam kepada anak-anak. Biasanya anak-anak diajarkan mengenal, membaca serta memahami Al Qur'an di TPA (Taman Pendidikan Al Qur'an) namun sejak adanya pandemi covid-19 ini TPA kerap kali libur dari aktivitasnya karena mencegah terjadinya perluasan penularan virus. TPA Syifaulqlbi juga mengalami kesulitan dalam mempertahankan aktivitas mengajarkan Alquran kepada santri, sehingga sudah memasuki tahun ke dua santri tidak lagi belajar Alqur’an. selain permasalahan pandemi yang menjadi penghambat proses mengajarkan qur’an, faktor kdua adalah bersumber dari guru, yaitu kurangnya kompetensi guru dalam mengemas aktivitas belajar mengajar yang menarik minat santri. Pendampingan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengajar santri TPA di masa Pandemi. Metode pendampingan yang dilakukan adalah memberikan pelatihan terkait teknik mengajar qur’an untuk anak usia 2-15 tahun, kompetensi yang harus dimiliki guru, dan langkah-langkah mengajar di masa pandemi termasuk bimbingan teknis menggunakan sarana virtual meeting. Hasil yang diperoleh dari pendampingan ini adalah memunculkan insight baru semua guru bahwa mengajarkan qur’an kepada santri tidak boleh berhenti meskipun pada masa pandemi, lebih dari 75% guru yang hadir menemukan metode mengajar yang sesuai untuk santrinya yaitu metode drive thru dan pembuatan video pendek sebagai sarana santri belajar di rumah. Meskipun metode drive thru ini belum diujicobakan di TPA syifaulqalbi, tetapi pengurus dan guru optimis bisa menerapkannya dengan optimal. Guru juga menyampaikan melalui pendampingan ini telah mendapatkan pengetahuan baru terkait metode mengajar yang menarik untuk santri yang berusia 2-15 tahun yang sebelumnya tidak mereka ketahui.